Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 10:29 WIB

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rasulullah SAW mempunyai putra, namun tidak sempat memberi keturunan. Fakta tersebut dijelaskan sahabat sekaligus ahli tafsir terkemuka di zaman Nabi, Ibnu Abbas RA, sebagai pengokoh bahwa Rasulullah SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir. Ibnu Abbas RA merujuk kepada dua ayat berikut:

”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab [33]: 40)

”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS Ali Imran [3]: 144).

Ibnu Abbas mengomentari ayat di atas, “Seolah-olah Allah berkehendak dengan firmanNya, kalaulah Allah tidak menutup nabi-nabi dengan kenabian Muhammad, seolah Allah berfirman, pasti Aku jadikan seorang Nabi di antara anaknya. Tapi Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. Kenapa tidak menjadikan salah satu anak Muhammad sebagai Nabi dan Rasul karena memang Allah berkehendak Muhammad sebagai Nabi terakhir.”

Salah satu logika yang digunakan Ibnu Abbas adalah bukti sejarah yang menunjukkan bahwa tiga putra beliau; dua dari khadijah, pertama, Qasim, sehingga beliau SAW dipanggil Abul Qasim, lahir sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan meninggal dalam usia 2 tahun.

Kedua, Abdullah yang dijuluki Ath-Thayyib dan Ath-Thahir karena ia dilahirkan dalam Islam meninggal dunia setelah lahir beberapa hari. Ketiga, putra dari Mariah Qibtiyah bernama Ibrahim meninggal dalam usia 16-18 bulan (Al-Wafa, halaman 536-537).

Kalaulah putra beliau SAW, hidup sampai dewasa, tidak mustahil di kemudian hari orang akan mendewakan salah satunya dan mengangkatnya sebagai Nabi. Tapi Allah menakdirkan tidak menjadikan seorang pun hidup sampai dewasa.

Sumber: Republika
Editor:Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Langkah Menuju Tobat yang Mengantarkan Pembunuh ke Surga
Ini Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya

Hikmah

Ini Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya
apahabar.com

Religi

Indahnya Akhlak Rasulullah SAW, Melupakan Permusuhan Ikrimah bin Abu Jahal
apahabar.com

Hikmah

Keutamaan Lailatul Qadar
apahabar.com

Habar

Total Layani Umrah, Arab Saudi Siapkan 4 Ribu Pekerja, 100 Ribu Masker, dan 9 Ribu Sajadah
apahabar.com

Habar

MUI Jatim ‘Larang’ Salam Lintas Agama, PWNU Jatim Buka Suara
apahabar.com

Religi

Jangan Salah Maknai Minal Aidin Wal Faizin, Begini Ucapan yang Benar
Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat

Habar

Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com