Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi SHM-MAR Kampanye, Pedagang Keliling Ketiban Berkah

Curhat Miris Pedagang, Terpaksa Pecat Karyawan Saat PSBB di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 15:25 WIB

Curhat Miris Pedagang, Terpaksa Pecat Karyawan Saat PSBB di Banjarmasin

Pedagang pakaian di Pasar Samudera Baru, Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Perampingan karyawan akibat pandemi Covid-19 tak hanya terjadi pada perusahaan besar saja. Kondisi tersebut juga menimpa pengusaha kecil seperti para pedagang yang memiliki pekerja harian (buruh).

Sejumlah pedagang mengeluhkan turunnya omset penjualan sejak merebaknya virus Covid-19 di Kalimantan Selatan. Terlebih, di Banjarmasin ditetapkan aturan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan telah memasuki jilid kedua.
“Kalau tutup gimana, yang dibayar banyak. Toko juga harus dibayar sewanya,” curhat salah satu pedagang pakaian di Pasar Samudera Baru, Hj Risma saat dijumpai apahabar.com, Selasa (12/5) siang.

Satu karyawannya bahkan terpaksa ‘dirumahkan’ karena tak mampu membayar upah seperti hari biasa. Karyawan tetap yang tersisa hanyalah satu anaknya. Wanita paruh baya ini mengaku, penjualannya menurun drastis hingga 75 persen.
“Tahun ini menurun sekali. Hari biasa saja sepi apalagi bulan puasa,” keluhnya.

Namun apa daya, warga Komplek Mahatama ini mengaku nekat berjualan di tengah penularan virus Corona untuk mencukupi kebutuhan hariannya. Meski begitu, para pedagang ujarnya, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Sebenarnya takut sama virus, tapi bagaimana lagi namanya mau cari makan sehari-hari,” kata dia.

Sebelumnya, Walikota Ibnu Sina melalui Perwali Nomor 37 Tahun 2020 mengeluarkan edaran mengenai penutupan pasar sekunder. Pantauan apahabar.com, aparat gabungan telah melakukan sosialisasi dan rekayasa penutupan arus masuk di beberapa titik sekitar wilayah Pasar Sudimampir.

Kebijakan ini menimbulkan keluhan dari banyak pedagang, termasuk Risma. Mereka meminta pemerintah untuk meninjau ulang aturan ini. Beberapa bahkan meminta para pejabat untuk turun langsung dan memantau kondisi para pedagang di pasar.
“Kalau mau ditutup seluruhnya. Kami minta Walikota, anggota dewan atau Paman Birin tinjau langsung ke pasar,” sahut mereka kompak.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Adaptasi Kebiasaan Baru Tanah Laut, Polisi: Perkuat Imun dengan Mengonsumsi Vitamin
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Banjarmasin: Jika Ada Laporan Kasus DBD Dinkes Harus Segera Tindak Lanjuti
apahabar.com

Kalsel

Razia SSA di Banjarmasin, Sempat Kabur Seorang Pemuda Langsung Diborgol
apahabar.com

Kalsel

Masjid Alkaromah Sediakan 30 Sapi Kurban
apahabar.com

Kalsel

Disbunnak Kalsel Jamin Ketersediaan Daging Jelang Idul Adha
apahabar.com

Kalsel

Pemudik Via Bandara Syamsudin Noor Dapat Tasbih dari Kapolda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Suzuki Smash Vs Toyota Hiace di U-Turn Kertak Hanyar, Pria Paruh Baya Tewas di Tempat
Kemenag Tapin Buka Layanan Secara Online

Kalsel

Kemenag Tapin Buka Layanan Secara Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com