Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Gema Takbir Boleh Digaungkan, Asalkan?

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Mei 2020 - 14:12 WITA

Gema Takbir Boleh Digaungkan, Asalkan?

Ilustrasi takbiran di masjid. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah pusat resmi menetapkan awal Bulan Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tanggal 24 Mei 2020.
Dalam momen tersebut, biasanya malam Idul Fitri kerap dihiasi gema takbir yang dikumandangkan oleh Masjid dan Musala.

Jika beruntung, ada beberapa kawasan yang melakukan takbir keliling atau pawai.

Lalu bagaimana ditengah Pandemi virus Corona?

Kepala Kemenag Kalsel Noor Fahmi menghimbau agar takbir keliling tidak dilaksanakan selama pandemi virus Corona.

Namun, dia berharap gema takbir tetap dapat digaungkan melalui pengeras suara di masjid dan musala.

“Di masjid dan musala bisa menggaungkan takbir ini melalui loud speaker, sehingga betul betul kegembiraan menyambut hari raya Idul Fitri itu tidak hilang,” ujar Fahmi.

Fahmi menyampaikan harapan tersebut wajib dibarengi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya pengurus Masjid yang menggaungkan takbir tak lebih dari lima orang dan pun selalu menjaga jarak.

Mereka juga harus mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah ke Masjid dan Musala.

“Wabah virus Corona ini tak boleh menghalangi kita. pengurus mesjid boleh melakukan takbir asalkan jumlah orangnya sedikit dan mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya.

Fahmi memahami bahwa umat Muslim terpaksa merayakan Idul Fitri dengan kondisi terbatas.

Namun, dia tidak ingin Corona menjadi penghalang umat Muslim untuk bisa merayakan kegembiraan di hari kemenangan.

Jadinya masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintah dalam merayakan Idul Fitri.

Jika tidak, dikhawatirkan angka penularan Corona dapat meningkat apabila Idul Fitri tetap dirayakan tanpa mematuhi aturan pemerintah.

“Dengan harapan bisa memutus mata rantai dan menekan angka virus Corona itu sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Petahana Fokus Program Kerja Respon Duet Ovie-Iwan
apahabar.com

Kalsel

Korban Tenggelam di Sungai Baru Ditemukan Tewas

Kalsel

Petugas-Warga Binaan Lapas Kotabaru Gelar Salat Gaib untuk Korban Lapas Tanggerang
apahabar.com

Kalsel

Tak Butuh Kajian Drainase, Pemkot Banjarmasin Pilih Fokus Pengerukan
apahabar.com

Kalsel

Kantor Imigrasi Perketat Pengawasan, TKI Ilegal Bisa Diancam Penjara serta Denda Rp1 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Cegah Gesekan di Masyarakat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dialog dengan Tokoh Agama
apahabar.com

Kalsel

Tambah 5 Pengidap Baru, Positif Covid-19 di Banjarbaru Jadi 69 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Banyak yang Dirumahkan, Klaim Jaminan Hari Tua di Banjarmasin Melonjak Drastis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com