Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Jokowi Perintahkan Penerapan PSBB Ketat dan Efektif

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 12:13 WIB

Jokowi Perintahkan Penerapan PSBB Ketat dan Efektif

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat provinsi dan 22 kabupaten/kota dievaluasi. Ia menekankan, agar PSBB betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif.

“Mana yang penerapannya terlalu over (berlebihan), terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual mengenai laporan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Istana Bogor, Senin (04/05).

Jokowi menekankan evaluasi PSBB sangat penting, terlebih beberapa kabupaten/kota akan memasuki penerapan PSBB lanjutan atau PSBB tahap kedua. Hasil evaluasi akan menentukan langkah restriksi selanjutnya guna menekan tingkat penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia itu.

“Penerapan PSBB di empat provinsi dan 22 kabupaten dan kota, saya ingin memastikan ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif,” ujar Jokowi.

Setiap daerah yang menerapkan PSBB, kata Jokowi, juga perlu memiliki target-target terukur, seperti jumlah pengujian sampel yang akan dilakukan, uji Polymerase Chain Reaction yang akan diterapkan, dan lainnya. Setiap daerah juga harus memiliki indikator mengenai kapasitas pelacakan agresif hingga kemampuan penelusuran kontak (contact tracing).

“Kemudian juga apakah isolasi yang ketat sudah dilakukan karena saya melihat ada yang sudah positif, tapi masih bisa lari dari rumah sakit, yang pasien dalam pengawasan (PDP) masih beraktivitas ke sana kemari,” ujar Jokowi.

Kepala Negara juga memerintahkan masyarakat rentan seperti warga lanjut usia dan warga dengan penyakit penyerta untuk diproteksi dari infeksi virus corona.

“Apakah sudah diproteksi betul, evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Minggu (03/05), kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 11.192 pasien, dengan 1.876 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 845 pasien meninggal dunia.

Sedangkan 236.369 warga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), dan 23.130 warga dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Dokter

Nasional

Lagi, Seorang Dokter Meninggal karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Tempat Ibadah Mulai Buka di Makassar, Jemaah Diwajibkan Ini
Demi Penanganan Covid-19, Cuncung Siap Potong Gaji 50 Persen

Nasional

Demi Penanganan Covid-19, Cuncung Siap Potong Gaji 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Satu Polisi Terluka, Simak Kronologis Lengkap Baku Tembak di Tanah Laut
apahabar.com

Nasional

Indonesia Diterpa 2.059 Bencana Alam dari Januari hingga 20 September
apahabar.com

Nasional

Ombudsman Sebut Kesiapan Protokol Kesehatan di TPS Sangat Rendah
apahabar.com

Nasional

Rawat Wanita 350 Kg, Gunakan Tempat Tidur Beralas Brankas Baja
apahabar.com

Nasional

Mayat Mr X Ditemukan di Sungai Tabuk, Korban Pembunuhan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com