Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Disidang karena Perluas Masjid Nabawi, Sayidina Umar Tunjukkan Bagaimana Jadi Pemimpin

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 13:03 WIB

Disidang karena Perluas Masjid Nabawi, Sayidina Umar Tunjukkan Bagaimana Jadi Pemimpin

ilustrasi sumber: net

apahabar.com, MADINAH – Sayidina Umar bin Khattab RA adalah salah satu Amirul Mukminin yang disegani. Bukan karena kegarangannya, tapi dikarenakan sikap kepemimpinannya yang indah. Tak jarang, rakyatlah yang mengalah untuk kepentingan bersama.
Pada masa Sayidina Umar bin Khattab RA menjadi khalifah, dia merencanakan proyek perluasan Masjid Nabawi di Madinah. Meski dia sudah menyiapkan uang ganti rugi, namun ada seorang sahabat Nabi SAW yang menolak rumahnya terkena gusuran perluasan masjid.

Dia adalah Abbas bin Abdul Muthalib yang merupakan paman Nabi SAW.
“Wahai Amirul Mukminin urusan antara saya dengan anda akan kita selesaikan di pengadilan. Kalau begitu, siapa kira-kira yang anda pilih untuk menyelesaikan masalah ini?” tanya Abbas.

“Ketahuilah, bukan pengadilan yang datang kepada kita. Sejatinya, kitalah yang datang menghadap ke pengadilan. Jangan khawatir, saya pasti datang dalam sidang di pengadilan itu,” kata Umar.

Tidak lama kemudian, Amirul Mukminin Umar bin Khattab mendatangi pengadilan sendirian. Dia dihadapkan di ruang sidang.

Saat itu, persidangan dipimpin oleh Syarih. Jabatannya di masa khalifah Umar bin Khattab sebagai gubernur sekaligus hakim peradilan Kota Madinah.

Pimpinan sidang kemudian mendengarkan duduk permasalahannya yang disampaikan oleh Abbas bin Abdul Muthalib sebagai pihak yang menuntut. Lalu, disusul oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Setelah kedua belah pihak mengutarakan masalahnya, hakim mengangkat kepalanya dan akan memberi keputusan. Dia berkata, “Wahai Amirul Mukminin!”

Umar langsung memotong. “Interupsi hakim yang bijaksana. Jangan panggil gelar Amirul Mukminin dalam sidang pengadilan ini. Cukup panggil saya, Umar.”

“Baiklah, wahai Umar,” kata hakim.

“Sesunguhnya Daud AS pernah berniat memperluas Masjid Al Aqsa. Lalu Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Sesungguhnya rumah yang paling jauh dari Masjidil Haram adalah rumahku. Janganlah engkau mengambil sebidang tanah dari rumah orang untuk memperluas rumahku. Janganlah sesekali mengambil tanpa permisi (ghashab) rumah seseorang walaupun itu untuk memperluas rumahku,” kata sang hakim.

Setelah hakim mengutarakan pandangan pengadilan yang mungkin akan memenangkan gugatan Sayidina Abbas, Paman Nabi itu menatap Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Dia menyampaikan kata terakhir dalam pengadilan itu kepada Umar.

“Wahai Amirul Mukminin. Kita sama-sama telah mendengarkan apa yang disampaikan hakim pengadilan. Untuk itu, sekarang saya mengurungkan niat untuk mempertahankan rumah saya. Saya mengalah demi mengharapkan Ridha Allah.”

sumber: irham.co.id
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Doa Orang Sakit Sama dengan Doa Malaikat
apahabar.com

Religi

Usai Puasa Ramadan, Warga Lombok Lanjutkan Tradisi Puasa Syawal
apahabar.com

Habar

Said Aqil Siradj Tanggapi Santai Kemungkinan Haji 2020

Habar

Ulama Arab Saudi Fatwakan Organisasi Ikhwanul Muslimin Sesat
apahabar.com

Hikmah

Ini 3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat
apahabar.com

Hikmah

Ustadz Riza Muhammad Akui Keseriusan Stefan William Belajar Islam
apahabar.com

Habar

Tarawih di Masjid Nabawi Berdurasi Singkat dengan Makmum Terbatas
Masjid di India Fasilitasi Pernikahan Pasutri Hindu

Religi

Masjid di India Fasilitasi Pernikahan Pasutri Hindu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com