Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Sport

Kamis, 7 Mei 2020 - 12:49 WIB

Jangan Sampai Pingsan! Olahraga Ini Ideal bagi Penderita Jantung saat Puasa

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi berenang. Foto-Pixabay for Antara

Ilustrasi berenang. Foto-Pixabay for Antara

apahabar.com, JAKARTA – Berolahraga tetap harus dilakukan. Termasuk oleh para penderita penyakit jantung selama bulan puasa.

“Boleh olahraga sama seperti olahraga pada umumnya hanya waktunya mungkin diatur ya. Kalau penyakit jantung dan masih juga puasa maka sebaiknya olahraga mendekati waktu buka. Tapi hati-hati ya jangan sampai lemas nanti pingsan,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito Anggarino Damay dalam diskusi via daring beberapa waktu lalu.

Dia menyarankan jenis olahraga ringan dilakukan dua jam setelah berbuka atau menjelang berbuka, sembari memeriksa kemampuan diri.

Baca juga :  Ganda Putri Indonesia Saling Berhadapan di Perempat Final Macau Open

“Pagi-pagi juga boleh kalau hanya untuk stretching-stretching saja tapi risikonya dehidrasi atau kehausan nanti. Kalau mau yang aman tentunya antara jelang waktu berbuka atau sekalian setelah buka dulu jadi lebih fit,” kata Vito.

Kemudian, khusus untuk mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun, perlu mempertimbangkan kondisi tulang dan otot yang berbeda dari saat usia masih 30 atau 40 tahun.

Sehingga sebaiknya memilih olahraga yang tidak memberikan beban berlebihan pada lutut.

Berenang paling bagus atau naik sepeda statis menjadi yang paling disarankan. Sebaiknya tidak perlu melakukan lari karena akan memberikan beban tambahan pada lutut tetapi ini bisa berbeda pada masing-masing orang, terutama pengaruh kebiasaan.

Baca juga :  Jihan Atlet Renang Belia Asal Banjar, Toreh Berbagai Prestasi

“Masing-masing orang akan berbeda. Ada orang yang masih fit, (lari) boleh-boleh saja. Tetap harus hati-hati karena berbeda fisiologisnya, kelenturan, ligamen-ligamennya berbeda, jadi usahakan ketika di atas 50 tahun olahraganya bukan olahraga yang kompetitif, bukan yang ekstrem semacam saling baku lawan dengan serius kecuali santai seperti badminton santai bisa,” demikian kata Vito. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Jelang Arema vs Barito Putera, Dougles Packer Siap Tanding
apahabar.com

Sport

Terkait PS Tira dan Perserui, Perubahaan Nama Klub Baru Disahkan di Kongres PSSI 2020
apahabar.com

Sport

Pimpin Latihan Perdana Sebagai Head Coach Barito, Simak Kata Yunan
apahabar.com

Sport

Usai Curi Poin dari PSIS, Barito Lanjut TC di Yogyakarta
apahabar.com

Sport

Di Kualifikasi Piala Asia, Timnas U-19 Bawa Spirit Mendiang Alfin Lestaluhu
apahabar.com

Sport

Impian Indra Sjafri dan Timnas U-22 Raih Gelar di Tengah Carut Marut PSSI
apahabar.com

Sport

Atlet Balangan Sumbang 3 Medali di Kejurnas Solo
apahabar.com

Sport

Gelar MotoGP, Indonesia Wajib Setor ke Dorna