Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara Cerita Penggali Makam Jenazah Covid-19 di Tabalong: Semangat Kemanusiaan Kalahkan Ketakutan Ramai-Ramai Vaksinasi Massal, HSS Kekurangan Stok

Edarkan Narkoba, Napi Asimilasi di Banjarmasin Masuk Penjara Lagi

- Apahabar.com     Senin, 18 Mei 2020 - 21:21 WITA

Edarkan Narkoba, Napi Asimilasi di Banjarmasin Masuk Penjara Lagi

Petugas bersama napi asimilasi (baju orange) yang kembali meringkuk karena kedapatan jual narkoba. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Baru saja dibebaskan lewat program asimilasi, seorang pria di Banjarmasin kembali berulah dengan mengedarkan narkotika.

Pelaku bernama Yulia Kristanto (42) warga Jalan Veteran, Gang Al-Ikhwan Nomor 1 RT 22, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur.

Pelaku ditangkap di kediamannya oleh Unit Opsnal Reskrim Polsek Banjarmasin Timur pada hari Kamis (14/5) sekira pukul 00.15 WITA.

Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Alfian Tri Permadi mengatakan, penangkapan pelaku berawal ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait seringnya terjadi transaksi narkotika di kawasan tersebut.

“Kemudian kita lakukan lidik dan gerebek di rumahnya,” kata Kapolsek.

Dari penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan sebanyak 25 paket narkotika sabu-sabu, 2 timbangan digital, 2 sendok plastik, 2 bundel plastik klip dan uang tunai sebesar Rp150 ribu yang merupakan hasil penjualan barang haram tersebut.

Kapolsek mengungkapkan, sebelumnya pelaku telah beberapa kali keluar-masuk ‘Hotel Prodeo’. “Yang pertama kasus penganiayaan dan terakhir kemarin kasus pencurian dengan kekerasan, beber Kapolsek.

Kepada polisi, Yulia Kristanto mengaku membeli barang haram tersebut dari temannya.

“Kita masih kembangkan untuk mencari jaringannya, temannya juga kita tetapkan sebagai DPO,” terang Kapolsek.

Alasan pelaku menjual barang haram tersebut, karena alasan ekonomi, terlilit hutang di perusahaan pembiayaan/finance.

Dikatakannya, satu paket sabu-sabu tersebut biasanya dijual oleh pelaku seharga Rp150-200 ribu. “Tergantung yang beli,” ucap pelaku.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku pun akan dijerat Pasal 114 Ayat (1) Junto Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

OTT, Bupati Muara Enim Ditangkap KPK
apahabar.com

Hukum

Dugaan Korupsi KNPI Tala, Sekdaprov Kalsel: Gunakan Dana Hibah Sesuai Program

Hukum

VIDEO: ‘Predator Sex’ Gauli Anak Tiri Sampai Beranak di Tapin Utara
apahabar.com

Hukum

Menkumham Bantah Akan Loloskan Napi Korupsi
Pemkot Banjarmasin

Hukum

Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI
apahabar.com

Hukum

Satu Lagi Tersangka Sabu Dibekuk
apahabar.com

Hukum

Dini Hari, Polisi Tangkap Penceramah Gus Nur di Malang Jatim
apahabar.com

Hukum

Simpan Sabu, Polisi Ringkus Pasangan Suami Istri di Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com