7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Jelang Lebaran, Rupiah Rabu Pagi Menguat

- Apahabar.com Rabu, 20 Mei 2020 - 10:45 WIB

Jelang Lebaran, Rupiah Rabu Pagi Menguat

Ilustrasi. Petugas menghitung uang rupiah di penukaran rupiah-valas Bank Mutiara, Jakarta. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank bergerak menguat 15 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.770, Rabu (20/5).

Bank Indonesia menyatakan peluang terjadinya penguatan rupiah masih terus terbuka ke depannya mengingat kurs terhadap dolar AS saat ini masih tercatat di bawah nilai sebenarnya atau undervalued.

“Level nilai tukar rupiah secara fundamental tercatat undervalued sehingga berpotensi terus menguat dan mendukung pemulihan ekonomi,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, kemarin.

Perry menjelaskan rupiah masih menunjukkan tren menguat karena ketidakpastian pasar keuangan global mulai reda dan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga.

Meski demikian, penguatan rupiah itu tidak hanya didukung oleh masuknya aliran modal asing ke Indonesia, tapi juga ketersediaan pasokan valas yang besar dari pelaku domestik.

Ia mengatakan apresiasi yang terjadi selama April terus berlanjut pada Mei, hingga pada 18 Mei 2020, tercatat rupiah menguat 5,1 persen secara rata-rata dan 0,17 persen secara poin to poin dibandingkan akhir April.

“Namun, rupiah masih mencatat depresiasi sekitar 6,52 persen dibandingkan dengan level akhir 2019 akibat depresiasi yang dalam pada Maret 2020,” ujarnya.

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, BI terus mengoptimalkan operasi moneter guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas.

Sebelumnya, BI memproyeksikan rupiah pada akhir tahun 2020 dapat berada pada kisaran Rp15.000 per dolar AS melalui berbagai operasi moneter yang dilakukan.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (19/5) juga menguat seiring ditahannya suku bunga acuan oleh bank sentral.

Rupiah ditutup menguat 80 poin atau 0,54 persen menjadi Rp14.770 per dolar AS dari sebelumnya pada posisi Rp14.850 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan juga dipicu oleh kabar bagus terkait vaksin untuk Covid-19 yang diproduksi perusahaan bioteknologi Moderna di AS.

“Kabar tersebut tentunya memberikan harapan virus Corona bisa segera ditanggulangi dan kehidupan kembali normal dan roda perekonomian kembali berputar kencang. Sentimen pelaku pasar pun membaik dan rupiah siap berjaya lagi,” ujar Ibrahim. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dalam KTT RoK-ASEAN, Jokowi: Tiga Hal Perlu Dilakukan Hadapi Resesi
apahabar.com

Ekbis

BI: Kinerja Industri Pengolahan Triwulan I-2020 Turun
apahabar.com

Ekbis

Biaya Transfer Uang Turun, Ini Paparan BI
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Berdampak pada Pengiriman “Smartphone” Global
apahabar.com

Ekbis

Naik 21%, Pertamina: Bright Gas 5,5 Kg Jadi Pilihan
apahabar.com

Ekbis

Acer Luncurkan Laptop Super Tertipis dan Teringan, Ini Keunggulannya
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai Diprediksi Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya Proyek Infrastruktur, Berikan Ruang Bagi Swasta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com