Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 20:45 WIB

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat

Suasana sebuah super market di Duesseldorf, Jerman, akhir bulan lalu. Infeksi virus corona tipe baru atau Covid-19 di Jerman mengalami kenaikan setelah beberapa hari negara itu melonggarakan pembatasan sosial. Foto-EPA-EFE/Sascha Steinbach

apahabar.com, BERLIN – Kasus baru infeksi virus corona tipe baru atau Covid-19 kembali meningkat di Jerman hanya beberapa hari setelah negara itu melonggarkan pembatasan sosial yang meningkatkan kekhawatiran bahwa pandemi bisa kembali lepas kendali.

Institut Robert Koch untuk pengendalian penyakit mengatakan dalam buletin hariannya bahwa jumlah orang yang terinfeksi dari setiap orang yang sakit – yang dikenal sebagai tingkat reproduksi, atau R – telah meningkat menjadi 1,1. Ketika angka itu naik di atas 1 maka itu berarti jumlah infeksi meningkat.

Kanselir Angela Merkel, yang tunduk pada tekanan dari para pemimpin 16 negara federal Jerman untuk memulai kembali kehidupan sosial dan memulihkan kembali perekonomian, mengumumkan sejumlah langkah pelonggaran pada Rabu (06/05) yang mencakup lebih banyak pembukaan toko dan sekolah secara bertahap.

Pada saat yang sama, ia meluncurkan aturan darurat untuk memungkinkan diberlakukannya kembali pembatasan pergerakan jika infeksi meningkat lagi.

Karl Lauterbach, seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat Sosial dan seorang profesor epidemiologi, memperingatkan bahwa virus corona baru dapat mulai menyebar lagi dengan cepat setelah melihat kerumunan besar pada Sabtu di kota kelahirannya di Cologne.

“Diperkirakan tingkat R akan melampaui 1 dan kami akan kembali ke peningkatan eksponensial,” kata Lauterbach dalam cuitan. “Langkah-langkah melonggarkan pembatasan itu dipersiapkan dengan terlalu buruk.”

Robert Koch Institute mengatakan pada Minggu bahwa jumlah kasus baru virus corona yang dikonfirmasi telah meningkat 666 menjadi total 169.218, sementara jumlah kematian harian meningkat 26 menjadi total 7.395.

Pemantau Seksama

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah jumlah infeksi baru akan terus berkurang dalam beberapa minggu terakhir atau meningkat lagi,” kata lembaga itu dalam buletin harian terpisah yang dikeluarkan pada Sabtu (09/05) malam.

Ia memperingatkan bahwa angka R tergantung pada ketidakpastian statistik, dan menambahkan: “Peningkatan jumlah reproduksi R mengharuskan pemantauan situasi dengan seksama.”

Jerman memiliki beban kasus Covid-19 terbesar keenam di Eropa tetapi telah berhasil mengendalikan jumlah kematian akibat penyakit pernapasan yang sangat menular itu berkat pengujian yang meluas dan dini serta sistem perawatan kesehatan yang dijalankan dan didanai dengan baik.

Fase terakhir dari manajemen pandemi ini, menurut kritikus, telah menempatkan terlalu banyak beban bagi otoritas lokal untuk mendeteksi dan merespons wabah baru. Ambang batas yang ditetapkan pada 50 kasus per 100.000 orang untuk menerapkan kembali aturan jarak sosial juga dilihat oleh beberapa ahli epidemiologi sebagai terlalu tinggi.

Batasan itu telah terlampaui di dua distrik di negara bagian Rhine-Westphalia Utara dan Schleswig Holstein, tempat kasus Covid-19 menyebar di antara para pekerja di pabrik pengolahan daging.

Pabrik di Rhine-Westphalia Utara ditutup pada Jumat setelah lebih dari 150 dari 1.200 pekerjanya dinyatakan positif terinfeksi corona. Banyak dari mereka adalah migran dari Eropa Timur yang dipekerjakan oleh subkontraktor dan ditempatkan di tempat bersama yang berpotensi menjadi sarang infeksi.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan Peremajaan Kebun Sawit 500.000 Hektare
apahabar.com

Nasional

Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid-19, Ingat Pesan Dokter Cantik Reisa Ini
apahabar.com

Nasional

JPU Hadirkan Saksi Mahkota Dalam Persidangan Nunung
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmikan Tol Pertama di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Ratusan Hewan di Medan Zoo Terancam Kelaparan Akibat Pandemi
apahabar.com

Nasional

Debat Keempat Capres 2019, Jokowi: Pemerintah Perlu ‘Dilan’
apahabar.com

Nasional

Kepolisian Luncurkan Sistem Tilang Elektronik
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kemungkinan Masjid Istiqlal Dibuka Kembali Juli 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com