Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Ilmuwan Universitas Utrecht Temukan Antibodi Penghambat Virus Corona

- Apahabar.com Kamis, 7 Mei 2020 - 21:23 WIB

Ilmuwan Universitas Utrecht Temukan Antibodi Penghambat Virus Corona

Ilustrasi - Penelitian antibodi virus corona. Foto: Rawpixel

apahabar.com, JAKARTA – Para ilmuwan dari Universitas Utrecht, Pusat Medis Erasmus dan Harbour BioMed (HBM), mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan antibodi yang diklaim dapat mencegah virus corona memasuki sel manusia.

Tak hanya itu, antibodi tersebut disebutkan dapat memberikan perisai atau imun terhadap pasien positif.

Diberitakan News.com Australia, yang dilihat Kamis (07/05) tim meneliti sel manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Harapannya hasilnya akan sama pada pasien.

Terobosan ini menjadi kabar baik di tengah upaya mencari vaksin untuk virus yang sudah menularkan 3,8 juta orang dan membunuh 265 ribu orang ini.

Profesor Berend-Jan Bosch yang memimpin penelitian mengatakan antibodi ini menyerang protein mahkota pada tubuh virus Corona. Mahkota berduri ini yang menempel pada sel manusia dan lalu memasukkan materi genetik untuk berkembang biak di tubuh inangnya.

“Antibodi yang menetralkan punya potensi membalik arah infeksi pada tubuh pasien, mendukung pembersihan virus atau melindungi orang yang belum tertular dari virus ini,” kata Bosch.

Antibodi ini mengikat pada enzim yang disebut ACE2 yang diidentifikasi sebagai reseptor Covid-19 ketika menyerang tubuh manusia. Antibodi monoklonal sudah berhasil menetralkan SARS-CoV-2 dalam percobaan pada tikus. Antibodi yang disebut 47D11 menghancurkan SARS-CoV dan SARS-CoV-2.

Hasil riset ini sudah dipublikasikan di Nature Communications. Tim ini ternyata sudah meneliti virus corona hampir 20 tahun sejak wabah virus SARS.

“Penemuan ini jadi dasar yang kuat untuk riset lanjutan untuk melihat karakter antibodi ini dan memulai pengembangan sebagai pengobatan Covid-19,” kata Profesor Frank Grosveld dari Erasmus Medical Centre di Rotterdam.

Terapi ini lalu dikembangkan Harbour BioMed di Massachusetts yang dipimpin Dr Jingsong Wang. Dia mengatakan butuh riset lanjutan untuk menilai apakah bisa melindungi manusia dan mengurangi penyakitnya.(Dtk)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Massa Reuni 212 Mulai Meningalkan Istiqlal
apahabar.com

Nasional

Saksi Benarkan Adanya Money Politics dari Caleg di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

BMKG Pantau 27,5% Wilayah Indonesia Alami Curah Hujan di Luar Kewajaran
apahabar.com

Nasional

Mahfud Bantah Pemerintah Kecolongan Soal Bom Medan
apahabar.com

Nasional

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 KaliĀ 
apahabar.com

Nasional

RO Masih Tinggi, Makassar Belum Berlakukan ‘New Normal’
apahabar.com

Nasional

Perluas Penyaluran KUR UMKM, Pemerintah Gandeng Empat Platform Digital

Nasional

VIDEO: 6 Prestasi B.J.Habibie Yang Patut Dijadikan Teladan Milenial
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com