Cium Bau Gosong, Honda Jazz Terbakar di Banjarmasin Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri Ada Ancaman Baru, Banjarmasin Coret 2 Kluster Penyebar Covid-19 Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu Lagi, Kluster Gowa Tambah Pasien Covid-19 Kotabaru




Home Hikmah

Minggu, 3 Mei 2020 - 07:00 WIB

Hukum Mengumumkan Kematian Pasien Covid-19

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi - Timsus Ditsamapta Polda Metro Jaya mensalatkan jenazah pasien Covid-19. Foto-Istimewa via Republika.co.id

Ilustrasi - Timsus Ditsamapta Polda Metro Jaya mensalatkan jenazah pasien Covid-19. Foto-Istimewa via Republika.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan protokol keamanan serta kesehatan bagi orang yang hendak menguburkan pasien wafat akibat Covid-19.

Sebagaimana diketahui, sebagai warga yang baik dilarang bagi kita untuk menghalang-halangi jenazah dimakamkan meski berdekatan dengan wilayah kita.

Dalam Islam, membiarkan jenazah wafat tanpa dikuburkan hukumnya dosa. Sebab hukum menguburkan jenazah adalah fardhu kifayah menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Abasa ayat 21: “Tsumma amatahu fa-aqbarahu,”. Yang artinya: “Kemudian Dia (Allah) mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,”.

Baca juga :  Covid-19, Anggota Komisi I DPR Usul Internet Gratis

Begitu dengan hukum menguburkan jenazah, Islam juga mengatur perkara hukum mengumumkan kematian seseorang. Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dijelaskan, dianjurkan bagi umat Muslim untuk mengumumkan kematian seorang Muslim kepada kerabatnya, sahabat-sahabatnya, hingga kepada orang-orang shalih dari penduduk negerinya.

Sebab dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW mengumumkan kematian Raja Najasyi kepada orang-orang ketika ia meninggal dunia. Sebagaimana Rasulullah juga memberitahukan kematian Zaid, Ja’far, dan Abdullah bin Rawahah saat mereka gugur sebagai syuhada di medan perang.

Baca juga :  Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan menyatakan bahwa umat Islam yang wafat akibat pandemi Covid-19 dikategorikan sebagai syuhada. Wafatnya dikategorikan syahid akhirat dan hak-hak jenazahnya harus dipenuhi. Termasuk perihal dimandikan, dikafani, disholati, dikuburkan, hingga diumumkan perihal kematiannya. Namun dengan catatan, semua hal ini harus mengikuti protokol keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan para ulama dan pemerintah.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?
apahabar.com

Hikmah

Ini Doa Nabi Ibrahim Saat Menghadapi Cobaan
apahabar.com

Hikmah

Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
apahabar.com

Hikmah

Percepat Pembayaran Zakat di Tengah Covid-19, Afdolkah?
apahabar.com

Hikmah

Mengenal Haram dari Benda dan Cara Mendapatkannya
Empat Sifat Penyebab Dosa Versi Imam Al Ghazali

Hikmah

Empat Sifat Penyebab Dosa Versi Imam Al Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Apakah Berpacaran Membatalkan Puasa?