Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 10:29 WIB

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rasulullah SAW mempunyai putra, namun tidak sempat memberi keturunan. Fakta tersebut dijelaskan sahabat sekaligus ahli tafsir terkemuka di zaman Nabi, Ibnu Abbas RA, sebagai pengokoh bahwa Rasulullah SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir. Ibnu Abbas RA merujuk kepada dua ayat berikut:

”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab [33]: 40)

”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS Ali Imran [3]: 144).

Ibnu Abbas mengomentari ayat di atas, “Seolah-olah Allah berkehendak dengan firmanNya, kalaulah Allah tidak menutup nabi-nabi dengan kenabian Muhammad, seolah Allah berfirman, pasti Aku jadikan seorang Nabi di antara anaknya. Tapi Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. Kenapa tidak menjadikan salah satu anak Muhammad sebagai Nabi dan Rasul karena memang Allah berkehendak Muhammad sebagai Nabi terakhir.”

Salah satu logika yang digunakan Ibnu Abbas adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa tiga putra beliau; dua dari khadijah, pertama, Qasim, sehingga beliau SAW dipanggil Abul Qasim, lahir sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan meninggal dalam usia 2 tahun.

Kedua, Abdullah yang dijuluki Ath-Thayyib dan Ath-Thahir karena ia dilahirkan dalam Islam meninggal dunia setelah lahir beberapa hari. Ketiga, putra dari Mariah Qibtiyah bernama Ibrahim meninggal dalam usia 16-18 bulan (Al-Wafa, halaman 536-537).

Kalaulah putra beliau SAW, hidup sampai dewasa, tidak mustahil di kemudian hari orang akan mendewakan salah satunya dan mengangkatnya sebagai Nabi. Tapi Allah menakdirkan tidak menjadikan seorang pun hidup sampai dewasa.

Sumber: Republika
Editor:Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Isra Mikraj

Hikmah

Isra Mikraj dan Kisah Turunnya Perintah Salat 5 Waktu
apahabar.com

Hikmah

Saat Nabi Muhammad SAW Menunda Ibadah
apahabar.com

Religi

Muadzin di Zaman Rasulullah SAW Ternyata Bukan Hanya Bilal
apahabar.com

Religi

Kisah Cucu Rasulullah yang Marah karena Dipuji
apahabar.com

Religi

Ulama Al Azhar Mesir Kunjungi PBNU
apahabar.com

Habar

Haul ke-20 KH. Herman Hasyim Hari Ini, KH. Hasanuddin dan H. Rusli Tampak Hadir
apahabar.com

Hikmah

Benarkan Berhubungan Intim dengan Istri Masa Menyusui Itu Haram?
apahabar.com

Religi

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Guru Bawai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com