Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka

Husna Lega Kantongi KIS dari Bantuan Pemerintah

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 13:31 WIB

Husna Lega Kantongi KIS dari Bantuan Pemerintah

Asmaul Husna./Foto Reza for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Asmaul Husna (31) lega setelah mendapat bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah.

Walau belum pernah digunakan, warga Banua Binjai di Hulu Sungai Tengah (HST) ini merasa tenang mengantongi KIS.

Sebab, dia dan keluarganya tak khawatir keluar biaya besar jika sewaktu-waktu sakit.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui KIS ini dapat mengcover seluruh biaya yang timbul. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Husna pun tak menganggap sepele bantuan yang ia terima dari pemerintah tersebut.

Pasalnya, di lingkungan sekitarnya banyak yang mengeluh kehabisan dana akibat berobat.

Dengan adanya JKN-KIS yang merupakan program pemerintah, kata Husna, begitu terasa manfaatnya.

Sebab, baginya kesehatan merupakan hal utama dalam kehidupan setiap manusia.

“Kalo engga sehat, engga bisa kerja, jadi sehat itu lebih daripada penting,” tutur ibu beranak satu ini.

Sejauh ini, Husna belum pernah mendapatkan manfaat dari KIS. Namun ia yakin bahwa sehat itu tidak selamanya

“Kalo dikasihnya sehat terus alhamdulillah sekali, kalo sakit tak khawatir dengan biaya. Kan sudah mengantongi KIS,” kata Husna.

Bagi masyarakat yang tidak mampu mendaftar sebagai peserta mandiri, tak perlu khawatir.

Seperti yang diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten HST telah berpredikat Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta.

Warga yang belum mempunyai KIS atau tidak mampu untuk membayar iuran bulanan jaminan kesehatan ini, dapat melapor kepada kepala desa (Kades) setempat untuk didaftarkan sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBI-D).

“Sekarang lebih nyaman lagi, tinggal daftar ke pembakal (Kades) sudah bisa jadi peserta dan iurannya dibayari Pemkab,” ungkap Husna.

Melihat itu semua, Husna selalu berharap agar Program JKN-KIS terus ada.

Sebab banyak yang terbantu dengan progtam strategis dari BPJS Kesehatan itu.

Sekalipun masih ada yang mengeluh karena pelayanannya, kata Husna, juga banyak orang yang mengharapkan program ini sejak lama.

“Saya yakin, Program JKN-KIS lebih banyak orang yang terbantu dari pada yang tidak, mudahan sampai selamanya,” harap Husna.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Tunggu Kelahiran, Mukminah Pastikan Cicitnya Terdaftar JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Mustofa, Pengayuh Becak yang Iuran Kesehatannya Dibayar Pemkab HST

BPJS Kesehatan Barabai

Hari Kesehatan Nasional, Duta BPJS Kesehatan Apresiasi Nakes dan Kampanyekan Prokes di HST
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Percayakan Pada Selembar Kartu, Arsyad Punya Cerita Persalinan Istrinya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Partus dengan JKN-KIS, Mudah dan Tanpa Biaya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Kismani Kantongi JKN-KIS, Tak Berarti Kesehatan Jadi Nomor Dua
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Sutinah Tentang Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com