Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Jokowi Perintahkan Penerapan PSBB Ketat dan Efektif

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 12:13 WIB

Jokowi Perintahkan Penerapan PSBB Ketat dan Efektif

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat provinsi dan 22 kabupaten/kota dievaluasi. Ia menekankan, agar PSBB betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif.

“Mana yang penerapannya terlalu over (berlebihan), terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual mengenai laporan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Istana Bogor, Senin (04/05).

Jokowi menekankan evaluasi PSBB sangat penting, terlebih beberapa kabupaten/kota akan memasuki penerapan PSBB lanjutan atau PSBB tahap kedua. Hasil evaluasi akan menentukan langkah restriksi selanjutnya guna menekan tingkat penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia itu.

“Penerapan PSBB di empat provinsi dan 22 kabupaten dan kota, saya ingin memastikan ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif,” ujar Jokowi.

Setiap daerah yang menerapkan PSBB, kata Jokowi, juga perlu memiliki target-target terukur, seperti jumlah pengujian sampel yang akan dilakukan, uji Polymerase Chain Reaction yang akan diterapkan, dan lainnya. Setiap daerah juga harus memiliki indikator mengenai kapasitas pelacakan agresif hingga kemampuan penelusuran kontak (contact tracing).

“Kemudian juga apakah isolasi yang ketat sudah dilakukan karena saya melihat ada yang sudah positif, tapi masih bisa lari dari rumah sakit, yang pasien dalam pengawasan (PDP) masih beraktivitas ke sana kemari,” ujar Jokowi.

Kepala Negara juga memerintahkan masyarakat rentan seperti warga lanjut usia dan warga dengan penyakit penyerta untuk diproteksi dari infeksi virus corona.

“Apakah sudah diproteksi betul, evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Minggu (03/05), kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 11.192 pasien, dengan 1.876 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 845 pasien meninggal dunia.

Sedangkan 236.369 warga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), dan 23.130 warga dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cegah Wabah Korupsi, Kaltim dan Kaltara Sepakat Dukung Stranas
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Wali Kota Bogor Isolasi Diri
apahabar.com

Nasional

Nikita Mirzani Lepas Hijab, Sahabat Beri Dukungan
apahabar.com

Nasional

Panji Petualang Klarifikasi Sejumlah Mitos Tentang Ular
apahabar.com

Nasional

Dinilai Sakral, Peneliti Sesalkan Penggunaan Mahkota Burung Cenderawasih Saat Kampanye
apahabar.com

Nasional

Cuci Tangan Diklaim 80 Persen Efektif Cegah Penularan Pneumonia
apahabar.com

Nasional

Terkait Papua, Polisi Tetapkan Dandhy Tersangka UU ITE

Nasional

Aneh, Senpi Laras Panjang Penembak Polisi di Tala Bisa Diisi Bermacam Peluru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com