Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Dinsos Banjar Apresiasi Kejujuran Warga Kembalikan Dana BLT Dana Desa

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 18:12 WIB

Dinsos Banjar Apresiasi Kejujuran Warga Kembalikan Dana BLT Dana Desa

Ilustrasi BLT DD. Foto-Net

apahabar.com, MARTAPURA – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banjar, H Ahmadi memuji warga yang mengembalikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Adalah Ruqayah (83), warga Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel mengembalikan BLT DD kepada aparat desa setempat karena merasa masih mampu tanpa bantuan sosial.

Tindakan terpuji tersebut, kata Ahmadi, patut apresiasi karena kejujurannya. “Ini patut dicontoh bagi warga lain yang mendapat bantuan sosial namun ekonominya masih berkecukupan,” ujar Ahmadi kepada apahabar.com via seluler, Selasa (26/5).

Ia menambahkan, untuk BLT DD ini leading sektornya adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD), yang mana sebagian dana desa dialihkan untuk penanganan sosial dampak Covid-19.

Terpisah, Sekdes Desa Mandiangin Barat, Syailillah menjelaskan, pihaknya menyalurkan kembali uang BLT DD yang dikembalikan nenek Ruqayah, kepada warga yang dianggap berhak menerima.

“Penerima BLT DD di desa kami totalnya sudah fix 98 kepala keluarga (KK). Dan uang BLT yang dikembalikan salah satu warga kami diderahkan kepada warga yang lain yang berhak,” tutur Syailillah.

Ia menambahkan, desanya mengeluarkan anggaran sebanyak 25 persen dari dana desa unruk BLT DD.

“Totalnya 177 juta dengan penerima BLT 98 KK. Per-KK dapat 600 ribu per bulan yang disalurkan selama tiga bulan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Nenek Ruqayah punya 10 anak yang tempat tinggalnya masih berdekatan. Selain itu ia juga masih aktif menjadi guru di TK Alquran anak-anak.

Ia merasa masih mampu membiayai hidup diri sendiri, terlebih punya banyak anak yang turut membantu. Selain itu, nenek juga enggan depan rumahnya ditempel cap sebagai warga miskin penerima bantuan sosial.

apahabar.com

Nenek Ruqayah (83), warga Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar yang menolak dana sosial BLT dana desa. Foto-Istimewa.

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gandeng ‘Pocong’, Satlantas Polres Banjarbaru Imbau Warga Gunakan Masker
apahabar.com

Kalsel

Bangkai Reklame Ancam Pengguna Jalan, Polemik Malah Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

10 Tahanan Keluar dari Rutan Barabai, Begini Penjelasan Karutan
apahabar.com

Kalsel

Pilkades Serentak 2019, Polres Balangan Mulai Gelar Pasukan
apahabar.com

Kalsel

Jadi Target Dugaan Kecurangan Rekapitulasi Pemilu, Ini Jawaban KPU Kalsel 
apahabar.com

Kalsel

Dana Habis, Korban Kebakaran di Banjarmasin Terancam Tak Dapat Bantuan
apahabar.com

Kalsel

8 Orang Diduga Curi Kabel PJU di Tanbu Diringkus, Polisi Endus Pelaku Lainnya
apahabar.com

Kalsel

Kisah Pilu Sarinah, Pemulung dengan Tiga Anak di Pundaknya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com