Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif Kalsel Rentan Kecurangan, Bawaslu RI Wanti-Wanti Kepala Daerah




Home Ekbis

Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:45 WIB

Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Untuk terus bisa beroperasi, sejumlah tukang cukur di Banjarmasin hanya mengandalkan masker dan sarung tangan untuk menjamin kenyamanan costumer.  Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Untuk terus bisa beroperasi, sejumlah tukang cukur di Banjarmasin hanya mengandalkan masker dan sarung tangan untuk menjamin kenyamanan costumer. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Barberman atau tukang cukur tengah kesulitan melayani costumer (pelanggan) selama pandemi Covid-19.

Di saat begini, tukang cukur rupanya belum bisa menyiasati diri secara maksimal.

Untuk terus bisa beroperasi, sejumlah tukang cukur di Banjarmasin hanya mengandalkan masker dan sarung tangan untuk menjamin kenyamanan costumer.

Lebih jauh, peralatan cukur pun mereka bersihkan dengan cairan disinfektan sebelum digunakan.

Di balik itu, namun kendala terbesar mereka umumnya ada pada sarung tangan. Sarung tangan kain yang biasa digunakan petugas medis itu selalu terpotong bagian jarinya.

Kondisi demikian sangat dikeluhkan Kholik Barberman dari Cut Barber Store, Jalan Ahmad Yani Kilometer 4 Banjarmasin.

Baca juga :  Rupiah Menguat, Respon Positif Atas Membaiknya Data Ekonomi

“Iya bagian jari sarung tangan selalu sobek karena ke potong gunting. Itu kita ganti langsung supaya menjaga kebersihan dan kenyamaan costumer,” ujarnya saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama tadi.

Sebelum adanya wabah virus Corona, dirinya hanya mengenakan sarung tangan biasa untuk mencukur rambut costumer.

Namun sesudah menerapkan protokol kesehatan, sarung tangan sekali pakai merupakan hal wajib bagi tukang cukur rambut.

Beruntung hal tersebut, kata dia, tak memengaruhi kinerjanya. Sesudah maupun sebelum melakukan protokol kesehatan, satu costumer durasi mencukur rambut sekitar 30 menit.

“Ya tak ada masalah, sama seperti dulu aja tapi perbedaan sekarang lebih menjaga kebersihan saja,” pungkasnya.

Baca juga :  Masih karena Covid-19, IHSG Berpotensi Terkoreksi Sepekan ke Depan

Belum selesai masalah kenyamanannya mencukur, Kholik mengeluhkan jumlah kunjungan selama pandemi ini.

Hari biasa atau sebelum munculnya wabah Covid-19, Barbershop-nya kerap melayani 50 custumer. Jumlahnya terus meningkat bila menginjak akhir pekan.

Tapi sekarang, lima costumer saja yang datang sudah menjadi berkah bagi Barbershop-nya.

Imbas kondisi demikian lalu berpengaruh kepada jumlah karyawan. Ada beberapa karyawan Barbershop tersebut mesti dirumahkan.

“Cuma barberman senior yang memiliki keluarga seperti kami saja yang tak dirumahkan. Mungkin itu toleransinya,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Terbawa Kenaikan Bursa Saham Global
apahabar.com

Ekbis

Ikuti Bursa Asia, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Subsidi LPG 3 Kg Dihapus, Hiswana Kalsel Beri Catatan untuk Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Tiket Pesawat Dorong Inflasi, Begini Penjelasan BI Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Telur Ayam hingga Tembakau Penyumbang Inflasi Maret 2020
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Sabet Penghargaan Prestisius di Telecom Asia Awards 2019
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com