Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Jadi Tersangka, Eks Pemred Banjarhits Langsung Ditahan

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 17:37 WIB

Jadi Tersangka, Eks Pemred Banjarhits Langsung Ditahan

Eks Pimpinan Redaksi Banjarhits Diananta diperiksa sebagai tersangka Undang-Undang ITE oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Senin siang. apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Diananta Putra Sumedi resmi ditahan di Rutan Polda Kalsel, Senin (4/5) sore. Penahanan hingga 20 hari ke depan.

Bekas Pemimpin Redaksi (Pemred) Banjarhits.id (partner 1001 media kumparan) itu ditahan atas dugaan pencemaran nama baik.

“Aku resmi ditahan di Rutan Polda Kalsel (Tahti Polda Kalsel) selama 20 hari ke depan,” ucap Diananta Putra Sumedi kepada apahabar.com pasca-penyidikan sebagai tersangka di Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Diananta jelas kecewa dengan keputusan tersebut. Ia sempat meminta untuk tidak ditahan. Selain tulang punggung keluarga, Nanta juga menguatirkan kondisi pandemi saat ini.

“Saya sangat menyayangkan penetapan tersangka dan penahanan ini. Ini merupakan wujud kriminalisasi pers dan mencederai momen Hari Kebebasan Pers Internasional, yang jatuh 3 Mei 2020 kemarin,” tegas Nanta.

Ada beberapa alasan penyidik enggan mengabulkan permintaan Diananta agar tidak ditahan. Salah satunya, penyidik disebut takut Nanta akan mengulangi perbuatan, melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti.

Adapun selanjutnya, Nanta bersama kuasa hukum Bujino A Salan tetak akan meminta penangguhan penahanan.

Lebih jauh, Nanta mengancam akan melaporkan balik terlapor terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

“Saat ini saya akan mengikuti hukum yang berlaku. Ada kemungkinan nanti akan melaporkan balik pelapor terkait dugaan kriminalisasi pers,” pungkasnya.

Sebelumnya, Nanta diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel sejak pagi tadi. Kali ini, ia datang sebagai tersangka atas berita yang disinyalir bermuatan SARA.

Diperiksa kurang lebih empat jam, Nanta dicecar sebanyak tiga pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan itu guna melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) saat Nanta masih berstatus saksi.

“Pertanyaan itu seperti apakah pernah melakukan tindakan pidana dan terkait saksi yang meringankan,” bebernya.

Kuasa Hukum, Bujino A Salan membenarkan penetapan tersangka kliennya itu atas dugaan ujaran kebencian.

“Memang ini normatif. Proses perkara itu kan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pada 28 April kemarin, kami sudah menerima surat panggilan sebagai tersangka,” ujar Bujino.

Pemeriksaan sendiri, kata dia, terkait pengalihan status Nanta dari saksi menjadi tersangka. “Artinya hari ini disampaikannya surat perintah dimulai penyidikan (SPDP),” katanya.

Sebagai pengingat, Nanta ditetapkan tersangka atas aduan berita yang diduga bermuatan SARA. Berita yang diadukan berjudul ‘Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel’.

Konten ini diunggah melalui saluran banjarhits.id, 9 November 2019 silam. Pengadu atas nama Sukirman, dari Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan.

Berita itu dinilai menimbulkan kebencian karena kental bermuatan sentimen kesukuan. Praktis, dia melapor ke Polda Kalsel untuk diusut lebih lanjut dengan aduan UU ITE.

Sebelumnya, masalah ini juga telah dibawa menuju Dewan Pers. Nanta dan Sukirman datang ke Sekrerariat Dewan Pers di Jakarta, pada Kamis, 9 Januari 2020 lalu guna proses klarifikasi.

Hasil pertemuan memutuskan bahwa redaksi kumparan.com menjadi penanggung jawab atas berita yang dimuat itu. Bukan banjarhits.id yang menjadi mitra kumparan.

Dalam lembar putusan yang sama, diputuskan juga berita ini melanggar pasal 8 Kode Etik Jurnalistik. Dengan argumentasi bahwa menyajikan berita yang mengandung prasangka atas dasar perbedaan suku.

Selanjutnya, Dewan Pers kemudian merekomendasikan agar teradu melayani hak jawab dari pengadu dan menjelaskan persoalan pencabutan berita yang dimaksud. Rekomendasi ini diteken melalui lembar Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers yang terbit 5 Februari 2020.

Masalah sengketa pers ini dinyatakan selesai. Pihak kumparan melalui banjarhits.id sudah memuat hak jawab dari teradu dan menghapus berita yang disoal. Namun, di lain sisi, penyidikan malah berlanjut di polisi dengan surat panggilan kedua dari Ditreskrimsus Polda Kalsel, 25 Februari 2020.

Terkait polemik ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengingatkan pihak kepolisian untuk patuh terhadap putusan Dewan Pers. Artinya tidak perlu ada lagi panggilan lain.

AJI juga mengingatkan bahwa Polri dan Dewan Pers telah menandatangani MoU agar segala macam sengketa pemberitaan sepenuhnya ditangani Dewan Pers.

“Kami juga mengingatkan agar semua jurnalis bekerja dengan menjunjung tinggi etika. Etika ini yang membedakan jurnalisme dengan kabar burung atau gosip,” jelas Ketua AJI Balikpapan Devi Alamsyah, beberapa waktu lalu.

Masyarakat dipersilakan menyampaikan hak jawab kepada pihak redaksi dan diselesaikan oleh Dewan Pers. Khususnya, bila dirasa ada pemberitaan yang tidak tepat.

Devi berharap tak ada lagi sengketa pemberitaan yang jatuh ke tangan polisi. AJI meminta setiap masalah yang berhubungan dengan aktivitas jurnalistik mesti dibawa hanya lewat Dewan Pers.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Meski Lelah, Personil Polsek Beruntung Baru Gencar Sosialisasikan Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

Terbang dari Jakarta ke Banjarmasin, Siap-siap Diperiksa Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Bid Dokkes Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin Gelar Rapid Test Personel
apahabar.com

Kalsel

Belajar Mengajar Online, Apa Ada Anggaran Biaya Kuota?
apahabar.com

Kalsel

Songsong Tantangan Pilkada, Bawaslu Banjar Bekali Panwascam Wawasan
apahabar.com

Kalsel

Inkindo Kalimantan Bersatu, Siap Bersaing dengan Konsultan Jawa
apahabar.com

Kalsel

Sayed Jafar berharap Warga Kurang Mampu Terdaftar di BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com