Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit

Jokowi Perintahkan Percepatan Uji Spesimen Covid-19

- Apahabar.com Senin, 11 Mei 2020 - 12:24 WIB

Jokowi Perintahkan Percepatan Uji Spesimen Covid-19

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerintahkan adanya percepatan pengujian spesimen terkait Covid-19 dengan meningkatkan jumlah alat uji serta sumber daya manusia di laboratorium.

“Berkaitan dengan perbaikan total kecepatan pengujian spesimen PCR (Polymerase Chain Reaction), saya baru mendapat laporan kemamuan pengujian spesimen untuk PCR sekarang ini sudah mencapai 4.000-5.000 sampel per hari. Saya kira ini masih jauh dari target yang saya berikan yang lalu yaitu 10 ribu spesimen per hari,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/05).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema “Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19” melalui “video conference” bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

“Data dari Gugus Tugas sekarang sudah ada 104 laboratorium yang masuk dalam jaringan lab Covid-19 dan saya ingin dipastikan lab-lab tersebut berfungsi maksimal,” katanya.

Namun persoalannya hanya separuh dari 104 lab tersebut yang sudah beroperasi untuk Covid-19. “Meskipun dari 104 lab tadi 53 lab rujukan sudah melakukan pemeriksaan dan 51 lab rujukan belum melakukan pemeriksaan,” ungkap Jokowi.

Masalah lain juga terdapat pada sumber daya manusia untuk menganalisa spesimen. “Saya lihat terutama kesiapan SDM yang terlatih ini perlu lebih diperhatikan lagi, juga yang berkaitan dengan masalah di alat pengujian yang masih kurang terutama untuk reagen PCR, RNA (Ribosa Nucleid Acid) dan VTM (viral transport medium) saya minta diselesaikan minggu ini,” katanya.

Pada rapat 4 Mei 2020, Doni Monardo mengakui bahwa masalah untuk meningkatkan tes Covid-19 dengan PCR terdapat pada jumlah SDM yang terbatas. Lab-lab tersebut hanya dapat bekerja 8 jam dari target kerja 24 karena ketiadaan SDM.

Metode PCR yang sering disebut dengan ‘swab test’ yang menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. Ketika sampel cairan dari saluran pernapasan bawah tiba di lab, para peneliti mengesktrak asam nukleat di dalamnya. Asam nukleat tersebut mengandung genom virus yang dapat menentukan adanya infeksi atau tidak dalam tubuh.

Namun, untuk melakukan PCR dibutuhkan sejumlah elemen lain seperti reagen yaitu zat atau senyawa yang digunakan ke sistem saat pengetesan yang menyebabkan reaksi kimia untuk melihat apakah terjadi reaksi. Komponen lain yang dibutuhkan untuk PCR adalah viral transport medium (VTM) atau media pembawa virus dan ekstrak RNA atau pemurnian asam nukleat rantai tunggal yang merupakan hasil translasi dari DNA.

Hingga Minggu (11/05) jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 14.032 orang dengan 2.698 orang dinyatakan sembuh dan 973 orang meninggal dunia. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 30.317 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 248.690 orang dengan total spesimen yang diuji sebanyak 158.273

Kasus positif Covid-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Daerah terbanyak positif yaitu DKI Jakarta (5.190), Jawa Timur (1.502), Jawa Barat (1.437), Jawa Tengah (978), Sulawesi Selatan (722), Banten (533), Nusa Tenggara Barat (330), Bali (331), Papua (308), Sumatera Barat (299), Sumatera Selatan (278), Kalimantan Selatan (263).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dekan FKUI: Hipoksia Akibat Kabut Asap Sebabkan Kerusakan Organ Tubuh
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming, Sosok Pengusaha Sukses Milineal
apahabar.com

Nasional

Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Kepala BKKBN Terkait Usia Nikah 19 Tahun yang Disahkan DPR

Nasional

Media Asing Soroti UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Sumenep Diguncang Gempa, Terasa Hingga Jember
apahabar.com

Nasional

Update Corona 20 Maret, Jumlah Kasus Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Dilarang Main TikTok, Wanita Ini Nekat Bunuh Diri  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com