Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalsel

Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:20 WIB

H-1 Idul Fitri, Makam Datu Kalampayan Masih Ditutup Imbas Corona

Rizky p - Apahabar.com

Makam Datu Kalampayan sepi aktivitas peziarah. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Makam Datu Kalampayan sepi aktivitas peziarah. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, MARTAPURA – H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau akrab dikenal Datu Kalampayan masih ditutup sementara akibat dari pandemi virus Corona.

Berdasarkan pantauan apahabar.com di lapangan, spanduk biru berukuran 3×1 meter terbentang menggantung di depan pintu gerbang masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Astanbul, Banjar, Kalimantan Selatan.

Berisikan nada imbauan, makam atau kubah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ditutup sementara waktu demi mencegah penyebaran virus Corona.

Tampak portal berbahan kayu motif zebra berdiri tegak di atas sebuah besi tua yang sengaja diletakkan untuk menghalangi akses masuk para peziarah.

Di saat memasuki gerbang masjid, beberapa orang lelaki mulai menghampiri sekaligus menanyakan maksud dan tujuan berkunjung ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Rupanya kondisi ini sudah berlangsung sejak 2 bulan lalu, semenjak wabah virus Corona mulai merambah ke Banua – sebutan Kalimantan Selatan.
Aktivitas ibadah di makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk sementara waktu ditiadakan.

Tak heran siang maupun malam situasi lengang. Bahkan pintu masjid untuk masuk ke makam Datu Kalampayan dikunci petugas. Begitu pula ruang perpustakaan yang terletak di sebelah kiri masjid.

Baca juga :  Kronologis Tenggelamnya Dua Pemuda di Sungai Tapin

Padahal peninggalan sejarah seperti kitab yang ditulis tangan dan tongkat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari berada di sana.

“Mohon maaf untuk sementara waktu semua ruang di sini dikunci petugas. Ini berlangsung kurang lebih 2 bulan lalu,” ucap penjaga makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Marjuki, belum lama tadi.

Beruntung makam Datu Kalampayan masih bisa dilihat dari luar masjid melalui kaca jendela.

Termasuk makam sang istri Guwat dan Kadarmanik yang berada di samping kanan makam Datu Kalampayan.

Di tengah Pandemi Covid-19 ini, sangat banyak kegiatan di masjid yang ditiadakan. Di antaranya seperti acara Shalawat Burdah, Manakib, dan Banasit.

Biasanya jemaah itu berasal dari kalangan pesantren, kelompok pengajian, dan masyarakat setempat.

Meski telah ditutup, namun sebagian masyarakat masih ada yang berkunjung ke makam ulama kharismatik Kalimantan Selatan tersebut.

Walaupun hanya berjumlah satu hingga dua orang yang bermaksud meletakkan setangkai bunga melati di atas makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai wujud Nazar.

“Biasanya masih ada masyarakat yang ingin berziarah ke makam Datu Kalampayan. Rata-rata belum mengetahui bahwa sedang ditutup sementara waktu,” kata Marjuki.

Padahal sebelum virus Corona menyerang, jumlah peziarah ke makamDatu Kalampayan bisa mencapai ratusan hingga ribuan orang per hari. Kebanyakan peziarah datang bersama berombongan menggunakan bus, baik berasal dari Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah.

Baca juga :  Tiba di Arafah, Jemaah Haji HST akan Mulai Wukuf

apahabar.com

Namun saat ini tingkat kunjungan berubah 180 derajat.

Kondisi ini bukan hanya berimplikasi terhadap pengelola makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, namun juga perekonomian masyarakat setempat.

Tak sedikit para pedagang memilih untuk menutup tempat dagangan.
Pendapatan masyarakat menurun drastis mencapai 95 persen dibandingkan biasanya.

“Biasanya penghasilan bisa mencapai Rp 200 – 300 ribu per hari. Namun saat ini kami kehilangan pendapatan. Bukan hanya toko berimbas terhadap toko, namun juga tempat parkir di dekat makam Datu Kelampayan,” bebernya.

Sementara itu, Zuriat Ketujuh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Guru Ahmad Daudi mengatakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, makam atau kubah Datu Kalampayan masih sepi pengunjung.

Guru Daudi masih belum mengetahui sampai kapan kondisi ini akan berlangsung.

“Belum ada arahan kapan makam atau kubah akan dibuka. Mungkin setelah virus Corona ini berlalu,” tutup Guru Daudi melalui via WhatsApp.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kembali ke Kalsel, Kejurnas Time Rally Pakai Aturan Baru
apahabar.com

Kalsel

BPBD: Enam Kios dan Satu Rumah di Kelayan Ludes Terbakar

Kalsel

VIDEO: Aspirasi BEM se-Kalsel Sudah ke DPR dan DPD RI
apahabar.com

Kalsel

Demi Tangani Corona, Dinas PUPR Banjarmasin Alihkan Dana Rp20 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Dilamar Saidi, Nasdem Fokus Cari Cawabup
Wisata Pasar Budaya Rancah Mampulang Balangan Resmi Dibuka

Kalsel

Wisata Pasar Budaya Rancah Mampulang Balangan Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Hasnur Grup Gelar Buka Puasa Bersama di Sungai Puting
apahabar.com

Kalsel

Bagi-Bagi Sembako di Banjarmasin Utara, Caleg Dituntut 3 Bulan Penjara