Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Jokowi dan Anies Dinilai Sevisi Soal Reklamasi Teluk Jakarta

- Apahabar.com Minggu, 17 Mei 2020 - 19:32 WIB

Jokowi dan Anies Dinilai Sevisi Soal Reklamasi Teluk Jakarta

udara kawasan pulau reklamasi Pantai Utara Jakarta, Kamis (28/02/2019). Foto-Antara/Iggoy el Fitra

apahabar.com, JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan pembangunan pulau reklamasi di Teluk Jakarta dinilai satu visi dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk tetap melanjutkan pembangunan pulau C, D, G dan N.

Hal ini menyusul keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur beberapa waktu lalu.

“Perpres itu telah memberikan kepastian hukum dan sejalan dengan keputusan Gubernur Anies untuk tetap melanjutkan pembangunan pulau C, D, G dan N,” kata Pengamat Properti Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch saat dihubungi di Jakarta, Minggu (17/05).

Menurut Ali, keputusan Presiden Jokowi yang melegalkan pembangunan pulau reklamasi memberikan kepastian hukum dalam berusaha dan berinvestasi. Dengan adanya Perpres No 60 Tahun 2020 ini, kata ia, kepastian hukum untuk berusaha atau mengembangkan daerah itu menjadi terjamin dan berdampak positif terhadap perekonomian.

Ia mengatakan, proyek pembangunan pulau reklamasi di teluk Jakarta merupakan produk hukum dari pemerintah. Para investor dan pengembang pun telah mengikuti aturan dan ketentuan yang dipersyaratkan dalam pembangunan proyek ini. Itu sebabnya, dengan adanya keputusan untuk melanjutkan proyek reklamasi yang sudah diinisiasi sejak tahun 1995 ini, iklim berusaha di Jakarta dan Indonesia menjadi lebih pasti.

Ali menilai, pulau reklamasi memiliki potensi yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta. Itulah sebabnya pemerintah wajib memastikan setiap kegiatan investasi terjamin, apalagi pengembangan pulau reklamasi merupakan investasi jangka panjang.

“Saya setuju, Perpres 60/2020 ini dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga membantu pemerintah dalam menstabilkan kembali kondisi perekonomian. Hal ini bisa menjadi langkah awal atau pondasi bagi para pengembang untuk bergerak cepat menyelesaikan pembangunan di pulau reklamasi tersebut,” katanya.

Setelah terbitnya Perpres 60 tahun 2020 serta keputusan Gubernur Anies tetap melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta, Ali berharap pemerintah segera menyampaikan rencana induk dari proyek tersebut agar bisa menjadi acuan bagi pengembang.

Menurutnya, pengembang serta investor butuh detil rencana pembangunan dan tata ruang pulau reklamasi untuk disesuaikan dengan strategi bisnis mereka. “Lahan besar bisa ditata sebagai suatu kota yang lebih bagus penataan dan pembagiannya. Alokasikan ruang sekitar 20 persen kawasan untuk kelas menengah bawah agar tidak terjadi isu deferensiasi sosial,” ujar Ali.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mensesneg Pastikan Jokowi Hadiri HPN 2020 di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Penimbunan Cairan Antiseptik Akibatkan Lonjakan Permintaan Etanol Global
apahabar.com

Nasional

Mengingat Kembali Perjuangan Pahlawan dari Brunei Darussalam
apahabar.com

Nasional

Ups, 30 Tahun Spesialis Jagal Hewan Kurban Mendadak Parang Tumpul
apahabar.com

Nasional

Kodam Pattimura Siap Kirim Pasukan ke Papua
apahabar.com

Nasional

Pagi Buta, Asrama Papua Dilempari Karung Berisi Ular
apahabar.com

Nasional

Aliansi Relawan Jokowi Siap Kawal Pelantikan Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
apahabar.com

Nasional

Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Siap Jaga Umat Muslim Tunaikan Salat Jumat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com