Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Edarkan Narkoba, Napi Asimilasi di Banjarmasin Masuk Penjara Lagi

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 21:21 WIB

Edarkan Narkoba, Napi Asimilasi di Banjarmasin Masuk Penjara Lagi

Petugas bersama napi asimilasi (baju orange) yang kembali meringkuk karena kedapatan jual narkoba. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Baru saja dibebaskan lewat program asimilasi, seorang pria di Banjarmasin kembali berulah dengan mengedarkan narkotika.

Pelaku bernama Yulia Kristanto (42) warga Jalan Veteran, Gang Al-Ikhwan Nomor 1 RT 22, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur.

Pelaku ditangkap di kediamannya oleh Unit Opsnal Reskrim Polsek Banjarmasin Timur pada hari Kamis (14/5) sekira pukul 00.15 WITA.

Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Alfian Tri Permadi mengatakan, penangkapan pelaku berawal ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait seringnya terjadi transaksi narkotika di kawasan tersebut.

“Kemudian kita lakukan lidik dan gerebek di rumahnya,” kata Kapolsek.

Dari penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan sebanyak 25 paket narkotika sabu-sabu, 2 timbangan digital, 2 sendok plastik, 2 bundel plastik klip dan uang tunai sebesar Rp150 ribu yang merupakan hasil penjualan barang haram tersebut.

Kapolsek mengungkapkan, sebelumnya pelaku telah beberapa kali keluar-masuk ‘Hotel Prodeo’. “Yang pertama kasus penganiayaan dan terakhir kemarin kasus pencurian dengan kekerasan, beber Kapolsek.

Kepada polisi, Yulia Kristanto mengaku membeli barang haram tersebut dari temannya.

“Kita masih kembangkan untuk mencari jaringannya, temannya juga kita tetapkan sebagai DPO,” terang Kapolsek.

Alasan pelaku menjual barang haram tersebut, karena alasan ekonomi, terlilit hutang di perusahaan pembiayaan/finance.

Dikatakannya, satu paket sabu-sabu tersebut biasanya dijual oleh pelaku seharga Rp150-200 ribu. “Tergantung yang beli,” ucap pelaku.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku pun akan dijerat Pasal 114 Ayat (1) Junto Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polisi Tangkap Bandar dan Pengepul Judi Togel di Tabalong

Hukum

ANEH, Korban KDRT di Kintap Tala Ngaku Bukan Ditebas Suami!
apahabar.com

Hukum

Terungkap, Sebab Kematian Kakek Sebatang Kara di Rumah Martapura
apahabar.com

Hukum

Ojol Penabrak Lari Irjen Zulkarnain: Saya Nggak Tahu Itu Pak Kapolda
apahabar.com

Hukum

Polisi Sempat Salah Tangkap Terduga Pengancam Bunuh Jokowi
apahabar.com

Hukum

Ancam Bos dengan Mandau, Mustafa Diseret ke Kantor Polisi
apahabar.com

Hukum

Anggota Tubuh Rentan Bermaksiat, Apa Maksiatnya Kaki?
apahabar.com

Hukum

Tunggu Pembeli, Pemuda LAU Ditangkap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com