150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar! Ratusan Rumah Terbakar, Dapur Umum Mulai Dibuka di Patmaraga Kotabaru Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu

Imbas Covid-19, Sejumlah Proyek Infrastruktur di Kalsel Ditunda

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 16:48 WIB

Imbas Covid-19, Sejumlah Proyek Infrastruktur di Kalsel Ditunda

Kadis PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar saat rapat bersama DPRD, Selasa (12/5). Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMSIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terpaksa menunda pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur tahun 2020.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, penundaan tersebut sejalan dengan relokasi anggaran dalam surat kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 50 persen, untuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19).

“Memotong 50 persen dari Pagu, kalau PU paggunya Rp600 miliar lebih, di potong tinggal Rp300 miliar lebih. Kita sudah sampaikan Bappeda dan Bakeuda,” kata Roy.

Tidak hanya Pagu, Pemerintah Pusat juga menyetop anggaran pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Totalnya Rp 102 miliar.

Akibatnya, sejumlah proyek yang mestinya di kerjakan tahun ini tertunda.

Beberapa pembangunan yang di tunda itu antara lain adalah Jembatan Mali-Mali di Jalan Mataraman Sungai Ulin.

Kemudian Jalan Anjir Pasar-Marabahan, Jalan Tanjung, Muara Uya, Irigasi Kinarum.

“Pembangunan mengunakan DAK yang mau tidak mau kita terpaksa hentikan prosesnya,” sambung Roy saat rapat LKPj tahun anggatan 2019 dengan Anggota Komisi III DPRD Kalsel.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani mengatakan refokusing anggaran tentu berdampak serius pada pembanguan insftastuktur.

Hal itu tidak menutup kemungkinan akan memunculkan permasalahan.

Untungnya dari PUPR sendiri sudah menemukan jalan tengah untuk permasalahan itu.

“Tadi ada solusi, kita akan bicarakan secara aturan. Bahwa pekerjaan semi multiyears, artinya kalau bisa pekerjaan di selesaikan 2020 dan sisa pembayaran 2021,” katanya.

Jika solusi itu dibolehkan secara aturan, dewan akan menyetujui hal itu dan pihaknya pun mengapresiasi para kontraktor yang mau menjalankan sistem itu.

Memperkuat hasil rekomendasi, Komisi III berencana akan meninjau beberapa lokasi proyek.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

VIDEO: Kendaraan Jemaah Mulai Padat di Jalan A Yani Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

2 Hari, Pencurian Motor di SMK 1 Banjarmasin Diungkap Polisi
apahabar.com

Kalsel

Bandel, Sejumlah THM Banjarmasin Masuk Daftar Pembekuan
apahabar.com

Kalsel

Eksistensi Feri Penyeberangan Sungai Alalak; Tak Redup Ditelan Zaman
apahabar.com

Kalsel

Update Pekapuran Raya, Kluster Paling Berbahaya di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Bupati Wahid Jamin Penanganan Covid-19 di HSU Berjalan Maksimal

Kalsel

Tawuran Pecah Depan Duta Mall, Polisi Buka Penyelidikan
apahabar.com

Kalsel

Biddokkes Polda Kalsel Ambil Sampel Swab Terhadap 275 Warga Reaktif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com