Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Datang Saat PSBB, Ini Misi Menteri Pertanian di Batola

- Apahabar.com Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:33 WIB

Datang Saat PSBB, Ini Misi Menteri Pertanian di Batola

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, berbicara di depan Gubernur dan Kapolda Kalsel, serta Danrem 101 Antasari dan Bupati Barito Kuala dalam kunjungan ke Desa Karang Indah. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Tepat di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Barito Kuala justru mendapat kunjungan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (16/5).

Bersama Gubernur dan Kapolda Kalimantan Selatan, serta Danrem 101 Antasari dan sejumlah direktorat jenderal Kementan, Syahrul mengunjungi Desa Karang Indah di Kecamatan Mandastana.

Lokasi yang dituju Syahrul tepatnya adalah lahan padi dan jeruk milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Surya Indah.

Sementara sehari sebelumnya, Syahrul melakukan tanam padi serentak di Desa Belanti, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kedatangan Syahrul sejatinya patut dipertanyakan. Selain di tengah ancaman penyebaran Covid-19, Batola juga baru saja memulai penerapan PSBB.

“Saya datang membawa perintah Presiden untuk mendorong Kalsel menjadi salah satu provinsi andalan penyangga pangan nasional,” ungkap Syahril.

“Ternyata sekarang kesiapan dan konsepsi pertanian di Kalsel jauh lebih baik dari sebelumnya,” tambah mantan gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu di depan Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, serta sejumlah petani.

Setelah melihat kondisi di lapangan, semua yang dilakukan di Kalsel di atas lahan pertanian seluas sekitar 3.000 hektar, dinilai memiliki daya tahan dan kemampuan untuk menjadi bagian ketahahan pangan.

“Lantas kami bersepakat dengan Gubernur untuk melakukan percepatan penanaman. Setelah panen tanam pertama, tahap kedua dilakukan percepatan. Kami berharap hasil yang diperoleh bisa lebih besar,” yakin Syahrul.

Keyakinan Kementan cukup besar, mengingat sistem pertanian di Kalsel juga melakukan tumpang sari. Selain padi, jeruk yang ditanam juga menghasilkan.

“Juga terlihat bahwa sawah-sawah di Batola telah memiliki manajemen air. Namun tetap harus diperbaiki sehingga kemarau pun masih bisa tanam,” cetus Syahrul.

Dorongan dari Kementan tidak hanya dalam bentuk kata-kata, “Kami memiliki dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 triliun yang dapat dimanfaatkan,” tegas Syahrul.

“Sebagai tindak lanjut, kami mendorong Pemprov Kalsel untuk secepatnya berkoordinasi dengan Litbang Kementan dalam perumusan rencana ini,” sambungnya.

Direncanakan sepanjang 2020, alokasi Rp50 trilliun tersebut terdiri dari sub sektor tanaman pangan sebesar Rp14,23 triliun, hortikultura Rp6,39 triliun, perkebunan Rp20,37 triliun dan peternakan Rp9,01 triliun.

Setelah memanfaatkan KUR, petani juga dapat terhindar dari tengkulak, serta praktik ijon atau pembayaran di awal dengan harga jual rendah.

Melalui KUR tersebut, petani semestinya juga dapat meningkatkan kualitas tanam. Ujung-ujungnya adalah peningkatan jumlah hasil panen.

“Kalau malai padi berjumlah 30, peluang menghasilkan 7 hingga 9 ton per hektar cukup besar. Lantas di atas 42 malai, bisa menghasilkan 10 hingga 12 ton,” hitung Syahrul.

“Pun cost pertanian juga tak mahal, hanya sekitar Rp7 juta sekali tanam. Tetapi kalau lahan 1 hektar sudah mampu menghasilkan minimal 6 ton, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai Rp21 juta,” imbuhnya.

Masukan Syahrul mendapat sambutan positif Gubernur H Sahbrin Noor. Demikian pula Noormiliyani yang berharap Batola mendapat porsi lebih besar dari KUR.

“Kami menunggu konsep percepatan yang dilakukan Pemprov Kalsel, sesuai instruksi Mentan,” sahut Noormiliyani.

“Terkait kuota KUR Rp100 miliar untuk Kalsel, ¬†mudahan Batola mendapat porsi yang besar lantaran lahan juga lebih luas,” tandasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sepanjang 2019, Polres Tala Selamatkan Ratusan Juta Uang Negara

Kalsel

Pembelajaran Tatap Muka di Banjarbaru Ditarget Akhir Tahun
Roda

Kalsel

Program UP2K dari PKK Kota Banjarbaru Diharapkan Mampu Membangkitkan Roda Perekonomian Masyarakat
4 Pilar

Kalsel

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota MPR RI Ingatkan Persatuan di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Usung Dialog Kebangsaan Pemilu Damai, Syarifuddin: Mari Bersama Perangi Hoaks
apahabar.com

Kalsel

Dewan Banjarmasin Sesalkan Ada Insentif RT Terlambat Dibayar
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Sembuh Bertambah 4 Orang
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Keliling Pasar Antasari Sosialisasikan Perwali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com