ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Ekbis

Selasa, 19 Mei 2020 - 11:00 WIB

Hasil Positif Vaksin Corona Picu Melonjaknya Harga Minyak Dunia

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi, kilang minyak. Foto: Katadata

Ilustrasi, kilang minyak. Foto: Katadata

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada akhir perdagangan Senin (18/05) waktu AS atau Selasa (19/05) pagi WIB. Penguatan dipicu hasil awal vaksin virus corona yang positif.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 2,31 dolar AS atau 7,1 persen, menjadi menetap di 34,81 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terangkat 2,39 dolar AS atau 8,1 persen menjadi ditutup pada 31,82 poin.

Itu adalah penyelesaian tertinggi untuk Brent dan WTI sejak 11 Maret, hanya beberapa hari setelah harga mulai runtuh menyusul kegagalan perjanjian pemotongan produksi antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

“Butuh dua bulan bagi WTI untuk membersihkan reruntuhan dari pertemuan Maret (OPEC +) pada Maret,” kata Bob Yawger, direktur berjangka energi di Mizuho di New York.

Baca juga :  Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

Pada paruh pertama Mei, OPEC+ telah memotong ekspor minyak dengan tajam. Perusahaan yang melacak pengiriman mengatakan ada petunjuk awal yang kuat dalam mematuhi perjanjian pemangkasan produksi baru.

OPEC+ sepakat untuk memotong pasokan dengan rekor 9,7 juta barel per hari (bph) mulai 1 Mei. Arab Saudi, pengekspor utama dunia, mengumumkan pekan lalu akan memotong tambahan satu juta barel per hari pada Juni.

Reli dalam kontrak WTI Juni, yang akan berakhir pada Selasa (19/5/2020), menunjukkan penurunan bersejarah bulan lalu ke negatif 40 dolar AS per barel tidak akan terulang.

Kontrak WTI Juli adalah kontrak berjangka AS yang lebih aktif diperdagangkan dengan volume dalam kontrak bulan kedua melampaui bulan depan selama beberapa hari terakhir. Kontrak Juli ditutup naik 7,2 persen menjadi 31,65 dolar AS.

Baca juga :  Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar

Di Amerika Serikat, pembukaan kembali bisnis dan kehidupan sosial secara bertahap mendapatkan daya tarik dengan semakin banyak orang Amerika yang muncul dari penguncian virus corona dan pasar saham yang meningkat karena hasil uji awal vaksin potensial.

Data awal dari vaksin COVID-19 Moderna Inc, yang pertama kali diuji di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa vaksin itu menghasilkan antibodi pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat, kata perusahaan itu, Senin (18/5/2020).

Cuaca musim panas juga telah menarik seluruh dunia untuk muncul dari penguncian virus corona.

Toko-toko dan restoran dibuka kembali di Italia pada Senin (18/5/2020), sementara pusat wabah lainnya seperti Spanyol dan Portugal akan secara bertahap mencabut pembatasan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
apahabar.com

Ekbis

Hari Pertama Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Capai 5.093 Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Singgung 2 Sektor Andalan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Inflasi, Bupati HST: Lakukan Inventarisasi Supplier
apahabar.com

Ekbis

Kata Pengamat Soal Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Naik Kelas
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini TBA Turun, Berikut Pantauan Terbaru Harga Tiket Pesawat dari Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Minyak Goreng ‘Alif’ Siap Dipasarkan
apahabar.com

Ekbis

Berkah Harganas 2019 di Kalsel, Hotel Berbintang Laris Manis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com