Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Gubernur Jatim: PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang

- Apahabar.com Sabtu, 9 Mei 2020 - 21:54 WIB

Gubernur Jatim: PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang

Ilustrasi penerapan PSBB di Surabaya. Foto-Jawa Pos/Ahmad Khusaini

apahabar.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kawasan Surabaya Raya diperpanjang. Adapun kawasan Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

“Perpanjangannya selama 14 hari atau dimulai 12 Mei 2020 hingga 25 Mei 2020. Kalau untuk PSBB yang tahap pertama akan berakhir 11 Mei 2020,” ujarnya usai rapat evaluasi PSBB tahap pertama di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu (09/05).

Keputusan tersebut merupakan kesepakatan yang diambil Gubernur bersama Forkopinda Jawa Timur dan tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Menurut dia, berdasarkan telaah dari para pakar epidemiologi tentang penyebaran Covid-19, sebanyak 70 persen orang terinfeksi dan proses infeksinya bisa tetap bergerak di atas 14 hari.

Maka, kata dia, 14 hari PSBB yang telah dilakukan di Surabaya Raya setelah ditelaah secara epidemiologi dinilai belum cukup untuk menjamin berhentinya penyebaran Covid-19.

“Dari telaah pakar epidemiologi terkait PSBB tahap pertama ini maka kami bersepakat dan setuju akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Ia mengatakan, keputusan untuk memperpanjang masa PSBB juga diambil setelah melihat hasil kajian epidemiologi yang menunjukkan pola penyebaran Covid-19 masih tinggi, terutama untuk Kota Surabaya.

Berdasarkan kajian sama, lanjut dia, disebutkan bahwa sebagian pasien yang terjangkit memiliki masa penularan lebih dari 14 hari.

“Hanya 30 persen orang-orang positif Covid-19 yang masa penularannya hanya 14 hari, kemudian 35 persen lainnya bisa menularkan hingga 21 hari. Dan sebanyak 15 persen orang yang terinfeksi masa penularannya mencapai 28 hari hingga 30 hari,” tuturnya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa fakta lain yang menjadi alasan perpanjangan PSBB yaitu belum tercapainya semua indikator keberhasilan sebagaimana dicantumkan dalam Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Di antaranya yakni belum tercapainya penurunan jumlah kasus konfirmasi Covid-19, penurunan angka kematian dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal.

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, pelaksanaan PSBB Gresik dan Sidoarjo dinilai nisbi berhasil karena terjadi penurunan tren persebaran penularan.

Sedangkan, Kota Surabaya masih perlu kerja keras lagi karena masih terus mengalami peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena memang PSBB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah,” tandas mantan menteri sosial tersebut.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Marinir TNI AL Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna, Ada Apa?
Gempa Tektonik

Nasional

Selama Desember, Gempa Tektonik Terjadi 134 Kali di Wilayah Sulsel
Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini

Nasional

Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hanya Unggul di Kotabaru

Nasional

Gagal Jadi PNS Tahun Ini? Tenang, Masih Ada Lowongan CPNS Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Innalillah, 14 Ekor Sapi Mati Tersambar Petir
Kapolri Idham Azis

Nasional

Gantikan Posisi Kapolri Idham Azis, 3 Jenderal Berikut Berpeluang Besar
apahabar,com

Nasional

Gempa M 5,1 Guncang Tuapejat Sumbar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com