Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Gaya

Rabu, 13 Mei 2020 - 05:15 WIB

Efek Makan Gorengan Berlebih Saat Buka Puasa Terhadap Kulit

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Jenis Makanan Goreng.  Foto- Antara

Jenis Makanan Goreng. Foto- Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bagi penyuka gorengan, jangan terlalu banyak memakannya saat buka puasa. Kenapa?

Sebab, siap-siap mengalami masalah pada kulit dan yang terburuk kanker.

Dokter spesialis kulit dari Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Arini Astasari Widodo mengatakan pada makanan yang digoreng ada banyak komponen yang dapat memberikan dampak pada kulit.

Antara lain, salah satunya proses menggoreng itu sendiri.

“Proses menggoreng meningkatkan molekul yang dinamakan AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga memicu penuaan kulit,” kata dia dalam diskusi via daring belum lama ini.

Proses ini juga membutuhkan temperatur yang tinggi, meningkatkan jumlah trans fat, dan membuat vitamin-vitamin yang berada di dalamnya menjadi rusak, termasuk vitamin yang berguna untuk kulit.

Baca juga :  Google Meet Akan Tersedia di Gmail

Selain itu, proses menggoreng meningkatkan senyawa kimia yang disebut sebagai acrylamide. Acrylamide dapat meningkatkan risiko kanker.

“Trans fat sendiri apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan respons peradangan, termasuk dapat terjadi pada kulit, sehingga kulit menjadi lebih sensitif terjadi inflamasi (radang). Hal ini perlu diwaspadai pada seseorang dengan kulit sensitif, bakat eksim atau autoimun,” papar Arini.

Di sisi lain, makanan yang di goreng bisa mengandung kalori tiga kali lipat dari sebelum proses menggoreng.

Kalori yang tinggi ini bisa berdampak pada kesehatan seperti memunculkan penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya dan ini juga akan memberikan dampak buruk pada kulit.

Baca juga :  Tips Berkendara Aman Ala Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel

Hal lain yang perlu menjadi pertimbangan, asupan garam dan MSG yang berlebihan dalam gorengan terutama jika Anda tak membuatnya sendiri.

Kedua zat ini sumber sodium yang dapat menarik air, sehingga tingginya kadar sodium pada makanan gorengan dapat membuat retensi cairan pada tubuh.

“Wajah dapat tampak ‘puffy’, sehingga wajah cenderung tampak tidak segar,” tutur Arini.

Makanan gorengan tak melulu gurih, bisa juga manis seperti donat, gemblong, pisang goreng madu, yang menjadi favorit pada saat berbuka.

Makanan manis ini bisa meningkatkan molekul yang dinamakan AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga mempercepat terjadinya penuaan kulit.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Unik, Fave Hotel Banjarmasin Siapkan Eating Contest Nasi Jamblang
apahabar.com

Gaya

5 Cara Mengendalikan Hasrat Makan Camilan Berlemak
apahabar.com

Gaya

Jaga Kesehatan Jantung, Olahraga Saja tidak Cukup
apahabar.com

Gaya

Angkat Isu Pers dan Seni, Yayasan Palatar Gelar “Basurah”
apahabar.com

Gaya

Sosiolog: Fenomena Kerajaan Muncul karena Minim Kesejahteraan Sosial
apahabar.com

Gaya

Tren Instagram dan Minat Warganet Indonesia Sepanjang 2019
apahabar.com

Gaya

Adrian Yunan Senang RUU Permusikan Dicabut
apahabar.com

Gaya

Kit Diagnostik Alat Pendeteksi DBD, Begitu Cara Kerjanya