ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Ekbis

Jumat, 1 Mei 2020 - 11:33 WIB

Harga Minyak Melonjak pada Akhir Perdagangan Kamis

Redaksi - Apahabar.com

Minyak naik ditopang harapan permintaan akan pulih dari efek corona. Foto-antara

Minyak naik ditopang harapan permintaan akan pulih dari efek corona. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya.

Itu juga didukung kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS dan dimulainya pengurangan produksi dalam upaya mengimbangi penurunan permintaan bahan bakar akibat pandemi virus Corona.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak 3,78 dolar AS atau 25,1 persen.

Menjadi menetap pada 18,84 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, menyusul kenaikan 22 persen pada sesi sebelumnya.

Sementara itu minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 2,73 dolar AS atau 12,11 persen, menjadi ditutup pada 25,27 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Sehari sebelumnya, kontrak Brent untuk Juni menguat lebih dari 10 persen.

Baca juga :  Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar

“Ini adalah minggu kedua berturut-turut angka persediaan dan permintaan produk menunjukkan bagian terbawah dari pasar AS,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah naik sembilan juta barel pekan lalu menjadi 527,6 juta barel, lebih rendah dari perkiraan analis untuk kenaikan 10,6 juta barel dalam jajak pendapat Reuters.

Faktor pendukung penting lainnya pada Jumat adalah awal resmi pengurangan produksi yang disepakati antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama lainnya seperti Rusia – kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ – untuk melawan penurunan permintaan.

Baca juga :  Harga Karet Anjlok, Sebagian Warga Nupang Nuding Bercocok Tanam

“Kuota OPEC+ akan diluncurkan pada Jumat, menunjukkan kondisi pasokan jangka pendek kemungkinan telah memuncak,” kata Innes AxiCorp.

Kesepakatan OPEC+ mencakup pengurangan produksi hampir 10 juta barel per hari (bph), tingkat rekor selama ini.

Namun demikian, itu kurang dari 30 juta barel per hari dari permintaan yang telah menguap di tengah pandemi virus corona karena sebagian besar populasi dunia masih berada di bawah penguncian ekonomi dan sosial.

“Harapan pengembalian cepat ke ‘normalitas,’ dukungan kebijakan fiskal dan moneter besar-besaran, peningkatan selera risiko dan pengurangan produksi yang cepat” telah mendukung pasar, Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Kamis (30/4). (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dampak Pandemi, Produsen Batu Bara Sepakat Pangkas Produksi
apahabar.com

Ekbis

Pasar Khawatir Covid-19 Kembali Meningkat, IHSG Awal Pekan Diprediksi Turun
apahabar.com

Ekbis

Bijak Bermedsos Hindari Hoax
apahabar.com

Ekbis

Karyawan Terpapar Covid-19, PT Sampoerna Hentikan Produksi di Pabrik Rungkut 2
apahabar.com

Ekbis

Nataru, Telkomsel Prediksi Trafik Internet di Kalimantan Naik 45%
apahabar.com

Ekbis

Perkuat Kerja Sama Pertamina dan Petronas
apahabar.com

Ekbis

Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com