Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalsel

Sabtu, 23 Mei 2020 - 14:12 WIB

Gema Takbir Boleh Digaungkan, Asalkan?

Rizky p - Apahabar.com

Ilustrasi takbiran di masjid. Foto-Istimewa

Ilustrasi takbiran di masjid. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah pusat resmi menetapkan awal Bulan Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tanggal 24 Mei 2020.
Dalam momen tersebut, biasanya malam Idul Fitri kerap dihiasi gema takbir yang dikumandangkan oleh Masjid dan Musala.

Jika beruntung, ada beberapa kawasan yang melakukan takbir keliling atau pawai.

Lalu bagaimana ditengah Pandemi virus Corona?

Kepala Kemenag Kalsel Noor Fahmi menghimbau agar takbir keliling tidak dilaksanakan selama pandemi virus Corona.

Namun, dia berharap gema takbir tetap dapat digaungkan melalui pengeras suara di masjid dan musala.

Baca juga :  Kodim 1002 Beri Wawasan Kebangsaan pada Siswa SMKN Barabai

“Di masjid dan musala bisa menggaungkan takbir ini melalui loud speaker, sehingga betul betul kegembiraan menyambut hari raya Idul Fitri itu tidak hilang,” ujar Fahmi.

Fahmi menyampaikan harapan tersebut wajib dibarengi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya pengurus Masjid yang menggaungkan takbir tak lebih dari lima orang dan pun selalu menjaga jarak.

Mereka juga harus mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah ke Masjid dan Musala.

“Wabah virus Corona ini tak boleh menghalangi kita. pengurus mesjid boleh melakukan takbir asalkan jumlah orangnya sedikit dan mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya.

Baca juga :  H3 Lebaran, Kemenhub Apresiasi APT Pranoto

Fahmi memahami bahwa umat Muslim terpaksa merayakan Idul Fitri dengan kondisi terbatas.

Namun, dia tidak ingin Corona menjadi penghalang umat Muslim untuk bisa merayakan kegembiraan di hari kemenangan.

Jadinya masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintah dalam merayakan Idul Fitri.

Jika tidak, dikhawatirkan angka penularan Corona dapat meningkat apabila Idul Fitri tetap dirayakan tanpa mematuhi aturan pemerintah.

“Dengan harapan bisa memutus mata rantai dan menekan angka virus Corona itu sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

5 Hari Pengeringan Irigasi, Pembudidaya Ikan “Tepuk Jidat”
apahabar.com

Kalsel

Miliki Segudang Prestasi, Sekda Tamzil Maju Pilbup HST?
apahabar.com

Kalsel

Pencarian Kai Rahman yang Diduga Tenggelam, Dihentikan
apahabar.com

Kalsel

Usai Nobar Debat Capres, Tak Mau Golput
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Kesehatan Petugas Posko Karhutla Landasan Ulin Turut Dipantau
apahabar.com

Kalsel

Bendera Pataka Kesetiakawanan Sosial Nasional Disambut Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Keluarkan Imbauan, Ibnu Sina Jamin Banjarmasin Bebas Suspect Corona
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Kalsel, NU: Bukan Kepentingan Politik