Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini

- Apahabar.com Sabtu, 2 Mei 2020 - 07:56 WIB

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini

Peserta program JKN-KIS asal HST Raudatul Rahmi. Foto-BPJS Kesehatan Barabai for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Jadi peserta Progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah jadi fesyen dara asal Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

Ya, bagi Raudatul Rahmi, kesehatan itu penting, tapi bagaimana juga dapat membantu orang lain.

Nah, di sini menurut Rahmi, bukan hanya karena bisa membayar iuran secara mandiri, tetapi lebih pada konsep gotong royong.

Inilah yang disadari Rahmi warga Kecamatan Batu Benawa itu setelah memiliki KIS.

Dia tak merasa rugi membayar iuran perbulan walau tak pernah sakit semenjak memegang KIS dari program strategsis nasional dari BPJS Kesehatan itu.

Kata Rahmi, tak ada kata lain selain sehat. Besar harapan seluruh manusia tertumpu pada kesehatan yang sewaktu-waktu bisa ‘down’.

Dengan premi yang dibayarakan, Rahmi yakin itu bisa menolong orang lain yang lebih memerlukan.

Sebab iuran yang dibayarkan pasti disalurkan untuk klaim rumah sakit, puskemas ataupun klinik dan faskes lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Di sinilah nilai religiusitasnya, niat membantu orang lain dengan iuran kesehatan. Kalau iuran BPJS dibayarkan dengan penuh keikhlasan, insyaallah sehat akan selalu di pihak kita,” ungkap Rahmi.

Berbeda dengan mengikuti asuransi kesehatan pada umumnya, kata Rahmi, premi yang mereka bayarkan hanya untuk dirinya sendiri.

“JKN-KIS berbeda. Ada nilai gotong-royongnya, iurannya terjangkau dan menjamin berobat sampai sembuh, asuransi lainnya saya yakin tidak ada,” ujar Rahmi.

Rahmi juga mengkritik terhadap orang-orang yang memandang remeh program JKN-KIS.

Pasalnya, dia menganggap orang tersebut belum tahu rasanya sakit tapi tak memiliki biaya.

“Bukannya saya mendoakan, pasti orang seperti itu belum pernah dengar cerita dari orang terdekat yang diobati pakai KIS,” ketus Rahmi.

Dia yakin, seluruh masyarakat di Indonesia sudah memiliki KIS. Hanya saja banyak yang belum mafhum dengan program JKN itu.

Kedepannya, dia berharap Program JKN-KIS terus digalakkan dan disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan. Tentunya dengan pendekatan yang kekinian.

“Kalau BPJS udah jadi gaya hidup, Indonesia bakalan sehat. Kalau sehat, praktis ekonomi orang Indonesia bakal naik banget,” tutup dia.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BPJS

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ahyar Tak Keberatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Saat Petani Limpasu HST yang Terhimpit Ekonomi Terbantu UHC
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Mustofa, Pengayuh Becak yang Iuran Kesehatannya Dibayar Pemkab HST
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Prinsip Gotong Royong, GESEDURI BPJS Kesehatan Barabai Terus Berlanjut
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Merasa Tenang Pegang JKN-KIS, Didik: Manfaatnya Besar
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Sutinah Tentang Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

UHC Kurang Dana Rp9 Miliar, DPRD HSU Kunjungi BPJS Kesehatan Barabai
Naik 100 Persen, Ismah Tak Berpaling dari BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Naik 100 Persen, Ismah Tak Berpaling dari BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com