Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:45 WITA

Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19

Untuk terus bisa beroperasi, sejumlah tukang cukur di Banjarmasin hanya mengandalkan masker dan sarung tangan untuk menjamin kenyamanan costumer. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Barberman atau tukang cukur tengah kesulitan melayani costumer (pelanggan) selama pandemi Covid-19.

Di saat begini, tukang cukur rupanya belum bisa menyiasati diri secara maksimal.

Untuk terus bisa beroperasi, sejumlah tukang cukur di Banjarmasin hanya mengandalkan masker dan sarung tangan untuk menjamin kenyamanan costumer.

Lebih jauh, peralatan cukur pun mereka bersihkan dengan cairan disinfektan sebelum digunakan.

Di balik itu, namun kendala terbesar mereka umumnya ada pada sarung tangan. Sarung tangan kain yang biasa digunakan petugas medis itu selalu terpotong bagian jarinya.

Kondisi demikian sangat dikeluhkan Kholik Barberman dari Cut Barber Store, Jalan Ahmad Yani Kilometer 4 Banjarmasin.

“Iya bagian jari sarung tangan selalu sobek karena ke potong gunting. Itu kita ganti langsung supaya menjaga kebersihan dan kenyamaan costumer,” ujarnya saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama tadi.

Sebelum adanya wabah virus Corona, dirinya hanya mengenakan sarung tangan biasa untuk mencukur rambut costumer.

Namun sesudah menerapkan protokol kesehatan, sarung tangan sekali pakai merupakan hal wajib bagi tukang cukur rambut.

Beruntung hal tersebut, kata dia, tak memengaruhi kinerjanya. Sesudah maupun sebelum melakukan protokol kesehatan, satu costumer durasi mencukur rambut sekitar 30 menit.

“Ya tak ada masalah, sama seperti dulu aja tapi perbedaan sekarang lebih menjaga kebersihan saja,” pungkasnya.

Belum selesai masalah kenyamanannya mencukur, Kholik mengeluhkan jumlah kunjungan selama pandemi ini.

Hari biasa atau sebelum munculnya wabah Covid-19, Barbershop-nya kerap melayani 50 custumer. Jumlahnya terus meningkat bila menginjak akhir pekan.

Tapi sekarang, lima costumer saja yang datang sudah menjadi berkah bagi Barbershop-nya.

Imbas kondisi demikian lalu berpengaruh kepada jumlah karyawan. Ada beberapa karyawan Barbershop tersebut mesti dirumahkan.

“Cuma barberman senior yang memiliki keluarga seperti kami saja yang tak dirumahkan. Mungkin itu toleransinya,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi UMKM, BI Kalsel Akan Gelar Expo ‘Karya Gawi Borneo’ Virtual Bersama Blibli.com
apahabar.com

Ekbis

Aktivitas Pesawat Kaltara Naik, Jumlah Penumpang Malah Turun

Ekbis

Dirjen Pajak: 13 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Belum Lirik Potensi Sarang Burung Walet
apahabar.com

Ekbis

Rawan Perampokan Driver Online, Astra: Lengkapi dengan GPS
apahabar.com

Ekbis

Di Masa Pandemi, BEI: Optimisme Pasar Akan Terus Dijaga
apahabar.com

Ekbis

Jakarta Catat Investasi Tertinggi Nasional di Masa Pandemi
bank syariah

Ekbis

Siap-siap! BSI Segera Pindahkan Rekening Nasabah Tiga Bank Syariah di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com