Ibnu Sina Soal PPKM Banjarmasin Turun ke Level 2: Hasil Jerih Payah! Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Cek ke Lokasi, Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming Ingin Vaksinasi di Tanbu Percepat Herd Immunity Kalsel Kebut Herd Immunity Banua, Kadinkes Kalsel Apresiasi Vaksinasi Massal BPP HIPMI Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat

- Apahabar.com     Kamis, 28 Mei 2020 - 11:49 WITA

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat

Ilustrasi karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta diprediksi menguat didukung sentimen pelonggaran lockdown di sejumlah negara, Kamis (26/5).

Pada pukul 9.36 WIB rupiah masih melemah 30 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi sentimen terhadap nilai tukar kelihatannya masih belum berubah pada hari ini.

“Pasar masih merespons positif potensi pertumbuhan ekonomi dengan bertambahnya rencana atau pelaksanaan pembukaan lockdown di negara-negara pandemi seperti di Jepang, Australia, Korea Selatan, AS, Eropa, China dan negara lainnya, termasuk Indonesia,” ujar Ariston, dilansir Antara.

Sentimen positif tersebut, lanjut Ariston, masih bisa mendorong penguatan rupiah hari ini meski dalam pergerakan yang konsolidatif.

“Namun demikian pasar mewaspadai perkembangan sikap Amerika Serikat yang bisa memperkeruh hubungannya dengan China,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS dan resisten Rp14.800 per dolar AS.

Pada Rabu (27/5) kemarin rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.755 per dolar AS.

Jika sejumlah negara menerapkan skema pelonggaran Lockdown, hal serupa juga akan dilakukan pemerintah Indonesia lewat ‘New Normal’ atau konsep kehidupan kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo menyebut aparat TNI/Polri akan dikerahkan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Personel TNI/Polri tersebut akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Covid-19 saat memulai kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Presiden, dilansir Kompas.com, ingin masyarakat bisa beraktivitas secara produktif, namun terhindar dari Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Akademisi ULM Pertanyakan Keberhasilan Pemkot Banjarmasin Cetak 2.500 Pengusaha Baru
apahabar.com

Ekbis

OJK Hentikan Usaha 589 Pinjaman Daring Ilegal
apahabar.com

Ekbis

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Bertahan Rp 809.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel: Kredit Macet Sampai 30 Persen Hoax
apahabar.com

Ekbis

AirAsia Indonesia Hentikan Seluruh Layanan Penerbangan Per 1 April 2020
apahabar.com

Ekbis

Lenovo Rilis Ponsel Pertama Snapdragon 855 dan RAM 12GB Januari Mendatang
apahabar.com

Ekbis

Cerita Perwira Polisi di Kotabaru Nyambi Jualan Ubi Madu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com