Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat

- Apahabar.com Kamis, 28 Mei 2020 - 11:49 WIB

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat

Ilustrasi karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta diprediksi menguat didukung sentimen pelonggaran lockdown di sejumlah negara, Kamis (26/5).

Pada pukul 9.36 WIB rupiah masih melemah 30 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi sentimen terhadap nilai tukar kelihatannya masih belum berubah pada hari ini.

“Pasar masih merespons positif potensi pertumbuhan ekonomi dengan bertambahnya rencana atau pelaksanaan pembukaan lockdown di negara-negara pandemi seperti di Jepang, Australia, Korea Selatan, AS, Eropa, China dan negara lainnya, termasuk Indonesia,” ujar Ariston, dilansir Antara.

Sentimen positif tersebut, lanjut Ariston, masih bisa mendorong penguatan rupiah hari ini meski dalam pergerakan yang konsolidatif.

“Namun demikian pasar mewaspadai perkembangan sikap Amerika Serikat yang bisa memperkeruh hubungannya dengan China,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS dan resisten Rp14.800 per dolar AS.

Pada Rabu (27/5) kemarin rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.755 per dolar AS.

Jika sejumlah negara menerapkan skema pelonggaran Lockdown, hal serupa juga akan dilakukan pemerintah Indonesia lewat ‘New Normal’ atau konsep kehidupan kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo menyebut aparat TNI/Polri akan dikerahkan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Personel TNI/Polri tersebut akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Covid-19 saat memulai kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Presiden, dilansir Kompas.com, ingin masyarakat bisa beraktivitas secara produktif, namun terhindar dari Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ikuti Wall Street dan Bursa Asia, IHSG Berada di Zona Merah
apahabar.com

Ekbis

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal
apahabar.com

Ekbis

JK: Tiket Pesawat Naik Semua karena Dolar!
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Tempatkan Dana Rp 11,5 Triliun di 7 BPD
apahabar.com

Ekbis

China Tambah Pasokan, Harga Minyak Mulai Melambung
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus Tertekan Dampak Pandemi Corona
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil, Jokowi: Berkat Doa Ulama
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Bukukan Transaksi Ekspor Sarang Walet Rp 2,2 Triliun ke China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com