Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

GTPP Covid-19 Kalsel Tepis Isu Rapid Test yang Dipakai Abal-Abal

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 09:47 WIB

GTPP Covid-19 Kalsel Tepis Isu Rapid Test yang Dipakai Abal-Abal

Juru bicara GTPP Covid-19 Kalsel, HM Muslim. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalimantan Selatan, HM Muslim menepis informasi mengenai beredarnya Rapid Test yang dipakai abal-abal.

Menurutnya, alat uji cepat yang digunakan saat ini, seluruhnya merupakan bantuan langsung dari Kementerian Kesehatan RI.

“RPD atau Rapid test yang kita punya semua saat ini diberikan oleh bantuan kementerian. Kabar Rapid test dikatakan abal-abal beredar di kalsel, ini menjadi bahan evaluasi terutama kepada lembaga dan institusi terkait,” ungkap Muslim dalam siaran persnya, Kamis (15/5).

Untuk diketahui, merek rapid test sebagai metode skrining awal mendeteksi penularan Covid-19 yang digunakan saat ini adalah Wondfo.

Ini merupakan produk rapid test yang diakui dan terdaftar di badan WHO.

Pemerintah Kalsel juga tengah berupaya menambah pasokan sesuai rekomendasi yang diberikan Kemenkes.

“Saat ini ada beberapa yang kita tunggu pembelian, tentu saja rapid test yang kita adakan mengacu pada rekomendasi yang diberikan oleh Kemenkes,” terangnya.

Selain Rapid test, Pemprov Kalsel juga terus memaksimalkan pemeriksaan Covid-19 di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Banjarbaru.

Reagensia sebagai bahan utama dalam melakukan swab pada pasien dengan indikasi penularan Covid-19, dinilai cukup untuk pemeriksaan dalam beberapa pekan ini.

“Kemarin yang datang bantuan dari pusat yaitu 5.900 spesimen. Saat ini masih melakukan pemberian dengan target 9.500,” sebut dia.

Kondisi ini menjadi perhatian Gugus Tugas agar kesinambungan pemeriksaan Covid-19 di lab BTKL-PP dapat dimantapkan untuk mengkonfirmasi kasus baru maupun kasus perawatan dalam menentukan kesembuhan pasien.

Dalam laporannya, Muslim juga membeberkan informasi terkait Rapid test massal terhadap 245 orang kluster Pasar Antasari Banjarmasin.

Dua tahap telah dilakukan oleh petugas surveilans provinsi maupun Banjarmasin.

“Ada sekitar 49 yang saat ini reaktif. Oleh karena itu, ini menjadi pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh teman-teman,” pungkasnya.

Reporter : Musnita Sari
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik..!! Layanan BPJS Gratis Sentuh HST
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Banjarmasin: 2 Lagi Positif, Pengambangan dan Kuripan Tambah Penderita
apahabar.com

Kalsel

Stok Pangan di Batola, DKPP: Aman Hingga Akhir 2020

Kalsel

Waswas Covid-19, RT Surgi Mufti Siasati Pembagian Sembako
apahabar.com

Kalsel

Pantau Pengerjaan Jalan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Pastikan Pekerjaan Tidak ‘Melenceng’
apahabar.com

Kalsel

Cegah Konflik Sosial dan Paham Radikal, Polsek Kelumpang Tengah Gelar Rakor
apahabar.com

Kalsel

Seorang Pemuda Lumpuh di Tala Terima Hadiah Impian dari Ketua HIPMI
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Tegaskan Kesiapan HKSN 2019 Mencapai 75 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com