Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Jokowi Akan Perluas Wilayah Penerapan New Normal

- Apahabar.com     Rabu, 27 Mei 2020 - 18:05 WITA

Jokowi Akan Perluas Wilayah Penerapan New Normal

Presiden Joko Widodo meninjau salah satu pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/05). Foto-Antara/Fakhri Hermansyah/hp.

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memperluas wilayah yang menerapkan kebijakan tatanan normal baru atau new normal jika laju penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) atau R0 dan Rt sudah semakin rendah.

“Akan kita lihat dari angka-angka dan fakta-fakta di lapangan terutama berkaitan dengan R0 dan Rt dan apabila ini efektif akan kita gelar, kita perluas lagi ke kabupaten dan kota lain,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas melalui video conference dengan topik Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/05).

Jokowi mengatakan, pada Selasa (26/05) pemerintah sudah memulai untuk menerjunkan pasukan aparat dari TNI/Polri ke titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Hal ini dilakukan untuk persiapan pelaksanaan tatanan new normal.

“Kemarin sudah kita mulai, sudah digelar pasukan aparat dari TNI dan Polri yang telah diterjunkan ke lapangan,” kata dia.

Ia memutuskan untuk meningkatkan disiplin sosial protokol kesehatan yang berlaku untuk seluruh individu di semua sektor aktivitas dari kepemerintahan, perekonomian, hingga keseharian masyarakat.

Pada Selasa (26/05), Jokowi meninjau langsung kesiapan penerapan prosedur standar new normal serta mekanisme tata cara pencegahan persebaran Covid-19 di lokasi publik, seperti stasiun MRT di Jakarta Pusat dan pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat.

Tata cara pengendalian dan pencegahan persebaran Covid-19 itu, adalah nilai dan norma baru yang ditopang oleh tiga mekanisme dasar, yaitu sistem deteksi dasar gejala infeksi virus, seperti mekanisme cek suhu tubuh dan pengawasan gejala klinis di ruang-ruang publik, sistem pengendalian perilaku protokol kesehatan, antara lain jaga jarak fisik dan penggunaan masker oleh seluruh individu saat beraktivitas.

Selain itu, sistem sosialisasi pencegahan Covid-19 di seluruh arena aktivitas sosial.

Ketiga tata cara pencegahan tersebut ditekankan menjadi norma atau aturan sosial bersama agar Indonesia mampu melewati masa pandemi Covid-19 dengan tetap memiliki kekuatan sosial ekonomi bangsa.

Jokowi juga mendorong peningkatan disiplin sosial protokol kesehatan untuk seluruh bangsa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Permenkes Nomor 9/2020.

Ketentuan terbaru, Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 serta SE Menkes No. HK.02.01/Menkes/335/2020 oleh masyarakat di lokasi keramaian sesuai PSBB di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota di Indonesia dengan melibatkan TNI dan Polri sesuai dengna UU Polri Nomor 2 Tahun 2002 dan UU TNI Nomor 34 Tahun 2004.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pemuka Lintas Agama Dukung Protokol Kesehatan
apahabar.com

Nasional

KPAI Dorong Pelaksanaan Mudik yang Ramah Anak
Hujan Es

Nasional

Hujan Es Hebohkan Warga Minahasa Sulut, BMKG Beberkan Alasannya
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Terduga Teroris di Sibolga Berafiliasi ISIS
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Bertambah 3.908 Jadi 317.672 Orang

Nasional

Terinfeksi Covid-19, Pollycarpus Terpidana Kasus Munir Wafat
Status Pegawai KPK

Nasional

KPK Tahan Mantan Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo
apahabar.com

Nasional

Bertemu Veteran TNI-Polri, Presiden: Pancasila Sudah Final sebagai Ideologi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com