Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 06:30 WIB

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan

Ilustrasi olahraga. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Berolahraga atau melakukan latihan fisik tetap dianjurkan para pakar kesehatan sekalipun di bulan Ramadhan demi menjaga kesehatan tubuh. Hanya saja perlu diperhatikan intensitas dan waktunya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto menyarankan olahraga sebelum berbuka puasa. Tetapi, jika tak sempat, tidak apa-apa berolahraga setelah berbuka puasa, tetapi biasanya antara 1-2 jam jeda sebelum tidur atau setelah berbuka puasa saat perut tidak terasa kenyang. Dengan begitu, lambung atau perut tidak terasa penuh dan mengganggu pada saat melakukan latihan fisik.

Michael mengatakan, jika memaksakkan diri berolahraga saat perut masih terasa penuh maka bisa berisiko mual dan muntah.

“Karena itu, batasan waktu ini juga sebenarnya sifatnya relatif tapi lebih baik tetap diberi jeda 1-2 jam setelah makan,” kata dia dalam diskusi daring dilansir Republika.co.id, Sabtu (02/05) malam.

Dia mengingatkan intensitas olahraga saat Ramadhan hanya boleh ringan sampai sedang dan jenis latihannya bisa terdiri dari jenis olahraga aerobik dan anaerobik (latihan beban). Jenisnya beragam mulai dari sekedar jalan keliling rumah, keliling kompleks, bersepeda statis, bersepeda keliling kompleks, treadmill, berenang dan jalan di kolam renang.

“Latihan yang dilakukan hanya boleh intensitas ringan sampai sedang, saya lebih memilihkan olahraga sebelum berbuka puasa. Pada malam hari ada kemungkinan tubuh kita masih aktif karena bilamana berolahraga maka ada EPOC di dalam tubuh kita, itu tubuh menjadi tetap aktif dan terasa hangat,” tutur dia.

Akibatnya, sambung Michael, akan kesulitan tidur dan ini berisiko berdampak pada terlambatnya bangun sahur.

“Karena itu saya lebih suka melakukannya sebelum berbuka dan olahraganya juga tidak berat, waktunya tidak panjang, dan bilamana setelah berlatih kita merasa haus dan lapar, waktu untuk menunggu membatalkan puasa tidak terlalu panjang,” papar dia.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Sinar Matahari Bunuh Virus Corona, Apa Iya?
apahabar.com

Gaya

Obati Pasien Covid-19, China Tak Pakai Hydroxychloroquine
apahabar.com

Gaya

UI Dilibatkan Teliti Gizi Anak Asia Tenggara Diteliti
apahabar.com

Gaya

Uniknya, Pengantin Ini Gelar Resepsi Pernikahan Drive Thru
apahabar.com

Gaya

Aplikasi Populer Selama Puasa #dirumahaja
apahabar.com

Gaya

Suka Duka Nor Kader JKN di Barabai, Beratnya Ditinggal Pergi
apahabar.com

Gaya

Perlukah THR Tahun Ini Dipakai untuk Belanja Lebaran?
apahabar.com

Gaya

8 Kondisi yang Bisa Merusak Otak, Jomblo di Antaranya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com