Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Hikmah Religi

Minggu, 10 Mei 2020 - 10:29 WIB

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda

Aam - Apahabar.com

ilustrasi
Sumber: net

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rasulullah SAW mempunyai putra, namun tidak sempat memberi keturunan. Fakta tersebut dijelaskan sahabat sekaligus ahli tafsir terkemuka di zaman Nabi, Ibnu Abbas RA, sebagai pengokoh bahwa Rasulullah SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir. Ibnu Abbas RA merujuk kepada dua ayat berikut:

”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab [33]: 40)

”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS Ali Imran [3]: 144).

Baca juga :  Rasulullah Menganjurkan agar Rajin Mencuci Tangan

Ibnu Abbas mengomentari ayat di atas, “Seolah-olah Allah berkehendak dengan firmanNya, kalaulah Allah tidak menutup nabi-nabi dengan kenabian Muhammad, seolah Allah berfirman, pasti Aku jadikan seorang Nabi di antara anaknya. Tapi Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. Kenapa tidak menjadikan salah satu anak Muhammad sebagai Nabi dan Rasul karena memang Allah berkehendak Muhammad sebagai Nabi terakhir.”

Salah satu logika yang digunakan Ibnu Abbas adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa tiga putra beliau; dua dari khadijah, pertama, Qasim, sehingga beliau SAW dipanggil Abul Qasim, lahir sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan meninggal dalam usia 2 tahun.

Baca juga :  Milad ke 107 Muhammadiyah; 50 Anak di Kotabaru ‘Potong Burung’

Kedua, Abdullah yang dijuluki Ath-Thayyib dan Ath-Thahir karena ia dilahirkan dalam Islam meninggal dunia setelah lahir beberapa hari. Ketiga, putra dari Mariah Qibtiyah bernama Ibrahim meninggal dalam usia 16-18 bulan (Al-Wafa, halaman 536-537).

Kalaulah putra beliau SAW, hidup sampai dewasa, tidak mustahil di kemudian hari orang akan mendewakan salah satunya dan mengangkatnya sebagai Nabi. Tapi Allah menakdirkan tidak menjadikan seorang pun hidup sampai dewasa.

Sumber: Republika
Editor:Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Religi

VIDEO: Mengenang Abah Guru Sekumpul (1), Kejadian Ganjil Saat Dilahirkan
apahabar.com

Habar

PCNU Banjar Ambil  Sikap Tegas Jelang Pilkada 2020; Netral
apahabar.com

Hikmah

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak
apahabar.com

Hikmah

Belajar Ketelitian pada Secangkir Kopi Guru Seman Mulya
apahabar.com

Hikmah

Keutamaan Lailatul Qadar
apahabar.com

Religi

Habib Umar bin Hafidz: Ucapan Selamat Natal Diperbolehkan Bersyarat
apahabar.com

Hikmah

Dakwah Digital Menyasar Kaum Milenial
apahabar.com

Hikmah

Mengapa Nuzulul Quran Diperingati, Sementara Lailatul Qadar Dicari?