Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Kalsel

Kamis, 21 Mei 2020 - 08:00 WIB

Dear Warga Kalsel, Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Efek Lebaran

rifad - Apahabar.com

Ratusan orang yang reaktif dari hasil Rapid test massal di Kalimantan Selatan diprediksi akan menimbulkan 2 ribu kasus baru. Foto saat rapid test massal di salah satu pasar di Banjarmasin, belum lama tadi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Ratusan orang yang reaktif dari hasil Rapid test massal di Kalimantan Selatan diprediksi akan menimbulkan 2 ribu kasus baru. Foto saat rapid test massal di salah satu pasar di Banjarmasin, belum lama tadi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkat. Eskalasinya bisa menggelinding bak bola salju.

Belum lama tadi, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie menyebut ratusan orang yang reaktif dari hasil Rapid test massal akan menimbulkan 2 ribu kasus baru.

Lonjakan tersebut bergantung kepada kinerja petugas surveilans di lapangan dalam menemukan kasus baru dan kemampuan untuk mengidentifikasi.

Namun Epidemiologi Kalsel, dr H IBG Dharma Putra memprediksi terjadi penurunan kinerja petugas dalam suasana liburan hari raya.

“Maka lonjakan kasus itu tidak akan tercatat secara formal,” ungkap Dharma melalui keterangan tertulis kepada apahabar.com, Rabu (20/5).

Dari prediksi awal, masih banyak kasus positif yang belum ditemukan baik terkonfirmasi positif maupun orang tanpa gejala (OTG).

Memasuki masa libur lebaran, potensi longgarnya kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak akan membuat penularan meningkat tajam dan berakhir pada timbulnya kasus-kasus baru.

“Penurunan kinerja penemuan tadi karena mungkin beberapa petugas libur sehingga berkurang testing. Bisa juga karena bahan sulit didapat,” lanjut Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum ini.

Dengan mengetahui prediksi kasar itu, masyarakat diharapkan mampu mempertahankan kepatuhan akan protokol pencegahan Covid-19.

Tim medis juga diminta untuk tidak mengendurkan kinerja mereka serta memerhatikan alat serta bahan yang diperlukan dalam pengujian sampel Covid-19.

“Lonjakan akan tetap terjadi sebagai sebuah prestasi. Karena ditemukan utang kasus yang sebelumnya, belum ditemukan dengan bunga eksponensial penularannya,” terangnya

Baca juga :  Menekan Masalah Sosial Kaum Muda Lewat Seminar

Secara prediktif kasus Covid-19 dipastikan akan melonjak drastis.

“Terbuktikan atau tidak secara nyata, tergantung kinerja penemuan dan testing,” imbuhnya

Dalam kajian Epidemiologi, Dharma mengatakan seharusnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan di seluruh wilayah. Tidak hanya sebagian daerah di Kalsel saja, tetapi apabila memungkinkan diterapkan diseluruh Indonesia.

Namun dari sisi anggaran, hal tersebut tidak memungkinkan sebab pertumbuhan ekonomi daerah juga tetap harus diperhitungkan.

“Pemerintah harus menyeimbangkan kedua hal tersebut, tentunya aspek pembangunan lain juga. Sehingga yang terpenting bukan PSBB-nya tetapi kepatuhan masyarakatnya,” pungkasnya.

Dominan Gejala Ringan

Kemarin sore, jumlah kasus penularan Covid-19 di Kalsel melonjak dratis. Terdapat penambahan 64 kasus, seperti yang dicatat oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 (GTPP) setempat.

Dari temuan mereka, 419 pasien di antaranya saat ini menjalani perawatan. Terdiri dari 104 orang di rumah sakit dan 315 lainnya melakukan isolasi pada karantina khusus yang disediakan pemerintah.

“Yang dikarantina tersebut gejalanya tidak tampak atau sangat ringan yaitu sebesar 75,17 persen,” ucap Juru bicara GTPP Covid-19 Kalsel, HM Muslim dalam siaran persnya, Rabu (20/5) sore.

Hasil swab lewat metode polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan ada penambahan sebanyak 64 kasus terkonfirmasi positif.

Terdiri dari 9 pasien dalam pengawasan (PDP); yaitu 7 pasien perawatan RSUD Ulin Banjarmasin, 1 pasien perawatan RSUD Idaman Banjarbaru dan 1 pasien perawatan RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Baca juga :  Peringati Hari Ibu, Kapolres¬†Balangan Ingatkan Profesionalisme Polwan

Selebihnya sebanyak 55 pasien merupakan hasil tracking yang dilakukan di beberapa tempat. Yaitu 53 orang di Tanah Bumbu, 1 orang di Banjar dan 1 orang di Banjarbaru.

Dilaporkan pula PDP meninggal dunia yang telah diketahui hasil pemeriksaan laboratoriumnya dan menunjukkan reaktif terhadap Covid-19.

Dua PDP tersebut adalah KS-Covid 458 atau Mas-56 (wanita 61 tahun) dan KS-Covid 466 atau HB-19 (wanita 38 tahun asal Hulu Sungai Selatan). Total kasus kematian sampai saat ini 53 orang.

Pada periode yang sama tercatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 917 dan 81 pasien dalam pengawasan (PDP). Ada penambahan PDP dibandingkan data sebelumnya sebanyak 8 pasien, yaitu 6 pasien dirawat di RSUD Ulin asal Banjarmasin (5 orang) dan Barito Kuala (1 orang), 1 pasien dirawat di RSUD Hasan Basry, serta 1 pasien menjalani isolasi mandiri di Balangan.

Dalam laporannya, Muslim juga menyampaikan 1 pasien yang dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 setelah menjalani karantina di Banjarbaru yaitu KS-Covid 110 (wanita 73 tahun asal Banjarbaru).

“Hasil-hasil yang kami sebutkan tadi merupakan hasil yang dikeluarkan berdasarkan metode PCR,” terangnya

Sejak 4 April lalu, GTPP Covid-19 telah melakukan pemeriksaan lebih dari 2.800 spesimen di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Banjarbaru.

Hingga kini, masih terus berproses dan dalam masa menunggu hasilnya

“Belum keluar hasilnya ada 1.622 spesimen. Kita berharap ini akan secepatnya didapatkan hasilnya,” pungkasnya.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cari Referensi, DPRD Kotabaru dan Dispersip Kalteng Kunjungi Perpustakaan Palnam
apahabar.com

Kalsel

Pelaku Pembuang Bayi di Sungai Miai Menyerahkan Diri
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Jabat Wabup HST, Berry ke SKPD dan Forkopimda
apahabar.com

Kalsel

Mulai Sekolah, Korban Guru Cabul di Batulicin Enggan Pindah

Kalsel

BREAKING NEWS! Bapak Satu Anak di Banjarmasin Ditemukan Tewas Tergantung
apahabar.com

Kalsel

Sempat Tolak di-Rapid Tes, Puluhan Warga di Sentral Antasari Reaktif!
apahabar.com

Kalsel

Ketua KPU Kalsel Tanggapi soal WNA di Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Lulusan SMK Bekerja tak Sesuai Bidang, Kenapa?