Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Diprotes, Pemkot Banjarmasin Melunak Soal Penutupan Pasar?

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 14:47 WIB

Diprotes, Pemkot Banjarmasin Melunak Soal Penutupan Pasar?

Pedagang Pasar Sudimampir melakukan dialog dengan petugas Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin, Selasa (12/5) siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Penutupan pasar saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jild II mulai digencarkan Pemkot Banjarmasin.

Penutupan pasar sekunder atau non-kebutuhan bahan pokok (Bapok) itu bergulir mulai hari ini, Selasa (12/5).

Dari pantauan apahabar.com, Pemkot Banjarmasin bahkan menurunkan petugas Satpol PP untuk menghalau pengunjung yang ingin masuk ke dalam pasar.

Para pedagang pun protes. Mereka mendatangi Balai Kota Banjarmasin untuk musyawarah.

Hasil keputusan ada beberapa pasar yang tutup beroperasional selama tiga hari ke depan. Padahal sesuai aturan wajib 10 hari pasar tutup total.

Pasar tersebut terdiri dari Samudera Baru, Baru Permai, Sudimampir, Ujung Murung dan Cempaka.

Saat musyawarah tampak 14 orang perwakilan pasar yang hadir.

“Pedagang menerima, jadi uji coba tutup pasar sementara selama 3 hari. Setelah itu baru dievaluasi oleh wali kota dan Kapolresta Banjarmasin,” ujar Perwakilan Pedagang Pasar Ahmad Fariz.

Selama 3 hari ditutup total, para pedagang akan menunggu hasil keputusan rapat evaluasi wali kota, Polresta, Kodim, Satpol PP hingga Dinas Kesehatan (Dinkes).

Apapun yang terjadi, kata dia, semua pedagang siap menerima keputusan pemangku kebijakan.

Termasuk penegakkan Perwali Nomor 37 tahun 2020 hasil revisi dari Perwali Nomor 33/2020 terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua.

“Jika hasil rapatnya diperbolehkan berdagang lagi maka kita buka lagi pasar,” ucap pedagang Pasar Samudera Baru itu.

Pedagang menerima hasil kebijakan penutupan pasar itu dengan segala kerugian yang diterima. Tak ada penolakan seperti pasar lainnya.

Sebab tak hanya para pedagang pasar yang terimbas wabah Corona. Semua sektor juga merugi.

“Kami harapkan toko besar juga mengikuti keputusan penutupan pasar ini, karena tidak hanya kami tapi karyawan kami juga butuh hidup,” harapnya.

Sementara Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina tampak kesulitan untuk mengabulkan keinginan para pedagang.

Untuk itu Pemkot meminta waktu 3 hari kepada para pedagang untuk tidak beroperasi.

“Sebetulnya para pedagang bisa memahami, karena memang momentumnya menjelang lebaran tetapikan protokol kesehatan harus diterapkan,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Banjarmasin Ichrom M Tezar menambahkan rapat evaluasi akan dilakukan pada Kamis (14/5) mendatang.

Tezar meminta para pedagang untuk menaati toleransi yang diberikan pemerintah selama pandemi itu.

“Para pedagang dimohonkan kerelaan hatinya untuk menutup 3 hari sambil menunggu evaluasi,” ucapnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dirundung Korupsi Dana Hibah, KNPI Tala Terancam Vakum
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Polda Kalsel Sasar Bank Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Santai, Kapolda Kalsel Pimpin Anev Mingguan
apahabar.com

Kalsel

Presiden IMO Touring Jelajahi Budaya Banjar Sambil Bersih-Bersih
apahabar.com

Kalsel

Stop Sebar Hoaks dan Foto Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Bapaslon Banjarmasin Tak Hadir Saat Pendaftaran, KPU: Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Catatan Akhir Tahun, Tren Kebakaran Lahan Kalsel Naik Drastis!
apahabar.com

Kalsel

Waktu Tes Tak Menentu, CPNS di Banjarmasin Kebingungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com