Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

China Sebut Larung Jasad ABK WNI ke Laut Disetujui Keluarga

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 20:56 WIB

China Sebut Larung Jasad ABK WNI ke Laut Disetujui Keluarga

Video viral anak buah kapal atau ABK Indonesia yang meninggal di kapal berbendera Tiongkok lalu dilempar ke laut. Foto: Humas Ditjen Hubla

apahabar.com, JAKARTA – Pihak China, baik pemerintah maupun perusahaan pengelola kapal ikan Long Xing 629 dan Tian Yu 8 menyebut pelarungan tiga jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia telah sesuai prosedur internasional dan disetujui keluarga yang bersangkutan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada wartawan dalam pernyataan pers secara daring, Kamis (07/05) sore.

“Pihak kapal telah memberi tahu pihak keluarga (dari seorang ABK berinisial AR) dan telah mendapat surat persetujuan pelarungan di laut tertanggal 30 Maret 2020. Pihak keluarga juga sepakat untuk menerima kompensasi kematian dari kapal Tian Yu 8,” kata Retno.

AR adalah ABK di kapal Long Xing 629 yang mengalami sakit pada 26 Maret dan dipindahkan ke kapal Tian Yu 8 untuk dibawa berobat ke pelabuhan, namun ia kritis sehingga meninggal dunia pada 30 Maret pagi. Jenazah AR dilarung ke laut lepas keesokan paginya, 31 Maret, demikian keterangan pengelola kapal.

Sementara kasus dua ABK lain yang dilarung terjadi pada Desember 2019. Keduanya juga merupakan ABK kapal Long Xing 629, meninggal dunia ketika kapal berlayar di Samudera Pasifik.

“Keputusan pelarungan jenazah dua orang ini diambil kapten kapal karena kematian disebabkan oleh penyakit menular dan hal itu berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya,” ujar retno, mengutip keterangan yang sama dari pihak pengelola kapal.

KBRI di Beijing telah mengirim nota diplomatik kepada pemerintah China untuk meminta klarifikasi ulang mengenai kasus pelarungan jenazah kedua ABK Indonesia ini.

“Nota diplomatik tersebut sudah dijawab oleh Kemlu RRT yang menjelaskan bahwa pelarungan atau burial at sea dilakukan sesuai dengan praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya sebagaimana ketentuan ILO (Organisasi Buruh Internasional),” ucap Retno.

Dia menambahkan bahwa Kemlu RI sudah menghubungi pihak kedua keluarga, dan mereka menyatakan telah menerima santunan kematian dari agensi. Kendati demikian, pemerintah Indonesia tetap berupaya memastikan aspek lain bagi pekerja Indonesia, seperti pemenuhan hak-hak ABK.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Peserta Diminta Sabar dan Latihan SKB, Pengumuman Hasil Tes SKD Kemenkumham Diundur
apahabar.com

Nasional

Sidang Putusan Ketua KPK Firli Bahuri soal Helikopter Mewah Ditunda
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir Berlakukan Kategori Layanan Pesawat Bagi Karyawan BUMN
apahabar.com

Nasional

Sopir Ngantuk, Mikrolet Meluncur ke Jalur Busway
apahabar.com

Nasional

BJ Habibie Diisukan Wafat, Keluarga Anggap Pertanda Panjang Umur
Anjuran Dokter Tirta Gunakan Masker DIY dari Kain Cegah Covid-19

Nasional

Anjuran Dokter Tirta Gunakan Masker DIY dari Kain Cegah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Diduga Tabrakan, Polisi Singapura Selamatkan 11 Awak Kapal Indonesia
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Doni Monardo Jadi BNPB 1 yang Mendadak Batal Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com