ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Kalsel

Jumat, 29 Mei 2020 - 15:56 WIB

Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19. Foto-Antara

Ilustrasi petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebagai garda terdepan, tenaga medis bisa jadi yang paling mengalami masa sulit di Banjarmasin. Terlebih ibu kota Kalsel itu masuk darurat Covid-19.

Dari penambahan 116 kasus baru Covid-19 di Kalsel, Banjarmasin menyumbang 112 pasien positif.

Mereka terdiri dari 102 orang hasil tracking petugas surveilans di lapangan dan 10 lainnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dikonfirmasi positif tertular.

Sayangnya, hingga sekarang para pejuang medis itu belum menerima insentif dari pemerintah setempat.

Menanggapi itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina pun mempertanyakan anggaran insentif tenaga kesehatan untuk pencegahan virus Corona.

Baca juga :  Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?

“Sudah masuk itu dulu jadi sisa tinggal realisasi dan insentif tenaga kesehatan harus dibayarkan karena mereka bekerja dengan risiko,” ujar Ibnu.

Ibnu mengungkapkan tunjangan tenaga medis ini disesuaikan dengan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Jika diestimasi nilainya sekitar Rp2 miliar.

Namun pembagian insentifnya tergantung profesi tenaga medis masing masing dan risiko yang ditanggungnya.

“Harus dibayarkan itu secepatnya dan dari Bakeuda juga sudah merumuskan untuk segera dibayarkan,” ucapnya.

Baca juga :  Resmi, DPP Golkar Usung Pasangan ANIS di Pilkada Balangan

Adapun Pemkot juga mengusulkan nama-nama tenaga medis untuk menerima bantuan insentif dari pemerintah pusat.

Adapun insentif bagi tenaga medis, yakni dokter spesialis Rp15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta per bulan, bidan dan perawat Rp7,5 juta per bulan, dan tenaga medis lainnya Rp 5juta per bulan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kematian tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 sebesar Rp300 juta.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Duel Maut di Hotel Banjarmasin Internasional, Satu Tewas Ditikam Belati
apahabar.com

Kalsel

Raperda Pengelolaan Perparkiran Menunggu Disahkan
apahabar.com

Kalsel

Dewan Soroti Banyaknya Anak Putus Sekolah di Alalak
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Banjarmasin Segera Terapkan “New Normal”
apahabar.com

Kalsel

Prakiraan Cuaca Kalsel: Sedia Payung Sebelum Hujan Turun
apahabar.com

Kalsel

Didukung Cipayung Plus, Imam Mantap Maju sebagai Ketua DPD KNPI Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dilantik, PPM Diharapkan Berperan dalam Pembangunan
apahabar.com

Kalsel

Demo DPRD Kalsel, Enam Sikap Mahasiswa ke Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com