Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya? Tertular dari Istri, Mantan Wagub Kalsel Rudy Resnawan Positif Covid-19 Hari Ini, Giliran Perwira dan Prajurit Lanal Kotabaru Divaksin Covid-19 Sempat Lambat Panas, Dwigol Garuda Muda Gasak Tira Persikabo Terungkap, 8 DPC Demokrat Kalsel Membelot Ikuti KLB Sumut!

Ibu Bacok Anak Sendiri Gegara Dilarang Mudik

- Apahabar.com Senin, 11 Mei 2020 - 16:45 WIB

Ibu Bacok Anak Sendiri Gegara Dilarang Mudik

Ilustrasi pembacokan. Foto-Net

apahabar.com, PURWAKARTA – Seorang ibu bernama Toni (60) nekat membacok anaknya yang tengah tertidur, gegara kesal dilarang untuk mudik atau pulang kampung ke Jember Jawa Timur.

Akibat kejadian tragis yang terjadi pada Minggu (10/05) dini hari, di Desa Cikumpay Kecamatan Campaka, Purwakarta, korban yang merupakan anaknya itu mengalami luka bacok serius dibagian atas kepalanya.

“Itu ada terjadi penganiayaan yang kebetulan penganiayaan tersebut dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri terhadap anaknya. Permasalahannya karena tidak diizinkan mudik oleh anaknya, sehubungan dengan mudik untuk sementara tidak diperkenankan karena aturan dari pemerintah,” kata Kapolsek Cempaka AKP Teguh Sujito dilansir detikom, Senin (11/05).

Dijelaskan Kapolsek, kronologis terjadinya penganiayaan bersenjata tajam ini. Awal mula pada hari Minggu (10/05) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bernama Sugiono (45) sedang tidur di ruang tengah rumah. Sementara itu pelaku keluar kamar dan langsung mengambil golok di dapur.

Tak berselang lama pelaku menyabetkan golok ke kepala korban sebanyak dua kali, setelah korban menyemburkan darah di kepala, pelaku kabur keluar rumah sambil membawa golok tersebut. Pelaku diamankan warga setempat untuk kemudian diamankan polisi

Sebelum kejadian, korban meminta pulang kampung ke Jember, namun anak korban melarang mudik karena adanya larangan dari pemerintah terkait wabah virus corona.

“Disampaikan kepada ibunya nanti kalau sudah dicabut larangan mudik, akan di antarkan ke Jember, namun pada saat dini hari karena barangkali tidak puas, pada saat anaknya tidur ibunya membawa golok yang pada saat itu langsung disabetkan ke kepala anaknya sendiri,” katanya.

Sementara menurut pengakuan pelaku, ia meminta pulang karena merasa kasihan suaminya tinggal seorang diri di Jember.

“Saya kasihan sama suami saya (ayah tiri korban) di rumah, dia tinggal seorang diri. Tapi sekarang saya menyesal sudah melakukan ini (pembacokan),” ucap Toni.

Sedangkan berdasarkan keterangan korban, ia merasa kasihan karena ibunya tidak ada yang ngurus. Dia juga dikucilkan oleh tetangga di kampungnya.

“Tadinya saya kasihan melihat ibu saya, pada dijauhin tetangga karena kotor dan sering marah-marah,” kata Sugiono saat ditemui di rumahnya sembari tergolek lemah.

Informasinya, pelaku memiliki sifat tempramental dan tidak mengurus diri. Akibatnya tiga anaknya enggan mengurus dan membiarkan tinggal bersama suaminya.

Kini pelaku diamankan di Mapolsek Cempaka untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.(Dtk)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Melawan, Polisi Tembak “Otak” Pelaku Pencurian di Rumah Mantan Bupati Barito Utara
apahabar.com

Hukum

Polsekta Banjarmasin Timur Amankan 3 Orang Pembawa Sajam
apahabar.com

Hukum

Diagendakan Mendengarkan Saksi Ahli, Sidang Kasus Pencabulan di Limpasu Batal Digelar Hari Ini
apahabar.com

Hukum

Melerai, Rizal Malah Ditikam Temannya  
apahabar.com

Hukum

Pelajar Terlibat Jaringan Sabu Diamankan
apahabar.com

Hukum

Masih Berduka, Keluarga Bripka Matheus Belum Bisa Dimintai Keterangan
apahabar.com

Hukum

Terindikasi Gila, Penjagal Bocah SD di Limpasu HST Tak Bisa Dipidana?
Maaher

Hukum

Ustaz Maaher Ditangkap Bareskrim di Bogor Terkait Kasus Ujaran Kebencian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com