Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Ironi PSBB Jilid II, Petugas Jaga di Banjarmasin Minim APD

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 19:58 WIB

Ironi PSBB Jilid II, Petugas Jaga di Banjarmasin Minim APD

Alih-alih memutus mata rantai Covid-19, sejumlah petugas jaga di posko perbatasan kota Banjarmasin-Banjar tak dibekali alat pelindung diri (APD) memadai. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir sebulan lamanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di Banjarmasin.

Tapi, waktu rupanya bukan jaminan praktik pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi Covid-19 berjalan mulus di lapangan.

Alih-alih memutus mata rantai Covid-19, sejumlah petugas jaga di posko perbatasan kota Banjarmasin-Banjar tak dibekali alat pelindung diri (APD) memadai.

Pantauan apahabar.com siang tadi Selasa (12/5) mereka bekerja hanya bermodalkan masker kain. Tanpa sarung tangan. Hand sanitizer pun juga tidak.

Mereka hanya dipersenjatai segentong air yang untuk cuci tangan. Itu pun juga baru-baru tadi disiapkan. Dispenser pun tidak ada.

Kerja mereka tentu tidak bisa disepelekan sebagai garda terdepan untuk men-tracking ataupun screening para warga pendatang.

Setiap waktunya, mereka bertugas memeriksa puluhan bahkan ratusan warga atau pengendara yang hendak ke Kota Seribu Sungai.

Kontak fisik tentu tak bisa dihindari, terjadi setiap waktu. Lebih jauh, mereka yang bertugas di bulan Ramadan sebagian besar tengah menjalankan ibadah puasa.

“Ya karena sudah perintah, tetap harus dijalankan,” ujar salah seorang petugas diwawancarai media ini.

Dikonfirmasi, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi tak menampik temuan minor itu.

“Berkaitan dengan itu kita akan segera sempurnakan, kita akan berikan sarung tangan mereka yang bertuga di lapangan. Setiap hari kita akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus ini,” jelas kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Ke depan, Machli menyampaikan hasil kesepakatan rapat evaluasi 11 Mei kemarin. Bahwa diperintahkan oleh wali kota agar kesehatan fokus pada screening dan tracking di lapangan.

“Artinya, kita fokus menemukan orang orang yang kontak langsung [dengan pengidap Covid-19) yang jumlahnya sampai hari ini 1.001 ODP [orang dalam pemantauan] dan OTG [orang tanpa gejala],” jelas Machli.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ketimbang ‘Dibuang’ ke Pulau Sembilan, Dr Zainal Ngotot Resign
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Tanah Laut, Pemkab Tala Gencar Operasi Pasar
apahabar.com

Kalsel

Wacana Peleburan SOPD di Pemprov Kalsel, Bang Dhin Wanti-wanti Nasib Pelaku UMKM
apahabar.com

Kalsel

Korban Bertumbangan, Warga Tuliskan Pesan ‘Menohok’ untuk Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Kemajuan Teknologi Picu Pelecehan Seksual di Tapin, Mirisnya Korban Masih Anak-Anak
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin
korban banjir

HST

Posko Kemanusiaan Lintas Iman Bantu Bahan Bangunan untuk Huntara Korban Banjir HST
apahabar.com

Kalsel

Acuhkan PPM! Kementerian ESDM ‘Ancam’ Cabut Sementara Izin Perusahaan Tambang di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com