Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa? Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah! Hari Terakhir Penutupan KSPN Loksado, Sejumlah Pelancong Disuruh Putar Balik

Jokowi Perintahkan Tatanan Kenormalan Baru Segera Disosialisasikan

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:18 WIB

Jokowi Perintahkan Tatanan Kenormalan Baru Segera Disosialisasikan

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/05), untuk mengecek persiapan penerapan tatanan kenormalan baru di sarana perniagaan. Foto-Antara/Fakhri Hermansyah/pras

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan tatanan kenormalan baru atau new normal untuk kegiatan produktif yang aman dari Covid-19 segera disosialisasikan ke masyarakat.

“Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” katanya di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/05), dalam rapat terbatas perihal persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang aman dari Covid-19.

“Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, mengenai dilarang berkerumun dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Dalam rapat yang diikuti oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, menteri Kabinet Indonesia Maju, serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo itu, ia mengemukakan keyakinannya bahwa setelah sosialisasi penerapan protokol kenormalan baru secara masif tingkat penularan Covid-19 bisa turun signifikan.

Kepala Negara telah memerintahkan pengerahan 340 ribu personel TNI/Polri di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten dan kota untuk mendisiplinkan masyarakat mengikuti tatanan kenormalan baru.

Daerah bisa memulai penerapan tatanan kenormalan baru bila indikator penularan Covid-19 yang disebut angka reproduksi dasar (R0) di wilayahnya kurang dari satu. Angka reproduksi dasar menunjukkan jumlah rata-rata kasus infeksi sekunder dari satu kasus infeksi dalam satu populasi rentan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sebelum menerapkan konsep kenormalan baru, pemerintah di suatu negara harus memenuhi beberapa syarat seperti mempunyai bukti bahwa transmisi virus corona sudah dikendalikan serta punya kapasitas sistem kesehatan masyarakat mumpuni, termasuk rumah sakit untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina pasien Covid-19.

Syarat lainnya, risiko penularan wabah harus diminimalkan terutama di wilayah dengan kerentanan tinggi termasuk di panti jompo, fasilitas kesehatan, dan tempat keramaian; langkah-langkah pencegahan di tempat kerja harus ditetapkan; risiko penularan dari wilayah lain harus dipantau dan diperhatikan dengan ketat; dan masyarakat harus dilibatkan untuk memberi masukan dalam transisi menuju kenormalan baru.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Polda

Nasional

Polda Metro Jaya Siap Bubarkan Aksi 1812
apahabar.com

Nasional

Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR Termuda yang Pimpin Sidang Sementara
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan Lalu Lintas Dominan Kaum Milenial

Nasional

Pemerintah RI Waspadai Mutasi Covid-19 India
apahabar.com

Nasional

Kerja sama Indonesia-Armenia, dari Perdagangan Bebas hingga Unicorn
apahabar.com

Nasional

Walau Libatkan Asing, Presiden Jamin Tak Ada Pinjaman dalam IKN
apahabar.com

Nasional

Borneo Bimmers Meet 2019, Pengikat Persaudaraan Serumpun
apahabar.com

Nasional

Polemik Ribuan Hektar Lahan Prabowo Berlanjut ke TKA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com