Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Hasil Rapid Test Ratusan Warga Alalak: 20 Reaktif

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 16:41 WIB

Hasil Rapid Test Ratusan Warga Alalak: 20 Reaktif

Warga tiga kompleks di Kecamatan Alalak mengikuti rapid test. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Dari total 330 warga tiga kompleks di Kecamatan Alalak yang menjalani rapid test, Senin (18/5), 20 di antaranya reaktif.

Dalam upaya membatasi kluster komunitas di Alalak, sejumlah warga dari Kompleks Persada Permai Baru dan Anissa di Desa Semangat Dalam, serta Kompleks Papan Kemakmuran Kelurahan Handil Bakti dianjurkan mengikuti rapid test.

Tes tersebut menggunakan peralatan bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) Covid-19 Kalimantan Selatan. Ketua Harian GGTP Kalsel, Haris Makkie, juga ikut memantau pelaksaan tes.

Sementara petugas yang melakukan tes merupakan gabungan dari Dinas Kesehatan Kalsel dan Batola.

Hasil tes tidak terlalu menggembirakan. Dari 163 warga Persada Permai 2 yang diperiksa, 15 orang di antaranya reaktif. Sedangkan hasil pemeriksaan 105 warga Papan Kemakmuran, 5 di antaranya juga reaktif.

Sebaliknya dari 82 warga Kompleks Anissa yang diperiksa, tidak seorang pun reaktif.

“Selanjutnya 20 warga reaktif langsung menjalani swab test,” jelas dr Azizah Sri Widari, Kepala Dinas Kesehatan Batola.

Berbeda dengan rapid test, hasil swab tidak dapat secepatnya diketahui. Setidaknya harus menunggu selama dua atau tiga hari.

Selanjutnya rapid test masif bergeser ke Kelurahan Berangas, Selasa (19/5). Direncanakan 400 warga mengikuti tes yang menggunakan metode sampling ini.

“Kami berharap pelaksanaan rapid tes ini tepat sasaran, karena satu alat tes berharga Rp300 ribu,” cetus H Wahyudin, Ketua Pelaksana Harian GGTP Covid-19 Kalsel.

Masyarakat sendiri cukup antusias mengikuti rapid test. Kendati telah diberitahu dipanggil satu persatu, mereka tetap ingin dites paling awal.

“Kalau sudah diketahui non reaktif, kami tidak lagi was-was,” sahut Arifin Noor, warga Persada Permai Baru 2 yang datang sejak pagi ke lokasi tes.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Iwan Setiawan Mundur, Ada Apa dengan Bawaslu Kalsel?
apahabar.com

Kalsel

Basarnas Banjarmasin Asah Kemampuan
apahabar.com

Kalsel

31 Penyelam Polda Kalsel Ikut Pecahkan Rekor Dunia Selam di Manado
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Alalak Didesain Melengkung, Ini Pertama di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Menimbang Kenaikan Gaji Honorer Dekat Momen Pilkada, Mungkinkah Hanya untuk Elektabilitas?

Kalsel

Persiapan HKSN 2019 di Kalsel Mencapai 80 Persen
apahabar.com

Kalsel

Corona Masuk Indonesia, Apindo Kalsel Soal Pernyataan Menkes
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Pasar Batuah: Koordinasi Telat, Irwan Tewas Tersetrum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com