[FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini

- Apahabar.com Sabtu, 2 Mei 2020 - 07:56 WIB

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini

Peserta program JKN-KIS asal HST Raudatul Rahmi. Foto-BPJS Kesehatan Barabai for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Jadi peserta Progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah jadi fesyen dara asal Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

Ya, bagi Raudatul Rahmi, kesehatan itu penting, tapi bagaimana juga dapat membantu orang lain.

Nah, di sini menurut Rahmi, bukan hanya karena bisa membayar iuran secara mandiri, tetapi lebih pada konsep gotong royong.

Inilah yang disadari Rahmi warga Kecamatan Batu Benawa itu setelah memiliki KIS.

Dia tak merasa rugi membayar iuran perbulan walau tak pernah sakit semenjak memegang KIS dari program strategsis nasional dari BPJS Kesehatan itu.

Kata Rahmi, tak ada kata lain selain sehat. Besar harapan seluruh manusia tertumpu pada kesehatan yang sewaktu-waktu bisa ‘down’.

Dengan premi yang dibayarakan, Rahmi yakin itu bisa menolong orang lain yang lebih memerlukan.

Sebab iuran yang dibayarkan pasti disalurkan untuk klaim rumah sakit, puskemas ataupun klinik dan faskes lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Di sinilah nilai religiusitasnya, niat membantu orang lain dengan iuran kesehatan. Kalau iuran BPJS dibayarkan dengan penuh keikhlasan, insyaallah sehat akan selalu di pihak kita,” ungkap Rahmi.

Berbeda dengan mengikuti asuransi kesehatan pada umumnya, kata Rahmi, premi yang mereka bayarkan hanya untuk dirinya sendiri.

“JKN-KIS berbeda. Ada nilai gotong-royongnya, iurannya terjangkau dan menjamin berobat sampai sembuh, asuransi lainnya saya yakin tidak ada,” ujar Rahmi.

Rahmi juga mengkritik terhadap orang-orang yang memandang remeh program JKN-KIS.

Pasalnya, dia menganggap orang tersebut belum tahu rasanya sakit tapi tak memiliki biaya.

“Bukannya saya mendoakan, pasti orang seperti itu belum pernah dengar cerita dari orang terdekat yang diobati pakai KIS,” ketus Rahmi.

Dia yakin, seluruh masyarakat di Indonesia sudah memiliki KIS. Hanya saja banyak yang belum mafhum dengan program JKN itu.

Kedepannya, dia berharap Program JKN-KIS terus digalakkan dan disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan. Tentunya dengan pendekatan yang kekinian.

“Kalau BPJS udah jadi gaya hidup, Indonesia bakalan sehat. Kalau sehat, praktis ekonomi orang Indonesia bakal naik banget,” tutup dia.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

HRD Ini Punya ‘Senjata’ Atasi Layanan JKN-KIS di Perusahaannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Terbaik se-Banua Enam, Perseroan Ini Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Prinsip Gotong Royong, GESEDURI BPJS Kesehatan Barabai Terus Berlanjut
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai Sumbang FKTP Terbaik 2020, Aminah Terpilih Sebagai Dokter Paling Berkomitmen
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Suka Duka Husna Jadi Kader BPJS Kesehatan Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Manfaatkan JKN, Dipta Klaim Kacamata Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com