Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Doni Monardo: 110 Kabupaten/Kota Nyaris Steril Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:06 WIB

Doni Monardo: 110 Kabupaten/Kota Nyaris Steril Covid-19

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Foto-Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah daerah yang akan dibuka untuk melaksanakan tatanan norma baru atau new normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menurutnya, terdapat 110 kabupaten/kota yang siap melaksanakan prosedur normal baru karena nyaris tak ditemukan adanya kasus corona.

“Daerah-daerah yang sama sekali belum ada kasus. Terdapat sebanyak 110 kabupaten/kota di mana terdiri dari 87 di wilayah daratan dan 23 di wilayah kepulauan. Kemudian kecuali Papua, maka yang akan nantinya diberikan tawaran untuk membuka adalah 87 kabupaten/kota yaitu 65 di wilayah daratan dan 22 di wilayah kepulauan,” ujar Doni saat konferensi pers seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (27/05).

Daerah-daerah itu disebutnya hampir steril dari ancaman Covid-19. Namun menurutnya, tak selamanya daerah tersebut akan tetap aman dari Covid. Doni menjelaskan, daerah-daerah tersebut aman dari ancaman Covid karena tingginya tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan bahaya virus ini.

Selain itu, adanya koordinasi yang kuat antara tokoh-tokoh di daerah baik pemerintahan, tokoh daerah, hingga tingkat RT dan RW. “Kemudian adanya sejumlah daerah yang terisolasi sehingga aman dari Covid termasuk daerah daerah yang relatif sangat jarang dikunjungi oleh dari luar,” tambah dia.

Lebih lanjut, Doni juga menyampaikan terdapat pula daerah yang masuk dalam zona hijau. Di zona ini kasus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan standar dari WHO, terdapat 10 indikator wilayah yang dapat dibuka kembali.

Yakni penurunan jumlah kasus positif dalam dua minggu sebanyak lebih dari 50 persen; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP dua minggu lebih dari 50 persen; penurunan jumlah meninggal; penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP dirawat di rumah sakit; kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif; kenaikan jumlah selesai pemantauan dari ODP dan PDP; R0 kurang dari 1; dan jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam 2 minggu.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Geger, Pasien Covid-19 Kabur dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Ke Malaysia, Komisioner KPU Cek Surat Suara Tercoblos
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Kalsel Diatensi Presiden Lagi
apahabar.com

Nasional

Pelataran Tawaf Masjidil Haram Dibuka, Ini Dekrit Raja Salman
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Banyak Kendala Aturan Teknis pada Proyek Tol Trans Sumatera
apahabar.com

Nasional

Siap Redam China, TNI Kirim Empat F-16 ke Natuna
apahabar.com

Nasional

Bagaimana Haul Guru Sekumpul Jadi Wisata Rohani Terbesar se-Asean
apahabar.com

Nasional

Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Kalbar Tingkatkan Penjagaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com