BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Tidak Pesimis

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 21:28 WIB

Hadapi Pandemi Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Tidak Pesimis

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/Pool/Aww

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak pesimistis dan berputus asa menghadapi pandemi corona yang terjadi di 213 negara di dunia.

Seluruh komponen masyarakat, kata dia, harus berusaha sekuat tenaga melindungi diri, keluarga, dan negara dari penularan virus corona yang semakin meluas.

“Dalam kesulitan ini kita tidak boleh pesimis, tidak boleh putus asa, kita semuanya wajib berikhtiar,” kata Jokowi saat memberikan sambutannya dalam acara doa kebangsaan dan kemanusiaan melalui video conference dikutip dari Republika.co.id, Kamis (14/05).

Ia mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat sehingga dapat memutus rantai penularan virus. Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriyah, Presiden juga mengingatkan agar seluruh masyarakat juga berikhtiar secara batiniyah melalui berdoa dan memohon pertolongan Allah agar terbebas dari pandemi corona.

“Agar kita semuanya diringankan, disingkirkan dari segala musibah. Marilah kita bersama-sama tundukan kepala, merendahkan hati, kita memohon kepada Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, diberikan kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberikan kekuatan agar kita semua bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah SWT,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, masyarakat juga perlu tenang dan sabar dalam menghadapi ujian ini. Sebab, kata dia, kepanikan merupakan separuh bentuk dari penyakit, ketenangan merupakan separuh obat, dan kesabaran merupakan titik tolak kesembuhan.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih beroptimis dan menghilangkan ketakutan yang berlebihan dari pandemi corona ini. Selain itu, masyarakat juga perlu membangkitkan kembali rasa empati dan solidaritas sosial guna membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan rasa cemas, menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan, hidupkan optimisme, bangkitkan empati, tumbuhkan solidaritas sosial, dan inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling untuk membantu saudara-saudara kita,” kata Jokowi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Hubei
apahabar.com

Nasional

Kapolri Turut Sumbang Sapi Limosin untuk Acara Haul Guru Sekumpul ke-14

Nasional

Kalimantan Utara Tingkatkan Sarana Pendidikan Daerah 3T
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Beri Bintang Jasa untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Tegaskan Tak ada Tawaran Jadi Direksi BUMN
apahabar.com

Nasional

Tri Susanti dan Samsul Arifin Tersangka Rasial Asrama Papua Ditahan
apahabar.com

Nasional

Mau Ikut People Power di Jakarta, Puluhan Laskar FPI Kalsel Diamankan
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Pansel Mulai Tes Wawancara 8 Calon Hakim MK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com