Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut

Diterjang Corona, Denyut PAD Kalsel Melemah

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 16:34 WIB

Diterjang Corona, Denyut PAD Kalsel Melemah

Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 juga berimbas atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel. Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Kalsel, Imam Suprastowo memprediksi PAD akan hingga 2022.

“Jadi pelemahan perekonomian ini diprediksikan berlangsung hingga tahun depan, bahkan mungkin hingga 2022,” kata Imam, Minggu (10/5).

Imam yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua Komis II itu, paham betul jalur-jalur mana sumber pendapatan dapur daerah yang kini bergejolak.

Ujarnya, Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor. Perusahaan banyak merumahkan karyawan. Perusahaan batubara dan perusahaan crude palm oil (CPO) juga ikut tergerus, termasuk dengan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Bahkan dengan kondisi ini sejak awal diprediksi terjadinya penurunan PAD Kalsel berkisar 30 persen hingga 50 persen, tergantung waktu berlangsungnya pandemi Covid-19.

Kondisi ini sudah terlihat saat monitoring Komisi II DPRD ke Samsat di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten HSS turun hingga 50 persen, sedangkan di Kabupaten Tapin hanya turun satu persen.

“Ini hanya di dua daerah, bagaimana kondisi di kabupaten lain,” ujar Imam Suprastowo.

Diakui, penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor ini dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan dana yang ada untuk pembelian bahan makanan dan menunda pembayaran pajak.

Namun, Iman Suprastowo juga mengakui, Gubernur Kalsel dalam waktu dekat akan memberikan keringanan, berupa penghapusan denda pembayaran pajak kepada masyarakat terhitung 1 Mei 2020.

“Kita harapkan ini masih bisa menjadi sektor pendapatan daerah yang bisa diandalkan,” kata Imam Suprastowo.

Lebih lanjut diungkapkan, Komisi II berupaya mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan perekonomian di Kalsel, apalagi ada data pembanding dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin.

“Kita perlu mencarikan solusi terbaik untuk mengatasinya, agar bisa berjuang menghadapi ekonomi yang mengalami pelemahan,” ujarnya.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wonderful Indonesia Semarakkan Piala Dunia Wanita 2019 Perancis
Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Ekbis

Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

UMKM Terpuruk, Bos Minyak di Kalsel Tawarkan Solusi
Investor Luar Negeri

Ekbis

UU Cipta Kerja Makin Menarik bagi Investor Luar Negeri
apahabar.com

Ekbis

Seiring Pencairan Gaji Ke-13, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

OJK Setujui Perubahan Pencatatan Saham
apahabar.com

Ekbis

Premium Berencana Dihapus, Pertamina Klaim Pasokan Kalsel Aman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com