VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,9 Persen, BI: Masih Positif 

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 12:13 WIB

Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,9 Persen, BI: Masih Positif 

Pandemi COVID-19 yang terjadi di berbagai negara tak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian global termasuk Indonesia. Foto ilustrasi-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2020 dilaporkan hanya 2,97 persen.

Namun Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan

capaian itu termasuk salah satu yang tertinggi di dunia saat pandemi Covid-19 dibandingkan negara lain yang pertumbuhannya negatif.

“Angka 2,97 persen itu alhamdulillah, artinya jauh lebih baik dari sebagian besar negara lain yang negatif atau kalau pun positif itu lebih rendah,” katanya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Rabu (6/5) dilansir Antara.

Pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan pertama tahun ini menurun dibandingkan triwulan empat tahun 2019 yang mencapai 4,97 persen.

Meski begitu, Perry Warjiyo mengaku pertumbuhan ekonomi itu patut disyukuri karena masih tumbuh positif dibandingkan negara lainnya.

“Pertumbuhan 2,97 persen ini menurut saya patut disyukuri bandingkan negara lain yang tumbuh negatif,” katanya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi RI itu juga bersamaan dengan ekonomi Vietnam yang tumbuh positif meski lebih tinggi dari Indonesia mencapai 3,82 persen.

Gubernur BI membandingkan pertumbuhan ekonomi RI dengan negara di kawasan ASEAN lain yakni Singapura yang tumbuh minus 2,2 persen dibandingkan triwulan empat 2019 mencapai 1 persen.

Begitu juga negara-negara Uni Eropa yang sebelumnya pada triwulan empat 2019 sebesar 1 persen menjadi minus 3,3 persen.

Negara lain yang juga tumbuh di kisaran positif namun lebih rendah dari Indonesia, ungkap dia, di antaranya Amerika Serikat pada triwulan pertama tahun ini mencapai 0,3 persen dan Korea Selatan mencapai 1,3 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I/ 2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen (year on year).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara kuartalan atau dibandingkan dengan kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 2,41 persen.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dialami oleh Indonesia. Menurut Suhariyanto, sejumlah negara mengalami kontraksi ekonomi akibat menerapkan kebijakan lockdown, kebijakan yang ditempuh untuk membendung penyebaran virus Corona. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pertamina: Hingga Juli, Produksi Migas Capai 98 Persen
apahabar.com

Ekbis

Penjual Sate Keluhkan Harga Ayam Naik
apahabar.com

Ekbis

Menguat 0,16%, IHSG Tembus 5.101
apahabar.com

Ekbis

April 2020, Pasar Mobil Indonesia Anjlok 90,6 Persen
apahabar.com

Ekbis

Kuliah Umum Adaro, Memperkuat Pertumbuhan Wirausaha di Balangan
apahabar.com

Ekbis

Safe Travel Campaign Bikin Jumlah Penumpang AP II Melesat
apahabar.com

Ekbis

Sentimen Positif Global, Bawa IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

Imbas Corona, Serapan Ayam Potong di Kalsel Turun Hingga 50 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com