2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’

Ironi PSBB Jilid II, Petugas Jaga di Banjarmasin Minim APD

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 19:58 WIB

Ironi PSBB Jilid II, Petugas Jaga di Banjarmasin Minim APD

Alih-alih memutus mata rantai Covid-19, sejumlah petugas jaga di posko perbatasan kota Banjarmasin-Banjar tak dibekali alat pelindung diri (APD) memadai. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir sebulan lamanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di Banjarmasin.

Tapi, waktu rupanya bukan jaminan praktik pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi Covid-19 berjalan mulus di lapangan.

Alih-alih memutus mata rantai Covid-19, sejumlah petugas jaga di posko perbatasan kota Banjarmasin-Banjar tak dibekali alat pelindung diri (APD) memadai.

Pantauan apahabar.com siang tadi Selasa (12/5) mereka bekerja hanya bermodalkan masker kain. Tanpa sarung tangan. Hand sanitizer pun juga tidak.

Mereka hanya dipersenjatai segentong air yang untuk cuci tangan. Itu pun juga baru-baru tadi disiapkan. Dispenser pun tidak ada.

Kerja mereka tentu tidak bisa disepelekan sebagai garda terdepan untuk men-tracking ataupun screening para warga pendatang.

Setiap waktunya, mereka bertugas memeriksa puluhan bahkan ratusan warga atau pengendara yang hendak ke Kota Seribu Sungai.

Kontak fisik tentu tak bisa dihindari, terjadi setiap waktu. Lebih jauh, mereka yang bertugas di bulan Ramadan sebagian besar tengah menjalankan ibadah puasa.

“Ya karena sudah perintah, tetap harus dijalankan,” ujar salah seorang petugas diwawancarai media ini.

Dikonfirmasi, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi tak menampik temuan minor itu.

“Berkaitan dengan itu kita akan segera sempurnakan, kita akan berikan sarung tangan mereka yang bertuga di lapangan. Setiap hari kita akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus ini,” jelas kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Ke depan, Machli menyampaikan hasil kesepakatan rapat evaluasi 11 Mei kemarin. Bahwa diperintahkan oleh wali kota agar kesehatan fokus pada screening dan tracking di lapangan.

“Artinya, kita fokus menemukan orang orang yang kontak langsung [dengan pengidap Covid-19) yang jumlahnya sampai hari ini 1.001 ODP [orang dalam pemantauan] dan OTG [orang tanpa gejala],” jelas Machli.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Apa Kabar Pembangunan Jembatan Alalak?
apahabar.com

Kalsel

Festival Nondoi, AGM Ajak Warga Penajam Jaga Keutuhan Daerah
apahabar.com

Kalsel

Dandim Martapura Soal Corona: Jangan Resah, Tapi Waspada
apahabar.com

Kalsel

Bertemu Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon, Aidil Langsung Minta Tandatangan
apahabar.com

Kalsel

Jika ‘Bandel’, Izin Operasional Bioskop XXI Banjarmasin Terancam Dicabut
apahabar.com

Kalsel

BPBD Kalsel Ungkap Biang Kerok Banjir di Amuntai HSU
apahabar.com

Kalsel

Cerita Koptu Chandera Aprianto Dicintai Warga Pulantan Banjar
apahabar.com

Kalsel

Menampilkan Talabet, Permata Ije Jela Batola Kembali Jawara FKTD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com