VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Dewan Banjarmasin: PSBB Tak Sekadar Tema

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 21:32 WIB

Dewan Banjarmasin: PSBB Tak Sekadar Tema

Anggota DPRD Banjarmasin Fraksi PKB, Zainal Hakim. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejak diberlakukan tanggal 24 April 2020, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin seperti tidak ada bedanya dengan sebelum PSBB.

Ini disampaikan anggota DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim agar PSBB benar-benar dilaksanakan, bukan cuma tema dalam pelaksanaan.

“Sejak awal diberlakukan, ini tidak ada beda sebelum PSBB. Bahwa hanya label PSBB dan ini jadi hanya sekedar tema saja. Realisasinya, faktanya kita lihat di lapangan bahwa secara efektifitas masih sangat tidak efektif,” kata Hakim kepada awak media, Senin (4/5).

Dikatakan Hakim, bahwa maksud dan tujuan PSBB itu melakukan pembatasan sosial dalam hal apapun untuk dibatasi, sampai ini terlihat tidak ada hal baru antara diberlakukan PSBB dan tidak PSBB.

“Kita lihat aktivitas masyarakat baik di pasar maupun di jalanan, terlihat secara kasat mata tidak ada perbedaan tidak ada pembatasan sebelum PSBB dan sesudah diberlakukan PSBB masih bebas seperti biasa di siang hari,” ujarnya.

Politisi dari PKB ini menilai, korelasi langsungnya adalah pada pergerakan pada penambahan pasien positif. Bahwa melihat dengan begitu bebasnya ruang gerak masyarakat, potensi warga terpapar covid-19 tentu semakin besar.

“Ini perlu menjadi evaluasi, kami meminta pemkot ada langkah-langkah cukup efektif, preventif. Sehingga tujuan dari PSBB itu dapat tercapai,” tekan Hakim.

Ia pun mengingatkan, dalam sisa waktu PSBB yang ada ini, satgas covid-19 Kota Banjarmasin bisa melakukan langkah-langkah yang lebih baik dalam menangani penyebaran virus. Bisa meminimalisir kasus wabah covid-19.

“Karena sampai hari inikan masih ada peningkatan kasus sehingga tujuan PSBB inikan belum tercapai,” sebutnya.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin ini mengatakan, apa yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020 tentang kebijakan PSBB tentunya harus bisa diterapkan di Kota Banjarmasin.

“Sehingga kita bisa mencontoh daerah lain yang ternyata setelah menerapkan PSBB mampu mengurangi jumlah kasus covid 19. Ini bukan hanya tema, judul, tapi benar-benar membatasi ruang gerak penyebaran virus tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Laka Tunggal, Wanita Ini Diduga Mengalami Serangan Jantung
apahabar.com

Kalsel

Inilah Calon Haji Tertua Asal Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kepala Kejari HST Angkat Bicara Soal Isu Pemanggilan Dirinya oleh KPK
apahabar.com

Kalsel

Nenek di Kotabaru Tak Berdaya Pasca-Tambang Batu Bara
apahabar.com

Kalsel

Sungai Baru Heboh, Seorang Pria Diduga Tenggelam
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kualitas Peran Orang Tua, BKKBN Kalsel Gelar Workshop BKB HI
apahabar.com

Kalsel

AKBP Andri Koko Prabowo Resmikan Kampung Tangguh Banua Desa Abumbun Jaya
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu 52 Orang, Satui Tertinggi 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com