Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Gaya

Kamis, 21 Mei 2020 - 05:45 WIB

Implementasi 5G Dapat Percepat Era New Normal

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi 5G. Foto-Pixabay

Ilustrasi 5G. Foto-Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Direktur National ICT Strategi dan Marketing Huawei, Mohamad Rosidi, mengatakan implementasi 5G dapat mempercepat era kenormalan baru (New Normal) fase terjadinya perubahan perilaku masyarakat dalam beraktivitas di tengah pandemi.

“Dengan indikasi ini dan perilaku manusia pada era New Normal untuk tetap terhubung (online) selama pandemic Covid-19, implementasi 5G dapat mempercepat, meski dibutuhkan ketersediaan spektrum yang kami yakini juga menjadi perhatian pemerintah untuk bekerja dengan manajemen spektrum 5G,” ujar Rosidi, Rabu (20/05).

Rosidi melihat pandemi Covid-19 memengaruhi perilaku manusia secara dramatis, orang-orang jadi lebih sering mengakses internet dari rumah untuk bekerja, main game, menonton film secara daring, hingga menggunakan media sosial. Pada yang bersamaan terjadi peningkatan data traffic pada siang hari.

Baca juga :  Tanggapan Huawei Indonesia Soal Kabar Karyawannya Terserang Virus Corona

“Dibutuhkan kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan koneksi aktual mereka, untuk menjaga kualitas dan pengalaman,” ujar Rosidi.

Lebih lanjut, saat pandemi, Rosidi mengatakan, teknologi juga memiliki peran baru untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Telemedicine, pembelajaran jarak jauh, teleconference, dan telecommuting, menurut dia, menunjukkan bahwa jaringan sangat penting.

Untuk spekturm 5G, ahli dari kantor pusat Huawei, Lin Yanqing, mengatakan pita frekuensi C-Band paling cocok untuk Indonesia.

Baca juga :  Pemerintah Pertimbangkan Pilih Vendor 5G

“Saya sangat menyarankan C-Band,” ujar Lin Yanqing dalam temu media virtual “Asia Pacific 5G Online Live Tour,” Rabu.

C-Band memiliki besaran 3.7 GHz hingga 4.2 GHz untuk downlink dan 5.925 GHz hingga 6.425 GHz untuk uplink.

Belum bisa dipastikan kapan 5G akan diadopsi di Indonesia, namun, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada akhir Januari menyatakan tidak ingin terburu-buru mengadopsi teknologi teranyar tersebut.

Hingga saat ini, berbagai perusahaan teknologi dan telekomunikasi sudah beberapa kali mengadakan uji coba jaringan 5G baik untuk manufaktur, panggilan video hingga kendaraan otonom.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Masalah Rambut Panjang, Penyebab dan Cara Mengatasinya
apahabar.com

Gaya

Bergerak Menjadi Cahaya
apahabar.com

Gaya

5 Cara Menghilangkan Kumis Wanita yang Ampuh dan Aman
7 Cara Atur Keuangan di Tengah Covid-19

Gaya

7 Cara Atur Keuangan di Tengah Covid-19
apahabar.com

Gaya

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai
apahabar.com

Gaya

Manfaat Jambu Air Putih, Kendalikan Gula Darah hingga Cegah Infeksi
apahabar.com

Gaya

Waspadai Penyakit Serius Jika Mendadak Bangun Malam
apahabar.com

Gaya

Banjarmasin Komitmen Lestarikan Kuliner Khas Banjar Melalui Restoran Terapung