Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Jokowi Minta Petani Percepat Musim Tanam Menjelang Kemarau

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 11:47 WIB

Jokowi Minta Petani Percepat Musim Tanam Menjelang Kemarau

Ilustrasi musim tanam padi. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para petani dapat mempercepat musim tanam menjelang musim kemarau 2020.

“Percepatan musim tanam. Ini kita harus manfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Harus dipastikan petani harus tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (05/05).

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas (ratas) dengan topik “Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok” melalui konferensi virtual yang diikuti Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Oleh sebab itu ketersediaan sarana prasarana pertanian baik yang berkaitan dengan bibit dan pupuk harus benar-benar ada dan harganya terjangkau,” ungkap Jokowi.

Tidak ketinggalan pemerintah pun sudah menyiapkan stimulus ekonomi bagi petani.

“Kemudian kemarin juga sudah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi bagi petani. Ini nanti dipertajam lagi,” tambah Presiden.

Dalam ratas 28 April 2020 lalu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi 2,44 juta petani senilai Rp600 ribu agar bisa menanam di periode berikutnya.

Insentif tersebut berbentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu yang terdiri dari Rp300 ribu bantuan tunai dan Rp300 ribu selanjutnya sarana prasarana produksi pertanian selama tiga bulan.

“Saya sudah menyinggung beberapa kali peringatan FAO mengenai krisis pangan dunia oleh sebab itu urusan berkaitan dengan musim kemarau harus benar-benar kita hitung benar-benar,” tegas Jokowi.

Penyebabnya adalah BMKG memprediksi 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim kering tiga bulan ke depan akan mengalami musim kering yang lebih kering dari biasanya.

“Oleh sebab itu antisipasi mitigasi harus benar-benar disiapkan sehingga stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu,” tambah Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lawan Pandemi, Jokowi Minta Masyarakat Gotong Royong dan Tetap Waspada
apahabar

Nasional

Dorong Kebijakan Perubahan Iklim Responsif Gender
apahabar.com

Nasional

Terkait Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Tengku Zulkarnain Disarankan Mundur dari MUI
apahabar.com

Nasional

Penangkapan Dandhy, Jerat UU ITE Hantui Aktivis Indonesia
apahabar.com

Nasional

Hasil Situng KPU per 20 April 17.00 WIB Jokowi-Ma’ruf Amin Masih Unggul Sementara
apahabar.com

Nasional

Irjen Iqbal Siap Hadir di Munas JMSI di Riau
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Jika Kuartal III Ekonomi Tidak Naik, Situasi Akan Lebih Sulit
apahabar.com

Nasional

Tak Punya Terobosan, Komisi III DPR Usulkan BNN Dibubarkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com