Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

GTPP Beberkan Alasan Kasus Covid-19 Kalsel Naik Drastis

- Apahabar.com Sabtu, 16 Mei 2020 - 21:04 WIB

GTPP Beberkan Alasan Kasus Covid-19 Kalsel Naik Drastis

Dalam melacak kasus Covid-19, GTPP melakukan rapid test massal di beberapa pasar tradisional Banjarmasin sebagai wilayah pengidap tertinggi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya-upaya petugas surveilans dalam melacak kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan terbukti jitu.

Dari 47 kasus baru pada hari ini, Sabtu (16/5), 36 di antaranya terungkap berkat pelacakan mereka.

“Saat ini memang terjadi peningkatan cukup signifikan. Dan di antaranya adalah hasil tracking masif yang dilakukan petugas di lapangan,” ungkap Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim dalam siaran pers yang diterima apahabar.com, baru tadi.

47 kasus tersebut terdiri dari 6 pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif, 36 hasil tracking di Banjarmasin (22 kasus), Tanah Bumbu (12 kasus) dan Hulu Sungai Utara (2 kasus), serta 1 PDP perawatan RSUD Sultan Suriansyah (KS-Covid 322 atau SS-15) terkonfirmasi positif yang meninggal dunia belum lama ini.

“Saat ini yang dirawat ada 60 di rumah sakit dan 203 menjalani karantina secara khusus,” sebut Muslim.

Dalam melacak kasus Covid-19, GTPP melakukan rapid test massal di beberapa pasar tradisional Banjarmasin sebagai wilayah pengidap tertinggi. Dari 1.361 uji cepat, diketahui 129 di antaranya reaktif atau sekitar 9,47 persen.

“Pagi sampai siang tadi telah dilakukan upaya tracking oleh teman-teman di Banjarmasin bersama Gugus Tugas provinsi Kalsel. Ini merupakan Rapid test terbanyak,” beber dia.

Sepanjang kasus Covid-19 di Kalsel sampai saat ini, telah tercatat 69 kasus sembuh dan 36 kematian akibat penularan virus ini.

Pada hari ini dilaporkan 5 pasien karantina asal Tabalong dan Banjarmasin dinyatakan sembuh. Yaitu KS-Covid 50 (laki-laki, 61 tahun asal Tabalong), KS-Covid 51 (laki-laki 46 tahun asal Tabalong), KS-Covid 82 (laki-laki 50 tahun asal Tabalong).

Lalu, KS-Covid 83 (laki-laki 18 tahun asal Tabalong) dan KS-Covid 08 (laki-laki 21 tahun asal Banjarmasin).

“4 di antaranya karantina di Tabalong adalah kluster Gowa dan 1 karantina Banjarmasin merupakan kontak erat pada (kasus) kontak pertama,” jelasnya

Pada hari ini juga dilaporkan 1 PDP meninggal dunia yaitu bayi wanita asal Tabalong dengan kode pasien Ulin-146. Untuk diketahui pula, jumlah PDP tercatat sebanyak 89 pasien dan ODP berjumlah 979.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Belum Terima Laporan Kotak Suara Rusak
Banjir

Kalsel

Galang Dana Banjir, Jurnalis Kotabaru Kaget Didatangi Kasat Reskrim
apahabar.com

Kalsel

Sederet Prestasi dan Atensi Irjen Nico, Kapolda Baru Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Penjual Rujak Keliling Ditemukam Tewas Mengambang
Call Center 110

HSS

Polri Luncurkan Call Center 110, Polres HSS Siap Layani Masyarakat
Banjarmasin

Kalsel

Mobil Dinas Baru, PSI Kritik Pedas DPRD Banjarmasin!

Kalsel

VIDEO: Sebut Polisi Monyet, Pemuda di Banjarmasin Tak Berkutik Saat Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2019 Minim, Peran BUMD Dinilai Kurang!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com