ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Kamis, 28 Mei 2020 - 18:25 WIB

Evaluasi PSBB Banjarmasin Tahap III, Fokus ke Tiga Kluster

Redaksi - apahabar.com

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat rapat pembahasan 'New Normal' di Aula Rupatama Polresta, Rabu (28/5) siang tadi. Foto - Istimewa

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat rapat pembahasan 'New Normal' di Aula Rupatama Polresta, Rabu (28/5) siang tadi. Foto - Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebut ada tiga fokus perhatiannya dalam memutus mata rantai Covid-19, terutama di tiga kluster baru muncul.

Seperti kluster kluster Pasar Antasari, Pekapuran dan Sungai Bilu.

“Kita fokus di Pasar Antasari, Pekapuran, dan Sungai Bilu yang jumlahnya meningkat terus. Maka dari itu, diharapkan dengan rapid test massal yang akan dilaksanakan ini betul-betul dapat mentracking agar tidak ada lagi kluster baru,” kata Ibnu Sina saat rapat pembahasan ‘New Normal’ di Aula Rupatama Polresta, Rabu (28/5) siang tadi.

Sementara untuk lainnya, seperti kluster Gowa, Ibnu mengklaim mata rantai penyebarannya sudah putus.

Baca juga :  Implementasi Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalsel

Ibnu mengapresiasi upaya petugas di lapangan dalam mensosialisasikan percepatan pencegahan Covid-19 di Banjarmasin.

Sebab menurutnya hal tersebut bisa dilihat dari kesadaran warga yang sudah mau melakukan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) di wilayah tempat tinggalnya.

“Kita apresiasi para Lurah, RT dan RW yang menggerakkan warganya untuk secara mandiri mendirikan posko PSBK,” ungkapnya.

Menurutnya, PSBK ini sebenarnya sudah ada pada Peraturan Wali Kota sejak PSBB tahap I diterapkan.

“Pada Perwali Pasal 18 itu sudah menjelaskan soal pelibatan RT, RW, dan Lurah serta masyarakat. Tapi karena RT, RW dan Lurah ini terkonsentrasi pada penjaringan penerima bantuan sosial, sehingga PSBK ini terabaikan dan tidak sempat lagi dikerjakan,” paparnya.

Baca juga :  Fakta Baru Ayah Hamili Anak Sendiri di Kotabaru: Tak Puas dengan Istri

Ibnu berharap, dengan adanya kesadaran warga terkait PSBK ini, dapat mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Banjarmasin tak semakin meluas.

“Maka evaluasi kita di PSBB tahap III ini, diharapkan, dengan adanya PSBK dapat mengawasi pergerakkan warga, melokalisir, dan memutus mata rantai hingga ke skala yang lebih luas,” tuturnya.

Terlepas itu, Ibnu menjelaskan saat ini pihaknya fokus terhadap 3 kluster yang dikhawatirkan penyebarannya menghasilkan kluster baru.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Catatan Akhir Tahun, Kapolda: Laka Lantas di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjar Luncurkan Simolek, Ini Kelebihannya
apahabar.com

Kalsel

Resmi Keputusan Putra Guru Sekumpul, Kubah Ditutup Sementara
apahabar.com

Kalsel

Nobar Debat, BPD Prabowo-Sandi Sajikan Durian
apahabar.com

Kalsel

Perbaiki Jaringan XL di Takisung, Pemuda Cilacap Tewas Kesetrum  
apahabar.com

Kalsel

Pilu Anak Pasien Covid-19 di Banjarmasin: Dijauhi Warga Sekampung!

Kalsel

Teler Saat PSBB, Pemuda di Banjar Dihukum Push Up
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu Kembali Bertambah, Total 39 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com