Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 06:30 WIB

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan

Ilustrasi olahraga. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Berolahraga atau melakukan latihan fisik tetap dianjurkan para pakar kesehatan sekalipun di bulan Ramadhan demi menjaga kesehatan tubuh. Hanya saja perlu diperhatikan intensitas dan waktunya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto menyarankan olahraga sebelum berbuka puasa. Tetapi, jika tak sempat, tidak apa-apa berolahraga setelah berbuka puasa, tetapi biasanya antara 1-2 jam jeda sebelum tidur atau setelah berbuka puasa saat perut tidak terasa kenyang. Dengan begitu, lambung atau perut tidak terasa penuh dan mengganggu pada saat melakukan latihan fisik.

Michael mengatakan, jika memaksakkan diri berolahraga saat perut masih terasa penuh maka bisa berisiko mual dan muntah.

“Karena itu, batasan waktu ini juga sebenarnya sifatnya relatif tapi lebih baik tetap diberi jeda 1-2 jam setelah makan,” kata dia dalam diskusi daring dilansir Republika.co.id, Sabtu (02/05) malam.

Dia mengingatkan intensitas olahraga saat Ramadhan hanya boleh ringan sampai sedang dan jenis latihannya bisa terdiri dari jenis olahraga aerobik dan anaerobik (latihan beban). Jenisnya beragam mulai dari sekedar jalan keliling rumah, keliling kompleks, bersepeda statis, bersepeda keliling kompleks, treadmill, berenang dan jalan di kolam renang.

“Latihan yang dilakukan hanya boleh intensitas ringan sampai sedang, saya lebih memilihkan olahraga sebelum berbuka puasa. Pada malam hari ada kemungkinan tubuh kita masih aktif karena bilamana berolahraga maka ada EPOC di dalam tubuh kita, itu tubuh menjadi tetap aktif dan terasa hangat,” tutur dia.

Akibatnya, sambung Michael, akan kesulitan tidur dan ini berisiko berdampak pada terlambatnya bangun sahur.

“Karena itu saya lebih suka melakukannya sebelum berbuka dan olahraganya juga tidak berat, waktunya tidak panjang, dan bilamana setelah berlatih kita merasa haus dan lapar, waktu untuk menunggu membatalkan puasa tidak terlalu panjang,” papar dia.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Hipertensi dan Diabetes Mellitus Jadi Pemicu Ginjal, Begini Tips Mengatasinya
apahabar.com

Gaya

Suka Duka Nor Kader JKN di Barabai, Beratnya Ditinggal Pergi
apahabar.com

Gaya

5 Film Samurai Terbaik Versi IMDB, Harakiri Diantaranya
apahabar.com

Gaya

Waspada! Minuman Manis Beresiko Penyakit Ginjal
apahabar.com

Gaya

Hari Kemerdekaan, Intip Promo E-Commerce hingga Dompet Digital
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik

Gaya

Ternyata Ngiler Saat Tidur Itu Pertanda Baik
apahabar.com

Gaya

Begini Cara Hemat Hadiri Haul Sekumpul ke-14
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com