3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Jokowi Minta Puskesmas Diperkuat Bantu Tangani Covid-19

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 14:50 WIB

Jokowi Minta Puskesmas Diperkuat Bantu Tangani Covid-19

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan penguatan 10.134 puskesmas di seluruh wilayah Indonesia untuk mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Saya minta fasilitas kesehatan di tingkat pertama, yaitu puskesmas harus diperkuat, karena kita punya 10.134 di seluruh Tanah Air dan 4.000 di antaranya adalah puskesmas dengan fasilitas rawat inap,” kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (18/05), dalam rapat melalui telekonferensi video mengenai penanganan pandemi Covid-19.

“Ini betul-betul perlu diaktifkan sehingga puskesmas dan jaringannya bisa diaktivasi menjadi simpul dalam pengujian sampel, pelacakan, dan penelusuran kasus Covid-19 di wilayah itu, juga menjadi simpul pemantauan ODP (orang dalam pemantauan) maupun OTG (orang tanpa gejala),” ia menambahkan.

Presiden juga mengemukakan pentingnya peningkatan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya dalam penanganan kasus Covid-19.

Menurut dia, 4.483 dokter praktik dan klinik-klinik pratama yang melayani peserta program Jaminan Kesehatan Nasional bisa ditingkatkan perannya dalam menangani kasus infeksi virus corona tipe baru penyebab Covid-19.

Selain itu, Kepala Negara menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai ada muncul keliru ditangkap masyarakat, pemerintah sudah melonggarkan PSBB, belum, belum ada kelonggaran PSBB,” katanya.

Menurut dia, saat ini pemerintah baru menyiapkan rencana atau skenario pelonggaran PSBB sambil memantau perkembangan kasus.

“Karena kita harus hati-hati jangan keliru kita memutuskan,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cincin Hari Ini, Berikut Wilayah Indonesia yang Bisa Menyaksikan
apahabar.com

Nasional

Sosok Angela Tanoesoedibjo, Pendamping Wishnutama di Kemenpar
apahabar.com

Nasional

MPR sosialisasi Empat Pilar di Festival Budaya Gorontalo
apahabar.com

Nasional

Waspada Karhutla, Lapan Identifikasi Ratusan Hotspot di Penjuru Indonesia
Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 19 Orang

Nasional

Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 19 Orang
apahabar.com

Nasional

Perusakan Polsek Ciracas, Puluhan Prajurit TNI Resmi Tersangka!
apahabar.com

Nasional

BBM Satu Harga Sentuh Ratusan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar
apahabar.com

Nasional

Kemendagri: 99% Perekaman e-KTP Cukup untuk Pilkada Demokratis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com