Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi SHM-MAR Kampanye, Pedagang Keliling Ketiban Berkah

Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya Optimis PSBB Disetujui

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 22:50 WIB

Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya Optimis PSBB Disetujui

Ilustrasi PSBB. Foto-apahabar.com/ Zulfikar

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran telah menandatangani surat pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Palangka Raya.

“Mudah-mudahan dalam 10 hari kedepan ada jawaban,” kata Sugianto, Rabu (6/5).

Hal tersebut disampaikan saat menggelar diskusi secara virtual dengan Dewan Riset Daerah (DRD), akademisi, serta pimpinan perguruan tinggi negeri (PTS) dan perguruan tinggi swasta (PTS), se Kalimantan Tengah.

Sugianto yakin, usulan PSBB kali ini bakal disetujui Kementerian Kesehatan. Mengingat jumlah kasus terpapar corona virus disease atau Covid-19, semakin banyak.

Bahkan lanjutnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Doni Monardo, menyarankan agar PSBB dapat diterapkan di seluruh wilayah Kalteng.

Namun lantaran terkendala minimnya anggaran, tawaran PSBB seluruh Kalteng, tidak bisa dipenuhi.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng H Darliansjah, optimistis PSBB ini akan disetujui pusat.

Pasalnya surat permohonan PSBB Pemkot Palangka Raya sudah sesuai Permenkes Nomor 9/ 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“Insya Allah PSBB kota, yang kita usulkan ke Menkes disetujui, karena sudah dilakukan kajian Gugus Tugas Kalteng bersama Tim Epidemiologi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. Memang usulan PSBB Kota Palangka Raya, 8 April 2020 lalu ditolak Menteri Kesehatan dr Terawan.

Dengan pertimbangan masih ada yang tidak memenuhi Permenkes Nomor 9/ 2020 tentang PSBB.

Kendati demikian, sebenarnya penerapan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) di 10 kelurahan Kota Palangka Raya, tidak jauh berbeda dengan PSBB.

“Hanya PSBB kita bisa melarang orang masuk dan keluar, seratus persen. Kalau di lapangan tetap saja kayak PSKH,” imbuhnya.

apahabar.com

Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran (kiri) dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (kanan). Foto-Istimewwa

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Cegah Teroris, Gubernur Kalteng Minta Masyarakat Aktifkan Siskamling
apahabar.com

Kalteng

Dewan Kapuas Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalteng

Pencarian 3 Nelayan di Laut Jawa; Satu Ditemukan dengan Tubuh Tidak Utuh
apahabar.com

Kalteng

Korban Kebakaran di Dadahup Terima Daging Kurban dari Polres
apahabar.com

Kalteng

Keinginan Perusda di Barito Utara Ditolak Pertamina
apahabar.com

Kalteng

Dear Warga Kobar Kalteng, Biaya Rapid Tes Kini Turun Drastis
apahabar.com

Kalteng

Mudik Lebaran, 5.621 Penumpang Sudah Diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit
apahabar.com

Kalteng

Dinas Kominfo dan Polres Kapuas Bangun Sinergitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com