Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Fakta Baru, 30 Persen Pasien Covid-19 Kalsel Wafat Sebelum Dirawat

- Apahabar.com Rabu, 20 Mei 2020 - 12:36 WIB

Fakta Baru, 30 Persen Pasien Covid-19 Kalsel Wafat Sebelum Dirawat

RSUD Ulin Banjarmasin memastikan diri siap menangani pasien suspect corona. Puluhan ruang isolasi khusus disiapkan. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan terbilang tinggi. Kini, angkanya sudah mencapai 51 orang.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Ansari Saleh Banjarmasin, dr Izaak Zoelkarnain Akbar membeberkan sekitar 30 persen dari jumlah pasien tersebut meninggal saat masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Artinya belum sempat dirawat atau meninggal kurang dari 24 jam pertama,” ungkap Izaak dalam keterangan resminya yang diterima apahabar.com belum lama ini.

Mayoritas, kata dia, pasien yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang parah. Pasien mengalami sesak parah, sehingga saturasi oksigen hanya mencapai 60 persen saja atau separuh dari kapasitas paru-paru.

apahabar.com

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Ansari Saleh Banjarmasin, Dr dr Izaak Zoelkarnain Akbar. Foto: Istimewa

“Imbauan kami, apabila menemukan, mengetahui atau merasakan sendiri (gejala) panas, batuk pilek dan ada atau tidak ada sesak. Sesegera mungkin untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit,” pesannya.

Kendati virus ini bisa membunuh manusia saat kondisi parah, namun pada fase dini virus Covid-19 dapat dicegah dengan segera melakukan tindakan penanganan oleh tim medis. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tak takut memeriksakan diri hingga terkonfirmasi apakah positif tertular atau tidak.

Sebagai informasi, dari data terakhir Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Kalsel, sudah terjadi penularan hingga 484 kasus. Pasien terkonfirmasi positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan karantina khusus provinsi maupun yang disediakan kabupaten/kota.

Dari jumlah kasus tersebut, sekitar 142 pasien dirawat di rumah sakit. Sedangkan menurut Izaak, rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota memiliki sekitar 250 tempat tidur. Atau sekitar 70 persen sudah dipenuhi.

“Dari data ini maka bisa kita simpulkan, sekarang rumah sakit tetap siap untuk merawat pasien,” katanya

Meski rumah sakit masih siap menampung pasien lebih banyak lagi, Izaak meminta masyarakat untuk kooperatif terhadap aturan pemerintah. Sehingga jumlah kasus Covid-19 dapat menurun dan penanganan dapat berjalan lancar.

“Dengan catatan tolong dibantu supaya pasien yang kita rawat tidak tambah lama dan tambah banyak. Karena suatu saat sumber daya di rumah sakit juga akan terbatas,” pesannya mengakhiri.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

GTPP Covid-19 Kalsel Tepis Isu Rapid Test yang Dipakai Abal-Abal
apahabar.com

Kalsel

Salat Id di Banjarbaru Belum Pasti, Gubernur: Di Rumah Aja
apahabar.com

Kalsel

22 Juli, Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Lima Kabupaten di Kalsel Hari Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

Kalsel

VIDEO: Cafe Rumah The Panasdalam Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Senator Kalsel Soal Peresmian Bandara Syamsudin Noor: Harus Pacu Wisatawan
apahabar.com

Kalsel

Gedung Baru RS Sultan Suriansyah Rampung Akhir Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Ikuti Pembagian Bahan Pokok Serentak di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com