Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Hukum

Senin, 11 Mei 2020 - 16:45 WIB

Ibu Bacok Anak Sendiri Gegara Dilarang Mudik

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ilustrasi pembacokan. Foto-Net

Ilustrasi pembacokan. Foto-Net

apahabar.com, PURWAKARTA – Seorang ibu bernama Toni (60) nekat membacok anaknya yang tengah tertidur, gegara kesal dilarang untuk mudik atau pulang kampung ke Jember Jawa Timur.

Akibat kejadian tragis yang terjadi pada Minggu (10/05) dini hari, di Desa Cikumpay Kecamatan Campaka, Purwakarta, korban yang merupakan anaknya itu mengalami luka bacok serius dibagian atas kepalanya.

“Itu ada terjadi penganiayaan yang kebetulan penganiayaan tersebut dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri terhadap anaknya. Permasalahannya karena tidak diizinkan mudik oleh anaknya, sehubungan dengan mudik untuk sementara tidak diperkenankan karena aturan dari pemerintah,” kata Kapolsek Cempaka AKP Teguh Sujito dilansir detikom, Senin (11/05).

Dijelaskan Kapolsek, kronologis terjadinya penganiayaan bersenjata tajam ini. Awal mula pada hari Minggu (10/05) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bernama Sugiono (45) sedang tidur di ruang tengah rumah. Sementara itu pelaku keluar kamar dan langsung mengambil golok di dapur.

Baca juga :  Miris! Seorang Ustaz Dibacok Saat Acara Khataman Alquran di Musala

Tak berselang lama pelaku menyabetkan golok ke kepala korban sebanyak dua kali, setelah korban menyemburkan darah di kepala, pelaku kabur keluar rumah sambil membawa golok tersebut. Pelaku diamankan warga setempat untuk kemudian diamankan polisi

Sebelum kejadian, korban meminta pulang kampung ke Jember, namun anak korban melarang mudik karena adanya larangan dari pemerintah terkait wabah virus corona.

“Disampaikan kepada ibunya nanti kalau sudah dicabut larangan mudik, akan di antarkan ke Jember, namun pada saat dini hari karena barangkali tidak puas, pada saat anaknya tidur ibunya membawa golok yang pada saat itu langsung disabetkan ke kepala anaknya sendiri,” katanya.

Sementara menurut pengakuan pelaku, ia meminta pulang karena merasa kasihan suaminya tinggal seorang diri di Jember.

Baca juga :  VIDEO: Perampokan Alfamart Teluk Tiram, Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Tersangka Lain

“Saya kasihan sama suami saya (ayah tiri korban) di rumah, dia tinggal seorang diri. Tapi sekarang saya menyesal sudah melakukan ini (pembacokan),” ucap Toni.

Sedangkan berdasarkan keterangan korban, ia merasa kasihan karena ibunya tidak ada yang ngurus. Dia juga dikucilkan oleh tetangga di kampungnya.

“Tadinya saya kasihan melihat ibu saya, pada dijauhin tetangga karena kotor dan sering marah-marah,” kata Sugiono saat ditemui di rumahnya sembari tergolek lemah.

Informasinya, pelaku memiliki sifat tempramental dan tidak mengurus diri. Akibatnya tiga anaknya enggan mengurus dan membiarkan tinggal bersama suaminya.

Kini pelaku diamankan di Mapolsek Cempaka untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.(Dtk)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dikira Bangkai Hewan, Polisi Selidiki Temuan Mayat di Sungai Martapura
apahabar.com

Hukum

Maling Helm Terpantau CCTV Pemko Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Biadab!!! Pria Beristri Bawa Kabur dan Setubuhi Siswi Tsanawiyah di HSU
apahabar.com

Hukum

Polisi Bongkar Pembuatan STNK Palsu
apahabar.com

Hukum

Warga Kuin Geger Pria Ngamuk Bawa Parang
apahabar.com

Hukum

Residivis Bongkar Rumah di Banjarbaru, Puluhan Laptop Diamankan

Hukum

KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian Agama
apahabar.com

Hukum

Bawa Sajam, Teson Diamankan Polisi Banjarmasin Selatan