3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Jokowi Perintahkan Tatanan Kenormalan Baru Segera Disosialisasikan

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:18 WIB

Jokowi Perintahkan Tatanan Kenormalan Baru Segera Disosialisasikan

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/05), untuk mengecek persiapan penerapan tatanan kenormalan baru di sarana perniagaan. Foto-Antara/Fakhri Hermansyah/pras

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan tatanan kenormalan baru atau new normal untuk kegiatan produktif yang aman dari Covid-19 segera disosialisasikan ke masyarakat.

“Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” katanya di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/05), dalam rapat terbatas perihal persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang aman dari Covid-19.

“Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, mengenai dilarang berkerumun dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Dalam rapat yang diikuti oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, menteri Kabinet Indonesia Maju, serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo itu, ia mengemukakan keyakinannya bahwa setelah sosialisasi penerapan protokol kenormalan baru secara masif tingkat penularan Covid-19 bisa turun signifikan.

Kepala Negara telah memerintahkan pengerahan 340 ribu personel TNI/Polri di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten dan kota untuk mendisiplinkan masyarakat mengikuti tatanan kenormalan baru.

Daerah bisa memulai penerapan tatanan kenormalan baru bila indikator penularan Covid-19 yang disebut angka reproduksi dasar (R0) di wilayahnya kurang dari satu. Angka reproduksi dasar menunjukkan jumlah rata-rata kasus infeksi sekunder dari satu kasus infeksi dalam satu populasi rentan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sebelum menerapkan konsep kenormalan baru, pemerintah di suatu negara harus memenuhi beberapa syarat seperti mempunyai bukti bahwa transmisi virus corona sudah dikendalikan serta punya kapasitas sistem kesehatan masyarakat mumpuni, termasuk rumah sakit untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina pasien Covid-19.

Syarat lainnya, risiko penularan wabah harus diminimalkan terutama di wilayah dengan kerentanan tinggi termasuk di panti jompo, fasilitas kesehatan, dan tempat keramaian; langkah-langkah pencegahan di tempat kerja harus ditetapkan; risiko penularan dari wilayah lain harus dipantau dan diperhatikan dengan ketat; dan masyarakat harus dilibatkan untuk memberi masukan dalam transisi menuju kenormalan baru.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Enggan Beberkan Aib Pengusaha yang Pakai Jasa Vanessa Angel
apahabar.com

Nasional

Tenang, Gempa di Malang Tak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Peneliti Sebut Tiga Varian Virus Corona Menyebar ke Seluruh Dunia
Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri

Nasional

Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri
apahabar..com

Nasional

Penghuni Gang Sempit Kaget Ditagih Rp107 Juta Pajak Mobil Mewah
apahabar.com

Nasional

Atta Halilintar Muncul di Ujian Anak SD, Anggota Dewan Meradang
apahabar.com

Nasional

Demi Penanganan Covid-19, Pemerintah Revisi APBN 2020
apahabar.com

Nasional

Teroris Bogor Target Ledakkan Bom di Depan Gedung KPU Pada 22 Mei
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com