VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Di Tengah Pandemi Covid-19, PPDB Banjarmasin Pakai Sistem Online

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 15:00 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, PPDB Banjarmasin Pakai Sistem Online

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menyediakan layanan online dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2020-2021. Langkah ini tidak lain sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Darmanto mengatakan kegiatan PPDB tentunya membuat orang banyakberkumpul dan itu berpotensi terjadi penyebaran Covid-19.

“Untuk mengatasi hal itu, kita telah menyediakan layanan online untuk penerimaan siswa baru,” ujarnya.

Totok menjelaskan penerimaan siswa baru melalui jalur online ini tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Pemberlakuan dikhususkan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat.

Khusus untuk SMP direncanakan awal Juli 2020. Pada bulan Juni akan dilakukan uji coba aplikasi atau web khusus untuk menerima siswa baru. Sebab SMP memiliki aplikasi sendiri, berbeda dengan SD.

“Tapi kita masih belum pasti, karena SMP masih dalam joblist Disdik,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan untuk mencegah kebenaran sistem penerimaan siswa baru berbasis online ini, ada berkas surat pernyataan orang tua lengkap dengan materai 6000.

Jadinya dalam sistem online ini, para wali murid hanya mengirim berkas foto di aplikasi itu.

“Tahun ini online dan orang tidak perlu datang kesekolah,” tuturnya.

Di sisi lain, Totok menerangkan untuk PPDB SD/sederajat sudah dilaksanakan karena sesuai surat edaran Disdik tanggal 9 April lalu mengimbau sekolah melaksanakannya secara online.

“Ada beberapa sekolah yang tidak mungkin, jadi diperbolehkan masih manual, tapi sebagian besar sudah online untuk SD,” jelasnya.

Meski sudah ditetapkan, Totok menjelaskan formasi penerimaan siswa baru ini masih tetap memakai sistem alokasi lama.

Tercatat 50 persen siswa zonasi dari sekolah itu, 50 persen minimal siswa pemegang kartu indonesia pintar (KIP), 30 persen siswa prestasi, dan 5 persen perpindahan orang tua.

Berdasarkan data Disdik terdapat 207 SD dan 35 SMP di Banjarmasin.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Air Terjun Haratai, Wisata Andalan Loksado Segera Dibuka Lagi
apahabar.com

Kalsel

Terapkan Perbup Tapin, Polres Tapin Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Keraton
apahabar.com

Kalsel

Calon Wali Kota Banjarmasin Nomor Urut 2 Ibnu Sina Sambangi Warga di Basirih Selatan
apahabar.com

Kalsel

Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Polres HSS Tak Segan Beri Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Cinta Segitiga, Pria di Banjarmasin Diculik dan Disekap hingga Babak Belur
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pemilu, Kalsel Antisipasi Terjadinya Konflik
apahabar.com

Kalsel

Badan Membesar, Remaja di Kotabaru Ternyata Dihamili Ayah Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Pilbup HST: Kuda Hitam Tunjukkan Eksistensi, Berry Jalin Komunikasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com